Tiga puluh tahun setelah Michael Schumacher bergabung dengan Ferrari, nama pembalap Jerman itu kembali menjadi bagian utama dari perayaan Scuderia di Monza pada 2026. Ferrari menghadirkan livery khusus SF-26 yang mengambil inspirasi dari Ferrari 310, mobil yang digunakan Schumacher pada musim pertamanya bersama tim, lengkap dengan logo MS dan tujuh bintang yang merujuk pada tujuh gelar dunia.
Tiga mobil dari periode Ferrari Schumacher, yakni F310, F2002 dan 248, juga ditampilkan dalam rangkaian penghormatan tersebut. Tahun 1996 memiliki arti khusus bagi Ferrari karena kemenangan Schumacher di Monza menjadi kemenangan kandang pertama Scuderia sejak 1988.

Schumacher datang ke Ferrari setelah memenangkan dua gelar dunia bersama Benetton pada 1994 dan 1995. Ross Brawn sudah mengenalnya sebelum itu. Keduanya pertama kali berhadapan dalam balap sportscar pada 1991, ketika Brawn bekerja bersama Jaguar dan Schumacher menjadi salah satu pembalap Mercedes yang paling kompetitif. Setelah Schumacher menjalani debut Formula 1 bersama Jordan dan kemudian pindah ke Benetton, Brawn dan Schumacher mulai bekerja dalam satu tim pada Grand Prix Italia 1991. Dari sana lahir kerja sama yang menghasilkan dua gelar pembalap bersama Benetton sebelum keduanya kembali dipertemukan dalam proyek Ferrari.
Namun, Brawn tidak langsung mengikuti Schumacher ke Maranello. Schumacher bergabung dengan Ferrari untuk musim 1996, sedangkan Brawn datang pada 1997 sebagai Technical Director. Rory Byrne, mantan kolega mereka di Benetton, juga bergabung pada periode tersebut. Jean Todt sudah lebih dulu memimpin Ferrari sejak 1993. Susunan inilah yang kemudian menjadi bagian dari proses pembentukan Ferrari yang mampu kembali bersaing di level teratas: Schumacher di balik kemudi, Brawn di sisi teknis dan strategi, Byrne dalam desain, serta Todt dalam kepemimpinan tim.

Prosesnya tidak langsung menghasilkan gelar dunia. Pada musim pertamanya bersama Ferrari, Schumacher memenangkan tiga balapan, termasuk Monza, tetapi gelar pembalap masih menjadi milik Damon Hill. Pada 1997 Schumacher kembali menjadi penantang utama, tetapi insiden dengan Jacques Villeneuve di Jerez mengakhiri peluangnya menjadi juara dunia. Schumacher kemudian didiskualifikasi dari klasemen kejuaraan pembalap musim tersebut. Tahun berikutnya ia kembali finis sebagai runner-up di belakang Mika Häkkinen, sedangkan pada 1999 peluang gelarnya terganggu kecelakaan di Silverstone yang membuatnya mengalami patah kaki dan absen dalam beberapa balapan. Gelar pembalap bersama Ferrari baru datang pada 2000.
Hubungan Brawn dan Schumacher juga tidak dibangun dari kesepakatan tanpa perbedaan pendapat. Brawn pernah menggambarkan masa mereka di Benetton sebagai periode ketika keduanya tumbuh bersama dalam dunia balap dan belajar menghadapi kesalahan tanpa saling menyalahkan. Dalam wawancara Ferrari yang menjadi sumber utama artikel ini, ia kembali menjelaskan bahwa Schumacher memiliki sangat banyak gagasan dan mereka sering melakukan diskusi yang cukup keras sebelum menentukan arah teknis maupun strategi. Julukan “Mr No” yang diberikan Schumacher kepada Brawn muncul dari kebiasaan Brawn menolak sebagian gagasan tersebut. Perbedaan pendapat dalam konteks ini bukan sesuatu yang disembunyikan, melainkan bagian dari cara keduanya bekerja.
Pekerjaan yang membentuk era tersebut sebagian besar berlangsung jauh dari kamera televisi. Schumacher dikenal sering berada di Maranello, berbicara dengan personel, mengikuti perkembangan teknis dan memberikan masukan kepada para insinyur. Formula 1 mencatat keterlibatannya dalam pengembangan mobil dan etos kerjanya, termasuk kedekatannya dengan orang-orang di dalam organisasi. Brawn dalam wawancara ini menempatkan pengujian, pekerjaan di pabrik dan hubungan dengan engineer sebagai bagian besar dari kontribusi Schumacher. Ia juga mengingat bagaimana pembalap tersebut berusaha mengenal mekanik dan orang-orang di sekelilingnya secara personal.
