Hyundai punya sebuah pickup yang dalam tiga tahun terakhir selalu berada di posisi pertama kategori Midsize Pickup dalam J.D. Power U.S. Initial Quality Study. Namanya Santa Cruz. Pada studi 2026, Santa Cruz kembali menjadi pemenang kategori tersebut, setelah sebelumnya meraih posisi yang sama pada 2024 dan 2025. J.D. Power mengukur initial quality berdasarkan jumlah masalah yang dilaporkan pemilik selama 90 hari pertama kepemilikan, sehingga penghargaan ini tidak bisa diterjemahkan sebagai ukuran ketangguhan jangka panjang. Tetapi tiga kemenangan beruntun tetap menjadi catatan penting untuk sebuah model yang justru tidak dijual resmi di Indonesia.
Hyundai menyebut Santa Cruz sebagai Sport Adventure Vehicle, sementara pasar Amerika Serikat mengelompokkannya ke dalam Midsize Pickup. Konstruksinya berbeda dari pickup ladder-frame yang selama ini mendominasi pasar tersebut maupun Indonesia. Santa Cruz menggunakan konstruksi unibody dengan suspensi depan MacPherson strut dan belakang independent multi-link. Dimensinya berada di sekitar 4,97 meter dengan wheelbase 3,005 meter, sedangkan bak belakang mempunyai panjang sekitar 1,32 meter. Jadi, secara ukuran ia sudah masuk wilayah pickup menengah, tetapi pendekatan teknisnya lebih dekat dengan SUV.

Untuk model 2026, Hyundai menyediakan mesin 2.5-liter empat silinder naturally aspirated dengan output 191 hp dan torsi 181 lb-ft. Pilihan lainnya adalah 2.5-liter turbocharged yang menghasilkan 281 hp dan 311 lb-ft. Mesin turbo menggunakan transmisi otomatis delapan percepatan, HTRAC AWD sebagai standar, serta Terrain Mode Select dan Tow Mode. Kapasitas towing mencapai 5.000 lb atau sekitar 2.268 kg pada XRT dan Limited dengan konfigurasi yang sesuai, sedangkan mesin naturally aspirated mencapai 3.500 lb. Angka tersebut membuat Santa Cruz bukan sekadar pickup bergaya lifestyle.
Menariknya, lawan yang paling dekat secara konsep bukanlah pickup ladder-frame seperti Nissan Frontier. Honda Ridgeline mempunyai resep yang sama-sama unibody. Ridgeline 2026 menggunakan mesin V6 3.5-liter bertenaga 280 hp dan torsi 262 lb-ft, transmisi sembilan percepatan serta towing maksimum 5.000 lb. Santa Cruz turbo mempunyai tenaga satu hp lebih besar, tetapi torsi 49 lb-ft lebih tinggi. Ridgeline memiliki keunggulan lain berupa i-VTM4 AWD, bak yang dapat digunakan untuk membawa lembaran material berukuran besar, serta In-Bed Trunk berkapasitas 7,3 cu-ft.

Ford Maverick mengambil posisi yang lebih kecil. Model 2026 memakai 2.5-liter full hybrid sebagai powertrain standar, dengan AWD tersedia, sementara 2.0-liter EcoBoost menjadi pilihan lain. Kapasitas towing standarnya 2.000 lb dan meningkat menjadi 4.000 lb dengan 4K Tow Package. Baknya memiliki panjang 4 kaki 5 inci atau sekitar 1,35 meter, dengan volume 33,3 cu-ft. Dibandingkan Maverick, Santa Cruz menawarkan kapasitas towing maksimum lebih besar, sedangkan Ford mempunyai keunggulan pada pilihan powertrain hybrid yang memang diarahkan untuk penggunaan harian.
Perbedaannya semakin jelas ketika Santa Cruz ditempatkan di sebelah pickup ladder-frame. Nissan Frontier 2026, misalnya, menggunakan mesin V6 3.8-liter 310 hp dan torsi 281 lb-ft. Kapasitas towing-nya juga jauh lebih tinggi pada konfigurasi tertentu. Formula tersebut memang ditujukan untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan angkut dan towing lebih besar. Santa Cruz tidak mengambil jalur itu. Ia menawarkan kabin dan karakter berkendara SUV, tetapi tetap memberikan bak terbuka, AWD dan kemampuan towing 2,27 ton. Karena itu, membandingkannya dengan pickup kerja murni hanya akan menghilangkan alasan utama Hyundai membuatnya.
Masalahnya justru muncul ketika melihat daftar produk Hyundai Motors Indonesia. Situs resmi Hyundai Indonesia saat ini menampilkan STARGAZER Cartenz, CRETA, KONA Electric, IONIQ 5, IONIQ 6, IONIQ 9, VENUE, TUCSON, SANTA FE, PALISADE dan STARIA. Tidak ada Santa Cruz di dalamnya.
Padahal Indonesia bukan pasar yang asing dengan pickup. Hilux, Triton, Ranger, D-Max dan Navara sudah lama membentuk kategori tersebut, sementara penggunaan kendaraan untuk perjalanan, aktivitas luar ruang dan lifestyle terus berkembang. Santa Cruz menawarkan ruang yang berbeda: bukan menggantikan pickup kerja, melainkan mengambil basis kenyamanan SUV dan menambahkan bak sepanjang sekitar 1,32 meter. Hyundai juga memberikan integrated tonneau cover, utility track, tie-down, penyimpanan tambahan dan berbagai solusi cargo yang membuat baknya memang dirancang sebagai bagian penting dari kendaraan, bukan sekadar aksesori.
Yang lebih menarik, Hyundai Indonesia sendiri sedang menjual SANTA FE XRT, sebuah SUV yang secara terang membawa pendekatan adventure melalui desain eksterior, roof cross bar, dark alloy wheels, mud guard dan side step. Di pasar yang sama, Hyundai juga memiliki TUCSON dan berbagai SUV lain. Artinya, bahasa desain dan positioning kendaraan untuk aktivitas luar ruang bukan sesuatu yang asing bagi Hyundai Indonesia. Santa Cruz hanya mengambil gagasan tersebut dan menambahkan satu elemen yang tidak dimiliki produk-produk itu yaitu bak pickup.

Tidak ada keterangan resmi Hyundai Motors Indonesia yang menjelaskan mengapa Santa Cruz belum dipasarkan di Indonesia. Karena itu, tidak tepat mengarang persoalan homologasi, harga, volume pasar atau strategi produk sebagai penyebabnya. Yang tersedia adalah fakta bahwa Hyundai mempunyai midsize pickup yang tiga kali berturut-turut memimpin kategori initial quality J.D. Power di Amerika Serikat, dengan mesin turbo 281 hp, torsi 311 lb-ft, HTRAC AWD dan kemampuan towing sampai 5.000 lb, sementara konsumen Indonesia belum mendapatkannya melalui jaringan resmi Hyundai.
Di titik itu, pertanyaan kepada Hyundai Motors Indonesia menjadi sah, “Mengapa Santa Cruz tidak pernah ditawarkan di Indonesia?” Bukan karena ia pasti akan sukses di sini. Bukan pula karena pasar Indonesia otomatis membutuhkan satu lagi merek pickup. Justru pasar yang sudah mengenal Hilux, Triton, Ranger dan kawan-kawannya layak diberi satu alternatif dengan konstruksi dan filosofi yang berbeda. Santa Cruz sudah mendapatkan panggungnya di Amerika Serikat. Tiga tahun berturut-turut. Indonesia bahkan belum mendapatkan kesempatan untuk mengujinya.
Beranikan Hyundai Motors Indonesia bertarung di pasar ini? ![]()
