Joshua Durksen tidak mendapatkan sesi perkenalan singkat ketika akhirnya mengemudikan mobil Formula 1 Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team. Pembalap Paraguay berusia 22 tahun itu menjalani tes selama dua hari di Autódromo Internacional do Algarve, Portimao, Portugal, menggunakan Mercedes-AMG W16 E Performance. Program tersebut menjadi tes F1 pertamanya sekaligus pengalaman langsung mengemudikan mobil F1 modern setelah menjalani karier hingga Formula 2.
Selama dua hari, Durksen menyelesaikan 187 lap dengan total jarak 875 kilometer. Jarak tersebut hampir setara tiga jarak balapan Grand Prix, tetapi pekerjaan di Portimão tidak diarahkan sekadar mengejar jumlah lap atau mencatat waktu tercepat. Mercedes menempatkannya dalam program yang mencakup pemahaman terhadap berbagai sistem mobil sekaligus sejumlah performance runs yang telah disiapkan oleh tim engineering.

Perbedaan terbesar langsung terasa pada cara W16 mengerem, berakselerasi dan membawa kecepatan ketika memasuki tikungan. Dürksen menyebut performa pengereman dan cornering speed mobil F1 berada pada tingkat yang berbeda dibanding mobil yang selama ini dikendarainya. Karena itu, sebagian pekerjaan dalam tes bukan hanya soal membiasakan diri dengan kecepatan, tetapi memahami respons mobil dan cara mengoperasikan sistemnya secara tepat sepanjang satu stint.
Di balik kemudi, Durksen juga bekerja dengan engineer Mercedes untuk membaca perilaku mobil dan menjalankan setiap bagian program pengujian. Data dari setiap lap menjadi bagian dari pekerjaan tersebut. Bagi seorang Development Driver, kemampuan memberikan feedback yang jelas dan konsisten sama pentingnya dengan kemampuan mengemudikan mobil, karena informasi dari pembalap digunakan bersama data sistem mobil untuk mengevaluasi hasil setiap rangkaian pengujian.

Mobil yang digunakan adalah W16 E Performance, generasi mobil Formula 1 Mercedes yang digunakan pada musim 2025. Durksen tidak sekadar mendapat kesempatan mengendarai mobil yang secara teknis berbeda jauh dari Formula 2, tetapi juga masuk langsung ke lingkungan kerja sebuah tim F1, dengan prosedur, komunikasi radio, sistem kontrol dan metode pengumpulan data yang menjadi bagian dari operasi pengujian Mercedes.
Tes di Portimao juga memiliki catatan khusus bagi Paraguay. Durksen merupakan pembalap Paraguay pertama yang menjadi bagian dari program sebuah tim Formula 1 dan kini menjadi pembalap Paraguay pertama yang mengemudikan mobil F1 modern. Setelah dua hari dan 875 kilometer bersama W16, ia kembali menjalankan perannya sebagai Development Driver Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team sambil melanjutkan program balapnya di Formula 2. ![]()
