Kehadiran DFSK E5 Plus menjadi salah satu tanda, bahwa PT Sokonindo Automobile mulai memperbesar porsi kendaraan penumpang dengan positioning yang lebih premium.

DFSK menegaskan kendaraan komersial tetap menjadi fondasi bisnisnya di Indonesia. Namun lewat E5 Plus, mereka mulai memperluas pilihan ke SUV elektrifikasi dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV.

“DFSK sedang bertransformasi, bukan meninggalkan akar yang telah membangun perjalanan kami di Indonesia. Kendaraan komersial tetap menjadi bagian penting dari bisnis kami, sementara melalui E5 Plus kami memperluas pilihan ke segmen kendaraan penumpang dengan menghadirkan teknologi dan pengalaman berkendara yang berbeda,” ujar Franz Wang, Chief Operating Officer of Sales Center PT Sokonindo Automobile.

Menariknya, langkah tersebut mulai punya angka yang bisa dibaca. Sampai September 2026, E5 Plus sudah mencatat 600 SPK secara nasional. DFSK sendiri menargetkan penjualan model ini mencapai 1.000 unit sepanjang 2026.

GIIAS 2026 menjadi salah satu penyumbang terbesar angka tersebut. E5 Plus mencatat 380 SPK sekaligus menjadi kontributor terbesar penjualan DFSK selama pameran, dengan ratusan sesi test drive. Respons itu kemudian menjadi modal DFSK membawa E5 Plus berkeliling ke sejumlah kota lewat program regional launch.

“Respons pasar terhadap E5 Plus menjadi validasi bahwa konsumen tidak hanya melihat kendaraan elektrifikasi dari sisi teknologi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana teknologi tersebut memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pengalaman langsung menjadi penting agar konsumen dapat merasakan sendiri keunggulan E5 Plus,” ujar Cing Hok Rifin, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile.

E5 Plus sendiri membawa formula PHEV yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin melalui Smart Power System DE-i. Konsep yang digunakan DFSK adalah Electric for Daily, Hybrid for Journey, dengan tenaga listrik untuk mobilitas harian dan sistem hybrid ketika mobil digunakan untuk perjalanan lebih jauh.

SUV enam penumpang ini juga dibekali sejumlah fitur yang mendukung positioning tersebut. Ada captain seat, ventilated seat di baris pertama dan kedua, Rear Entertainment Display 15,6 inci, audio 13-speaker, infotainment berbasis Snapdragon 8155 serta asisten suara Sera berbahasa Indonesia.

Sektor keselamatan diisi 18 fitur Advanced Driver Assistance System atau ADAS Level 2, termasuk Adaptive Lane Change Assist dan Automatic Parking Assist. E5 Plus juga membawa baterai 25,3 kWh, DC Fast Charging yang diklaim mampu mengisi 30 sampai 80 persen dalam sekitar 20 sampai 28 menit, serta V2L hingga 3,3 kW.

Di balik produk tersebut, DFSK juga mengandalkan fasilitas manufaktur PT Sokonindo Automobile di Cikande, Serang, Banten. Pabrik ini mengadopsi konsep Industry 4.0 dengan tingkat otomasi hingga 95 persen di Stamping Workshop dan 90 persen di Painting Workshop, sementara quality control dilakukan melalui End-of-Line inspection.

Setelah Palembang, Medan, Bandung dan Bali, Batam menjadi kota berikutnya yang mendapat jatah Regional Launch E5 Plus pada 29 September sampai 4 Oktober 2026 di Mega Mall Batam Centre. Perjalanan ini menjadi bagian dari upaya DFSK memperluas akses E5 Plus sekaligus menguji penerimaan SUV PHEV tersebut di lebih banyak wilayah Indonesia.