Beli mobil hybrid biasanya punya ekspektasi sederhana:
Lebih irit.
Lebih efisien.
Lalu urusan mesin bensin tinggal jalan seperti biasa.
Nah, bagian terakhir ini yang kadang bikin pemilik terlalu santai.
Di balik sistem elektrifikasinya, mobil hybrid seperti Toyota tetap punya mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE)2. Bahkan mesinnya sudah menggunakan teknologi seperti Dual VVT-i dan rasio kompresi tinggi. Artinya, urusan bensin tetap tidak bisa diperlakukan seperti sedang memilih minuman di minimarket.
Auto2000 kembali mengingatkan pemilik mobil hybrid Toyota soal hal ini. Salah pilih BBM, terutama menggunakan oktan di bawah rekomendasi pabrikan, bisa memunculkan gejala knocking atau yang lebih akrab disebut mesin ngelitik.
Pada mesin hybrid Toyota yang punya rasio kompresi di atas 13:1, kebutuhan terhadap BBM dengan karakter oktan yang sesuai menjadi semakin relevan. Auto2000 menyebut rekomendasi untuk mesin hybrid Toyota berada di atas RON 90.
Masalahnya bukan sekadar angka di dispenser SPBU.
BBM dengan nilai oktan lebih rendah lebih mudah mengalami pembakaran sebelum waktunya. Pada kondisi tertentu, bahan bakar bisa terbakar sendiri sebelum busi memberikan percikan sesuai siklus kerja mesin. Kondisi inilah yang kemudian bisa memicu knocking atau detonasi. Toyota sendiri sebelumnya juga menjelaskan hubungan rasio kompresi tinggi pada mesin hybrid dengan kebutuhan BBM beroktan sesuai rekomendasi pabrikan.
Gejalanya cukup gampang dikenali kalau telinga pengemudi peka. Ada suara seperti ketukan atau ngelitik ketika pedal gas diinjak. Suaranya biasanya makin jelas ketika mesin diminta bekerja lebih keras.
Misalnya ketika mobil membawa penumpang dan barang penuh, sedang menyalip, atau ketika harus melibas tanjakan.
Di situ mesin sedang membutuhkan tenaga lebih besar. Kalau pembakarannya tidak berlangsung sesuai rancangan, tenaga bisa terasa turun dan respons mesin tidak lagi seharusnya.
Masalahnya kemudian bisa berlanjut ke ruang bakar.
Pembakaran yang tidak sempurna dapat memicu terbentuknya deposit atau endapan kotoran di ruang bakar. Endapan ini bisa memengaruhi kinerja mesin, sementara temperatur kerja mesin juga berpotensi meningkat ketika komponen tidak bekerja sesuai kondisi yang dirancang.
Efek yang paling gampang terasa buat pemilik justru bisa muncul di konsumsi BBM.
Tenaga yang terasa kurang membuat pengemudi cenderung menginjak pedal gas lebih dalam. Mobil yang dari awal dibeli karena mengejar efisiensi malah dipaksa bekerja lebih keras untuk mendapatkan tenaga yang sama.
Dalam pemakaian panjang, Auto2000 menyebut kondisi tersebut berpotensi mempercepat kerusakan komponen mesin. Jadi, sistem hybrid yang punya motor listrik dan baterai tetap tidak menghapus kebutuhan untuk memperlakukan mesin bensinnya dengan benar.
Pemilihan BBM sesuai rekomendasi pabrikan menjadi langkah paling dasar. Bahan bakar yang sesuai membantu mesin bekerja mendekati kondisi pembakaran yang dirancang, sementara konsumsi BBM tetap dipengaruhi banyak faktor lain seperti gaya berkendara dan kondisi jalan.

Urusan servis juga jangan cuma ingat baterai hybrid.
Auto2000 menyarankan servis berkala setiap enam bulan. Dalam pemeriksaan tersebut, sejumlah komponen pendukung mesin seperti filter dan busi diperiksa, dibersihkan atau diganti jika sudah tidak layak atau memang sudah masuk jadwal penggantian.
Uji emisi juga dilakukan sebagai salah satu indikator pendukung untuk melihat kondisi mesin.
Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara mengatakan gejala knocking dan penumpukan deposit di ruang bakar merupakan dua hal yang perlu dicegah pada mesin hybrid Toyota.
“Gejala knocking dan menumpuknya deposit di ruang bakar adalah dua hal yang AutoFamily tidak inginkan pada mesin hybrid Toyota. Solusinya mudah: gunakan BBM sesuai rekomendasi Toyota dan servis berkala di bengkel Auto2000. Sejalan dengan inisiatif Life is Easy with Auto2000 yang Dekat, Nyaman, dan Lengkap, kami menghadirkan layanan THS Auto2000 Home Service untuk servis berkala Hybrid EV Toyota di rumah pelanggan, cukup dengan booking via Auto2000 Digiroom,” jelas Nur Imansyah Tara.
Untuk pemilik yang malas membawa mobil ke bengkel, Auto2000 juga punya THS Auto2000 Home Service. Layanan ini memungkinkan servis berkala Hybrid EV Toyota dilakukan di rumah pelanggan dengan pemesanan melalui Auto2000 Digiroom. ![]()
