BMW membawa nama i3 kembali ke ajang BMW Berlin Marathon 2026. Bukan sebagai mobil pajangan, melainkan sebagai lead vehicle untuk kelompok elite pria. Di lintasan, BMW i3 terbaru akan berada di depan para pelari, menjalankan fungsi yang sejak lama menjadi bagian dari keterlibatan BMW dalam lomba ini. Bedanya, i3 yang digunakan sekarang bukan lagi hatchback listrik generasi pertama, melainkan sedan listrik berbasis Neue Klasse yang menjadi salah satu produk penting dalam transformasi elektrifikasi BMW.
Pemilihan marathon memiliki hubungan langsung dengan karakter yang ingin dibangun BMW untuk mobil listriknya. Marathon menempatkan endurance, pengelolaan energi, efisiensi dan konsistensi sebagai bagian utama dari performa. Bukan hanya soal seberapa cepat seorang pelari menyelesaikan 42,195 km, tetapi bagaimana tenaga digunakan sepanjang jarak tersebut. Konsep serupa berlaku pada kendaraan listrik, terutama ketika jarak tempuh menjadi salah satu parameter penting dalam penggunaan sehari-hari.
Hubungan BMW dengan Berlin Marathon sendiri sudah berlangsung jauh sebelum Neue Klasse diperkenalkan. Pada 2013, BMW i3 generasi pertama digunakan sebagai lead car dalam ajang tersebut. BMW kemudian kembali menempatkan kendaraan listriknya di posisi terdepan, termasuk BMW iX3 Neue Klasse pada edisi 2025. Kini, kemunculan i3 baru melanjutkan hubungan tersebut sekaligus membawa nama i3 ke babak teknologi BMW berikutnya.

Peran sebagai lead vehicle juga membuat mobil memiliki fungsi yang relevan dengan kebutuhan lomba. Kendaraan harus bergerak mengikuti ritme kelompok pelari terdepan, mempertahankan posisi dan menjalankan tugas selama berlangsungnya lomba. Penggunaan mobil listrik menghilangkan emisi gas buang langsung di lintasan, sementara karakter penggerak listrik memungkinkan respons dan kontrol kendaraan yang presisi pada kecepatan rendah maupun saat melakukan perubahan ritme.
BMW juga memanfaatkan Berlin Marathon sebagai panggung untuk memperkenalkan kemampuan i3 baru. BMW menyebut jarak tempuh hingga 906 km, meski angka tersebut masih bersifat provisional sebelum nilai WLTP final tersedia. Dengan kapasitas jelajah tersebut, i3 ditempatkan bukan hanya sebagai sedan listrik berperforma, tetapi sebagai kendaraan yang mengedepankan efisiensi energi dan kemampuan menempuh jarak jauh.

Di sisi teknologi, i3 baru merupakan bagian dari Neue Klasse yang membawa generasi terbaru sistem elektrifikasi BMW. Mobil ini menggunakan Gen6 BMW eDrive dan Heart of Joy, komputer performa tinggi yang mengendalikan fungsi utama drivetrain sekaligus mendukung karakter berkendara. BMW juga memperkenalkan BMW Panoramic iDrive dan BMW Symbiotic Drive sebagai bagian dari arsitektur kendaraan generasi baru tersebut.
Karena itu, keterlibatan BMW di Berlin Marathon memiliki konteks yang lebih luas daripada sponsorship sebuah perlombaan. BMW mendapatkan ruang untuk menempatkan teknologi kendaraan secara langsung dalam sebuah kegiatan yang identik dengan jarak, efisiensi energi dan endurance. Pada saat yang sama, nama i3 kembali muncul di Berlin Marathon setelah lebih dari satu dekade, kali ini membawa teknologi Neue Klasse dan interpretasi baru terhadap sedan listrik BMW. ![]()
