Baku kembali menjadi tuan rumah Formula 1 untuk Azerbaijan Grand Prix 2026, putaran ke-15 musim ini. Dari sudut pandang Ferrari, Baku memiliki karakter yang sulit disamakan dengan sirkuit lain dalam kalender. Baku City Circuit membentang sepanjang 6,003 km dengan kombinasi lintasan lurus panjang, zona pengereman keras, tikungan cepat, serta bagian sempit yang melewati kawasan kota tua Icheri Sheher. Pada bagian terlebarnya, lintasan memberikan ruang cukup besar bagi mobil untuk memanfaatkan slipstream menuju Turn 1, sementara di kawasan Old Town lebar trek menyempit hingga sekitar 7,6 meter.
Perbedaan karakter antarsektor tersebut membuat Baku menjadi persoalan kompromi setup sejak awal akhir pekan. Ferrari harus mencari konfigurasi yang memungkinkan SF-26 tetap efisien di lintasan lurus tanpa kehilangan kemampuan bekerja di bagian teknis yang membutuhkan stabilitas dan presisi.
Salah satu konsekuensi langsung dari karakter tersebut berada pada pilihan tingkat downforce. Baku membutuhkan grip aerodinamika di sektor yang berliku, tetapi tambahan downforce juga membawa konsekuensi berupa drag yang lebih besar ketika mobil memasuki straight utama. Formula 1 mencatat bahwa lintasan lurus Baku merupakan salah satu tempat terbaik untuk memanfaatkan slipstream, dengan pengereman menuju Turn 1 hanya berjarak 111 meter dari garis start-finish. Di sana mobil datang dengan kecepatan tinggi sebelum harus diperlambat untuk tikungan 90 derajat. Setelah itu karakter trek berubah drastis ketika mobil memasuki bagian kota tua. Turn 8 dan 9 menjadi salah satu titik paling sempit, sedangkan Turn 15 menghadirkan pengereman saat mobil masih membawa kecepatan menuju bagian akhir lap.
Bagi Ferrari, perbedaan tuntutan tersebut membuat kecepatan puncak dan kemampuan menikung harus dipertimbangkan sebagai satu paket, bukan dua parameter yang bisa dikejar secara terpisah.
Charles Leclerc memiliki catatan yang sangat kuat dalam sesi kualifikasi di Baku. Pembalap Ferrari itu mengoleksi empat pole position di sirkuit tersebut, termasuk empat pole secara beruntun pada 2021, 2022, 2023 dan 2024. Leclerc juga masih memegang lap record Baku dengan waktu 1 menit 43,009 detik yang dicatat pada 2019. Namun statistik pole tersebut memiliki konteks tersendiri karena empat pole itu belum menghasilkan kemenangan untuk Leclerc. Pada 2025, Max Verstappen memutus rangkaian pole Leclerc sekaligus menjadi pemenang balapan.
Sebelumnya, kemenangan Azerbaijan Grand Prix pada 2021 dan 2023 menjadi milik Sergio Perez, sedangkan Verstappen menang pada 2022 dan Oscar Piastri pada 2024. Catatan itu memperlihatkan perbedaan antara performa satu lap dan tuntutan 51 lap di Baku, dengan strategi, traffic, tyre management dan peluang yang muncul sepanjang balapan ikut menentukan hasil akhir.

Karakter Baku juga membuat persiapan satu lap tidak berhenti pada mencari racing line tercepat. Temperatur ban menjadi persoalan yang cukup spesifik karena straight panjang antara tikungan terakhir dan Turn 1 membuat ban mengalami pendinginan sebelum pembalap kembali melakukan pengereman keras. Formula 1 mencatat bahwa permukaan Baku relatif halus dan tingkat abrasinya rendah, sehingga degradasi ban cenderung terbatas. Pirelli membawa kompon C3 sebagai hard, C4 sebagai medium dan C5 sebagai soft untuk akhir pekan 2026, sementara beberapa bagian lintasan di Turns 2, 3 dan 4 mengalami resurfacing. Dengan grip awal yang relatif rendah dan permukaan yang terus mendapatkan rubber sepanjang akhir pekan, kondisi lintasan dapat berubah cukup signifikan dari sesi ke sesi. Pendinginan ban di straight juga membuat temperatur menjadi bagian dari persoalan pengereman, khususnya ketika pembalap memasuki Turn 1 dengan kecepatan tinggi.