Setelah Ferrari memenangkan gelar konstruktor pada 1999, Schumacher mendapatkan gelar pembalap pertamanya bersama Scuderia pada 2000. Empat gelar berikutnya datang secara beruntun pada 2001, 2002, 2003 dan 2004. Dalam lima musim tersebut, Schumacher memenangkan lima gelar pembalap berturut-turut, sementara Ferrari menguasai gelar konstruktor dari 1999 sampai 2004. Pada 2004, Schumacher memenangkan 13 dari 18 balapan dan meraih gelar dunia ketujuhnya. Suzuka 2000, yang disebut Brawn dalam wawancara ini sebagai balapan yang paling ia ingat, berlangsung ketika gelar masih diperebutkan dengan Mika Häkkinen dan berakhir dengan Schumacher meraih kemenangan sekaligus gelar dunia pertamanya bersama Ferrari.
Kerja sama itu kembali terjadi setelah era Ferrari berakhir. Schumacher meninggalkan Ferrari pada akhir 2006, kemudian sempat pensiun sebelum kembali ke Formula 1 bersama Mercedes pada 2010. Brawn menjadi Team Principal Mercedes ketika Schumacher kembali membalap dan keduanya bekerja dalam satu organisasi hingga Schumacher mengakhiri karier Formula 1 untuk kedua kalinya pada akhir 2012. Dengan demikian, hubungan profesional keduanya melewati tiga fase berbeda dalam karier Formula 1 Schumacher: Benetton, Ferrari dan Mercedes.
Pada 2026, konteks personalnya tentu berbeda. Schumacher tidak tampil di depan publik sejak mengalami kecelakaan ski pada Desember 2013, sementara keluarganya mempertahankan privasi mengenai kondisi dan kehidupan pribadinya. Karena itu, perayaan 30 tahun kedatangannya ke Ferrari berlangsung tanpa kehadiran publik Schumacher. Dalam situasi tersebut, kesaksian orang-orang yang pernah bekerja dekat dengannya menjadi bagian dari rekaman sejarah yang masih dapat diakses publik, selama kesaksian tersebut ditempatkan sebagai pengalaman pribadi mereka dan tidak digunakan untuk berspekulasi mengenai kehidupan Schumacher sekarang.
Wawancara ini dilakukan oleh Davide Marchi untuk Ferrari Magazine pada 2026, bertepatan dengan momentum 30 tahun kedatangan Schumacher ke Ferrari. Narasumbernya adalah Ross Brawn, orang yang telah bekerja bersama Schumacher sejak Benetton pada 1991, kemudian menjadi Technical Director Ferrari mulai 1997, dan kembali bekerja dengannya ketika Schumacher menjalani comeback bersama Mercedes pada 2010–2012. Pertanyaan Marchi bergerak dari warisan Schumacher bagi Ferrari, kontribusinya di luar lintasan dan hubungan dengan mekanik, hingga cara Brawn dan Schumacher mengambil keputusan, berbeda pendapat, menyusun strategi, serta menjaga hubungan profesional mereka selama bertahun-tahun.

Tiga puluh tahun setelah Michael datang ke Ferrari, menurut Anda apa warisan terbesarnya bagi tim?
Michael mengembalikan rasa hormat yang dibutuhkan Ferrari. Sebelumnya, keberhasilan memang selalu menjadi ekspektasi, tetapi tidak selalu berhasil diwujudkan. Michael mengubah itu. Prestasi yang diraih, termasuk bagaimana prestasi tersebut dicapai, mengembalikan kebanggaan yang sangat besar di dalam pabrik dan memperbarui rasa hormat terhadap Ferrari di luar organisasi. Ia membawa Ferrari ke tingkat yang baru dan membuat orang-orang merasa bangga menjadi bagian dari organisasi tersebut. Kalau harus dirangkum, menurut saya itulah warisan terbesarnya.
Apa yang menurut Anda masih sering diremehkan orang dari sosoknya?
