Nasib kurang beruntung dialami Mario Suryo Aji di Moto2 Jepang 2026. Pebalap Idemitsu Honda Team Asia itu gagal menyelesaikan lomba alias DNF setelah terjatuh di tikungan 5 Sirkuit Mobility Resort Motegi pada lap ke-12 dari 19 lap, Minggu (4/10/2026). Saat itu ia berada di kisaran posisi 18 dan masih bertahan di rombongan belakang.
Sebagai info, Mario jatuh sebanyak tiga kali di Motegi. Jumat (2/10/2026) ia lebih dulu terjatuh di tikungan 9 pada penghujung sesi Practice. Catatan terbaiknya 1 menit 48,602 detik dan hanya cukup untuk P25, jadi ia harus lewat Q1. Sabtu (3/10/2026) Mario finis ketujuh di Q1 dengan waktu 1 menit 47,77 detik. Hanya empat pebalap tercepat yang lolos ke Q2, sehingga ia start dari P21, satu posisi di belakang rekan setimnya Taiyo Furusato.
Drama berikutnya muncul sebelum balapan. Mario kembali jatuh di sighting lap dan motornya harus diperbaiki dalam waktu sangat mepet. Para mekanik berhasil membereskannya sehingga Mario tetap bisa mengambil tempat di grid.

Begitu balapan jalan, Mario dan Furusato sama-sama start dengan baik. Keduanya berebut posisi di sekitar P17 dan mengincar zona poin, tapi terjebak dalam rombongan yang sulit dilewati. Furusato lebih dulu jatuh di tikungan 5 sekitar lap 9. Mario sempat naik dari P19 ke P18. Tak lama kemudian ia jatuh di tikungan yang sama.
Hiroshi Aoyama menyebut hari itu hampir seperti mimpi buruk. “Ini balapan yang sangat berat buat kami, hampir seperti mimpi buruk. Kami punya 19 lap, dan kedua pebalap start dari P20 dan P21. Sebelum balapan Mario jatuh di sighting lap dan itu bikin situasinya sangat tidak biasa. Para mekanik bekerja luar biasa memperbaiki motor dan membawanya kembali ke grid tepat waktu, jadi ini usaha besar dari seluruh tim,” ujar Aoyama.

“Keduanya start dengan baik dan berebut posisi di sekitar P17, tapi mereka terjebak di dalam satu rombongan sehingga sulit menyalip dan maju. Lalu sekitar Lap 9 Taiyo mengalami semacam masalah dan jatuh di tikungan 5. Mario juga jatuh di Tikungan 5 di akhir balapan, jadi sayangnya tidak ada yang bisa finis,” lanjutnya.
“Sangat berat melihat hasil ini di Grand Prix kandang kami. Tidak banyak lagi yang bisa dikatakan hari ini. Kami harus lebih kuat di balapan berikutnya dan bangkit dari situasi ini. Saya mau berterima kasih kepada para sponsor, pendukung dan seluruh anggota tim atas kerja keras mereka. Sekarang kami menuju Mandalika minggu depan, dan kami perlu mereset, mengisi ulang tenaga dan kembali lebih kuat,” tutup Aoyama.
Mario sendiri mengaku tidak tahu kenapa ia jatuh di sighting lap. “Sayang sekali. Kecelakaan di sighting lap terjadi begitu saja dan saya sendiri tidak tahu kenapa bisa jatuh. Untungnya para mekanik bisa memperbaiki motor. Mereka bekerja luar biasa, apalagi dengan waktu yang sangat mepet sebelum balapan, dan mereka membuat saya bisa start,” katanya.

“Di dua balapan terakhir saya merasa sudah punya kecepatan yang bagus, kecepatan yang seharusnya cukup untuk berebut poin atau bahkan posisi yang lebih baik. Tapi hasilnya belum datang dan kadang keberuntungan memang belum berpihak ke kami. Saya harus tetap positif, bahkan di saat sulit seperti ini. Saya sudah menantikan Grand Prix kandang saya di Indonesia. Saya ingin membalas semua yang sudah tim lakukan akhir pekan ini dengan balapan tanpa tekanan dan berusaha memberikan hasil yang kami tahu bisa kami raih. Saya sangat bersemangat balapan di rumah sendiri. Cepat atau lambat hasilnya akan datang. Saya hanya perlu terus mendorong dan terus berjalan. Terima kasih untuk tim dan semuanya atas dukungannya.”
Sampai tulisan ini dibuat belum ada keterangan resmi soal penyebab jatuhnya Mario, baik di sighting lap maupun di tikungan 5. Aoyama hanya menyampaikan kronologi. Yang tercatat, dua pebalap Honda Team Asia sama-sama jatuh di Tikungan 5 dengan selisih beberapa lap. Furusato mengaku merasakan sesuatu yang aneh pada motornya di dua lap terakhir sebelum jatuh. Belum ada keterangan resmi yang mengaitkan kedua kejadian itu.
Kondisi lintasan ikut jadi konteks. Aspal baru Motegi sempat membuat pebalap MotoGP kaget di sesi FP1 yang basah. Piero Taramasso dari Michelin menyebut permukaan baru itu memberi grip besar dan suhu lintasan mendekati 40 derajat Celsius saat Sprint MotoGP. Data ini berasal dari kelas MotoGP dan bukan penjelasan resmi atas jatuhnya Mario.

Sighting lap juga tidak ramah buat pebalap lain. Pemimpin klasemen Manuel Gonzalez mengalami mati mesin setelah latihan start di sighting lap, lalu didorong ke pit lane dan memulai balapan dari sana. Gonzalez finis P22 dan keunggulannya atas Izan Guevara menyusut dari 35,5 poin menjadi 10,5 poin. Guevara menang di depan Tony Arbolino dan Filip Salac.
Bagi Mario hasil ini membuat poinnya tetap 3. Ini kedua kalinya ia gagal finis di Moto2 Jepang. Pada 2024 ia berhenti karena masalah teknis.
Furusato juga kecewa karena jatuh di balapan kandangnya. “Benar-benar mengecewakan, apalagi ini Grand Prix kandang saya. Tiba-tiba kami mengalami masalah di tengah balapan yang tidak kami duga dan sayangnya berakhir dengan jatuh. Sebelum itu saya merasa masih punya ruang untuk push lebih. Saya membalap cukup tenang dan cukup yakin bisa mengejar rombongan di sekitar P15 karena melihat pebalap di depan mulai melambat. Saya merasa punya kecepatan untuk maju.”
“Tapi di dua lap terakhir sebelum jatuh saya mulai merasakan sesuatu yang aneh di motor. Lalu saya jatuh begitu saja dan keluar dari balapan. Sangat disayangkan apalagi di kandang sendiri, tapi itu sudah terjadi dan sekarang kita harus melihat ke depan. Kami perlu fokus memperbaiki performa dan mengambil pelajaran dari akhir pekan ini. Minggu depan kami ke Mandalika, jadi saya ingin reset, bekerja keras bersama tim dan mencoba balapan yang lebih kuat di sana.”
Moto2 berlanjut ke Grand Prix Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober 2026. Di sana Mario akan menjalani balap kandang di depan pendukungnya sendiri. ![]()