Dari sisi strategi, kondisi tersebut membuat Baku tidak selalu identik dengan perlombaan yang membutuhkan banyak pergantian ban. Data Pirelli yang dikutip Formula 1 menunjukkan tingkat keausan dan degradasi yang relatif rendah, sehingga strategi satu pit stop menjadi skenario yang paling memungkinkan. Pada saat yang sama, Safety Car tetap menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Berdasarkan enam balapan Azerbaijan sebelumnya, probabilitas Safety Car tercatat 67 persen dan Virtual Safety Car 50 persen. Waktu kehilangan ketika melakukan pit stop juga berada di kisaran 19,27 detik, termasuk 2,5 detik ketika mobil berhenti di pit box. Bagi Ferrari, kombinasi tersebut berarti keputusan pit stop tidak semata ditentukan oleh umur ban. Posisi di trek, perubahan kondisi lintasan dan peluang neutralisation dapat mengubah nilai sebuah keputusan dalam waktu singkat, terutama pada sirkuit jalan raya dengan dinding yang berada dekat dengan racing line.
Ferrari memasuki Baku setelah akhir pekan Madrid dengan hasil yang berbeda untuk kedua pembalapnya. Charles Leclerc menyelesaikan balapan di posisi keempat, sementara Lewis Hamilton harus mengakhiri lomba setelah mengalami masalah pada rem. Ferrari kemudian membawa perhatian pada kebutuhan untuk menjalani akhir pekan yang lebih lengkap, dengan Hamilton menyebut pentingnya menghasilkan “clean weekend”. Dalam konteks Baku, istilah tersebut berkaitan dengan rangkaian pekerjaan yang saling berhubungan sejak sesi latihan, pemilihan setup, persiapan ban untuk qualifying, posisi start, strategi hingga eksekusi balapan. Street circuit memberikan konsekuensi langsung ketika sebuah sesi tidak berjalan sesuai rencana karena ruang untuk melakukan recovery di lintasan lebih terbatas dibandingkan sirkuit permanen. Ferrari karena itu menghadapi Baku dengan kebutuhan untuk menggabungkan performa SF-26 dan konsistensi operasional sepanjang tiga hari aktivitas lintasan.
Bagi Leclerc dan Hamilton, Baku juga hadir dalam konteks persaingan internal Ferrari yang sudah menjadi bagian dari musim 2026. Leclerc mengatakan bahwa dirinya maupun Hamilton pernah melewati batas dalam pertarungan di lintasan dan menilai tidak diperlukan aturan tertulis khusus di antara mereka. Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah insiden sepanjang musim, termasuk dinamika di antara dua mobil Ferrari ketika mereka bertarung dalam satu balapan. Namun dari sudut pandang tim, keduanya tetap berada dalam struktur yang sama dan membawa kebutuhan yang identik ketika menghadapi Baku: memahami perilaku mobil, menjaga ban, menghindari kerusakan dan memaksimalkan peluang yang muncul selama balapan. Dengan lintasan sepanjang 6,003 km dan 51 lap, perbedaan kecil dalam posisi maupun waktu dapat berakumulasi menjadi perubahan strategi yang signifikan.
Azerbaijan Grand Prix 2026 juga menandai satu dekade Formula 1 hadir di Baku. Balapan pertama berlangsung pada 2016 dengan nama European Grand Prix, sebelum Azerbaijan Grand Prix resmi menjadi bagian kalender mulai 2017. Selama periode tersebut, Baku mencatat 55 overtakes pada balapan 2025 dan menghasilkan dua pemenang terbanyak, Sergio Perez serta Max Verstappen, yang masing-masing memiliki dua kemenangan. Ferrari memiliki catatan khusus melalui empat pole Leclerc dan lap record yang masih bertahan sejak 2019, tetapi statistik tersebut berdiri berdampingan dengan hasil balapan yang menunjukkan betapa berbeda tuntutan qualifying dan race di Baku. Untuk Ferrari pada 2026, sudut pandangnya berangkat dari persoalan yang sangat konkret: bagaimana SF-26 ditempatkan pada kompromi setup yang tepat, bagaimana dua pembalap mengelola satu lap dan 51 lap, serta bagaimana tim mengambil keputusan ketika kondisi trek, ban dan situasi balapan berubah. ![]()