Michael adalah sebuah paradoks. Agresivitasnya di lintasan membentuk persepsi tertentu tentang dirinya yang tidak selalu menggambarkan sosok sebenarnya. Memang ada beberapa kesempatan ketika ia mengakui bahwa dirinya sudah bertindak terlalu jauh. Tetapi jika ditempatkan dalam keseluruhan kontribusi positif yang ia berikan, bagian itu sebenarnya sangat kecil. Yang tidak pernah dilihat publik adalah pekerjaannya di belakang layar. Ia tidak pernah mengkritik tim secara terbuka, tetapi di internal ia bisa sangat menuntut. Anda akan tahu ketika ia tidak puas dan ketika ia mengharapkan respons. Namun, ia membangun tim, bukan menghancurkannya. Ia bergabung dengan Ferrari ketika Ferrari belum menang. Ia baru saja menjadi juara dunia bersama Benetton dan sebenarnya bisa saja bertahan di sana. Sebaliknya, ia menerima tantangan tersebut. Ia melihat Ferrari sebagai sebuah proyek dan ingin menjadi bagian dari upaya mengembalikan tim itu ke tempat yang menurutnya memang seharusnya menjadi miliknya.
Seberapa besar kontribusinya justru terjadi di luar sorotan?
Sembilan puluh lima persen. Publik hanya melihat apa yang terjadi pada hari Minggu. Padahal, begitu banyak kontribusi Michael terjadi di pabrik, saat pengujian dan ketika bekerja bersama para insinyur. Pada masa itu kami melakukan pengujian dalam jumlah sangat besar. Kalau kami memiliki masalah, saya bisa meneleponnya dan bertanya, “Bisa melakukan pengujian besok?” Jawabannya selalu, “Jam berapa Anda ingin saya datang?” Tidak pernah ada keraguan. Sikap seperti itu memberikan kontribusi yang sangat besar dalam membangun tim.
Seperti apa sosoknya ketika berada di Maranello?
Salah satu hal yang selalu saya hargai adalah Michael memilih berkantor dan menghabiskan waktunya di gedung Enzo. Ia ingin tetap dekat dengan tim. Ia senang berjalan mengelilingi pabrik dan melihat apa yang sedang dikerjakan. Rory Byrne atau saya sering mengajaknya melihat kantor desain atau departemen mesin untuk menunjukkan perkembangan terbaru. Ia benar-benar ingin memahami apa yang sedang dikerjakan orang-orang di sana. Dan ia senang berbicara dengan mereka. Ia memberi dorongan dan membuat mereka merasa menjadi bagian dari pekerjaan tersebut.
Ia juga memiliki hubungan khusus dengan para mekanik?
Benar. Michael berasal dari latar belakang sederhana dan tidak pernah melupakannya. Pada awalnya, orang-orang tentu merasa sedikit terintimidasi ketika seorang superstar datang ke Ferrari. Tetapi ia sangat mudah didekati. Ia bermain sepak bola bersama para mekanik, mengenal nama mereka, bahkan sering mengetahui nama anggota keluarga dan tanggal ulang tahun mereka. Ia benar-benar berusaha berinteraksi dengan semua orang karena memang menikmatinya. Ia pernah berada di setiap tingkatan dalam olahraga ini dan tidak pernah melupakannya.
Apa yang membuat kerja sama Anda berdua begitu efektif?
Kami tumbuh bersama di dunia balap. Kami belajar bersama dan sama-sama menerima kenyataan bahwa kami tidak selalu benar. Kami membuat kesalahan, tetapi kami saling mendukung untuk melewatinya, bukan saling menyalahkan. Kepercayaan berkembang seiring waktu dan tetap bertahan sepanjang perjalanan kami.
Setelah kepercayaan itu terbentuk, apakah ia siap mengikuti Anda ke mana pun?
Tidak juga. Kami sering terlibat dalam diskusi yang cukup keras. Michael punya ribuan ide. Ia sangat cerdas dan kreatif. Pekerjaan saya adalah menentukan ide mana yang perlu kami jalankan dan mana yang tidak mungkin kami lakukan. Pada akhirnya ia mulai memanggil saya “Mr No” karena sepertinya saya terlalu sering menolak idenya. Tetapi itu panggilan yang penuh keakraban. Yang penting, ia selalu berpikir. Tugas saya hanya mengidentifikasi ide-ide terbaik.
Apakah hubungan tersebut akhirnya berkembang menjadi persahabatan?
Ya, meskipun kami bukan tipe teman yang selalu bersama. Kami bertemu secara sosial beberapa kali dalam setahun. Michael menyukai pesta kostum dan sering mengadakan acara yang menyenangkan di Swiss. Kami pernah bermain ski bersama. Saya juga beberapa kali mengajaknya memancing dan selalu ada humor di antara kami. Kami serius ketika memang harus serius, tetapi selalu ada ruang untuk tertawa. Kadang-kadang humor membantu menghadapi tantangan yang sangat besar.

Strategi kemudian menjadi salah satu ciri khas kerja sama Anda berdua. Seperti apa prosesnya?
Kami menyukainya. Kami bisa menghabiskan berjam-jam untuk membicarakan berbagai skenario. Tidak ada yang dilakukan secara spontan. Selalu ada Plan A, Plan B dan Plan C, dan Michael memahami semuanya. Kepercayaan itu sangat penting. Pembalap tidak melihat keseluruhan situasi ketika berada di dalam mobil. Ia melihat mobilnya sendiri, tetapi tidak melihat seluruh informasi yang tersedia di pit wall. Michael mempercayai kami. Tidak selalu berhasil, tetapi secara keseluruhan kami melakukannya dengan sangat baik.
Balapan mana yang paling menggambarkan hubungan Anda dengan Michael?
Suzuka pada tahun 2000. Persaingan dengan Mika Häkkinen sangat ketat. Setelah pit stop terakhir, kami keluar tepat di depan dan saya ingat Mika bertanya kepada timnya, “Bagaimana itu bisa terjadi?” Semuanya harus berjalan sempurna dan Michael mengeluarkan kemampuan maksimal dari mobil tepat ketika kami membutuhkannya. Karena arti penting balapan tersebut dan betapa ketatnya persaingan, itulah balapan yang paling saya ingat.
Apakah Anda berdua memiliki ritual tertentu?
Sangat banyak. Saya sangat percaya pada rutinitas dan debrief. Sebelum setiap sesi kami mengadakan meeting, setelah setiap sesi kami melakukan debrief, dan setelah setiap balapan kami menganalisis semuanya, baik hasilnya sukses maupun buruk. Orang kadang menganggapnya birokratis, tetapi saya selalu mengatakan, “Apakah Anda ingin pilot pesawat yang Anda tumpangi melewati checklist?” Michael menghargai struktur seperti itu. Ia juga memiliki ritual sendiri. Ia selalu tidur sebentar sebelum balapan dan sangat teliti dalam persiapan, pola makan serta kebugarannya. Sekarang hal tersebut sudah dianggap biasa, tetapi ketika Michael datang ke Formula 1, belum seperti itu. Saat itu masih ada pembalap yang merokok. Michael menaikkan standar dan semua orang harus mengikutinya.
Apa yang seharusnya dipelajari pembalap Ferrari muda dari Michael Schumacher?
Nikmati pengalaman menjadi bagian dari Ferrari karena itu sesuatu yang sangat istimewa. Lewis merasakan hal tersebut di Barcelona ketika meraih kemenangan pertamanya dengan mobil berwarna merah. Saya sendiri masih ingat betapa istimewanya kemenangan Ferrari saya di Monaco. Tetapi jangan sampai Ferrari membuat Anda kehilangan diri sendiri. Tetap rendah hati. Berbicaralah dengan mekanik, berbicaralah dengan semua orang dan bersedialah untuk terlibat. Orang-orang di Ferrari memiliki passion yang luar biasa dan mereka menyukai pembalap yang mau berinteraksi dengan mereka. Dan yang paling penting, bekerja keras. Tidak ada pengganti untuk itu.
Michael sering disebut sebagai pemimpin era Ferrari tersebut. Apakah Anda orang yang paling ia percaya?
Saya tidak akan mengatakan hanya ada satu orang. Justru itu salah satu kekuatan tim tersebut. Michael memiliki hubungan yang dekat dengan Jean Todt, hubungan yang berbeda dengan Rory Byrne dan hubungan yang berbeda pula dengan saya. Bergantung pada persoalannya, ia akan berbicara dengan orang yang berbeda. Tidak ada yang merasa memiliki hubungan eksklusif dengan Michael dan tidak ada yang tersinggung ketika ia membicarakan sesuatu dengan orang lain. Keterbukaan seperti itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa tim tersebut bisa sangat sukses.
Dari semua masa yang Anda lalui bersama Michael, apa yang paling Anda ingat?
Salah satu hal yang Ferrari ajarkan kepada saya adalah menunjukkan emosi. Sebagai orang Inggris, saya tidak secara alami terbiasa menunjukkan perasaan secara terbuka. Saya belajar memeluk orang, merayakan kemenangan dan menunjukkan emosi dengan lebih terbuka. Ketika memikirkan Michael, saya mengingat senyum, pelukan dan kegembiraan yang kami bagi bersama. Ada banyak foto yang merekam momen-momen tersebut. Menurut saya, itu mengatakan banyak hal tentang siapa Michael dan apa arti keluarga Ferrari bagi kami semua. ![]()
Sumber:
Formula1.com, Reuters, Motor Sport Magazine, Ferrari Magazine


