Formula E memasuki era baru bersama Bridgestone. Mulai musim 2026/27, produsen ban asal Jepang itu resmi menjadi pemasok ban tunggal ajang adu kebut mobil listrik tersebut.
Bukan sekadar berganti merek ban, Bridgestone juga membawa resep baru untuk mobil balap GEN4. Ban yang akan dipakai di lintasan Formula E tersebut sudah mengandung 65 persen material daur ulang dan terbarukan.
Komposisinya antara lain carbon black yang berasal dari minyak hasil pirolisis ban bekas serta silika yang dibuat dari sekam padi. Pirolisis sendiri merupakan proses penguraian material dengan pemanasan pada suhu tinggi.
Angka 65 persen tersebut dihitung menggunakan skema sertifikasi ISCC PLUS dengan pendekatan mass balance sebagai sistem lacak balak. Dalam metode ini, bahan baku bersertifikat dari biomassa atau material terbarukan lainnya tetap bisa dicampur secara fisik dengan bahan baku berbasis fosil. Namun, proporsi masing-masing material dicatat secara terpisah.
Jumlah bahan baku bersertifikat yang kemudian dialokasikan ke produk disesuaikan dengan jumlah material bersertifikat yang diperoleh pada awal proses produksi.
Untuk material karetnya, Bridgestone menggunakan karet alam dari rantai pasok yang sudah melewati proses uji tuntas perusahaan. Material tersebut memenuhi Sistem Penjaminan GPSNR dan telah diverifikasi oleh pihak ketiga.
Upaya menekan jejak karbon juga dilakukan di pabrik. Bridgestone mengalokasikan 100 persen energi terbarukan untuk kebutuhan panas dan listrik dalam produksi ban, sebagai bagian dari target mencapai netralitas karbon.
Sementara untuk distribusi, emisi CO₂ dari logistik ditekan melalui penggunaan transportasi rendah karbon. Dalam pengiriman ban GEN4, Bridgestone bekerja sama dengan DHL melalui solusi GoGreen Plus.

Bridgestone juga menggandeng sejumlah mitra untuk menjalankan inisiatif keberlanjutan di sepanjang rantai nilai, termasuk pengembangan proses daur ulang kimia untuk ban yang sudah habis masa pakainya.
Menariknya, semua upaya tersebut diterapkan pada ban yang akan menopang mobil Formula E paling ekstrem sejauh ini. Mobil GEN4 mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 1,8 detik, dengan kecepatan maksimum mencapai 335 km/jam.
Tenaganya juga bukan main-main. GEN4 memiliki daya puncak 600 kW atau setara 815 bhp dan menggunakan sistem penggerak semua roda aktif permanen atau All-Wheel Drive. Formula E menyebutnya sebagai mobil paling cepat dan paling bertenaga yang pernah digunakan dalam kejuaraan tersebut.
Untuk GEN4, Bridgestone menyiapkan dua jenis ban. Pertama, POTENZA GEN4 yang dirancang menawarkan daya cengkeram tinggi, kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi jalan dan cuaca, serta daya tahan dari awal hingga akhir balapan.
Kedua adalah POTENZA GEN4 for TYPHOON TYRE, ban khusus untuk kondisi basah dengan genangan air tinggi. TYPHOON TYRE merupakan spesifikasi yang ditetapkan FIA untuk menghadapi kondisi hujan lebat di Formula E.
Kedua ban tersebut diperkenalkan dalam Peluncuran Perdana Global Bridgestone Formula E di Roma, Italia, pada 30 September. Acara ini dihadiri perwakilan FIA, Formula E, tim dan pembalap, media global, serta influencer.
Hiroshi Imai, Executive Officer, CPO and Head of Global Motorsports Bridgestone, bersama Emilio Tiberio, WEST CTO Bridgestone, memaparkan teknologi di balik ban GEN4. Ban dengan logo dan elemen desain motorsport terbaru Bridgestone itu juga untuk pertama kalinya diperlihatkan kepada publik.
Setelah acara, peserta diajak mengunjungi Bridgestone Technical Center Europe. Di sana mereka melihat langsung fasilitas produksi serta proses pengembangan ban dari balik layar bersama para insinyur dan pengemudi penguji.

Yasuhiro Morita, Global CEO dan Representative Executive Officer Bridgestone Corporation, menyebut kembalinya Bridgestone ke Kejuaraan Dunia FIA sebagai langkah baru yang sejalan dengan sejarah perusahaan di dunia motorsport.
“Kembalinya kami ke Kejuaraan Dunia FIA merupakan langkah baru yang menarik dan mencerminkan sejarah Bridgestone yang sarat semangat dan inovasi. Berlandaskan misi perusahaan kami, ‘Serving Society with Superior Quality,’ kami terus melampaui batas melalui upaya tanpa henti untuk mencapai performa terbaik serta tanggung jawab terhadap masa depan yang lebih baik lewat aktivitas motorsport,” ujar Morita.
Ia menambahkan, Formula E menjadi panggung untuk mengembangkan keseimbangan antara performa dan keberlanjutan.
“Di panggung tertinggi Formula E, kami akan terus mengembangkan keseimbangan antara performa dan keberlanjutan sekaligus membuka jalan menuju masa depan mobilitas yang baru. Bersama penyelenggara, tim, pembalap, mitra, dan penggemar, kami menantikan terciptanya masa depan yang baru.”
Dari sisi Formula E, CEO Jeff Dodds menyambut masuknya Bridgestone sebagai pemasok ban tunggal mulai musim 2026/27 dan seterusnya.
“Kami dengan senang hati menyambut Bridgestone di Formula E sebagai pemasok ban tunggal kami untuk musim 2026/27 dan seterusnya. Dengan memadukan warisan motorsport yang kaya dan inovasi keberlanjutan mutakhir, Bridgestone merupakan mitra yang tepat saat kami memasuki era baru yang menarik ini,” kata Dodds.
Menurutnya, mobil GEN4 menjadi puncak pengembangan motorsport berkelanjutan dan kerja sama dengan Bridgestone akan membantu Formula E terus mendorong perkembangan balap listrik.
Sementara itu, Marek Nawarecki, Senior Circuit Sport Director FIA, mengatakan ban akan memegang peranan penting dalam mengimbangi performa dan efisiensi yang ditawarkan mobil generasi baru Formula E.
“Penunjukan Bridgestone sebagai pemasok ban tunggal Kejuaraan Dunia ABB FIA Formula E menandai babak baru yang menarik saat kami memasuki era GEN4. Ban akan berperan penting dalam menghadirkan performa dan efisiensi yang diharapkan dari generasi baru mobil Formula E ini,” ujarnya.
Hiroshi Imai juga menegaskan bahwa pengembangan POTENZA GEN4 dilakukan untuk mengimbangi peningkatan performa mobil GEN4.
“Kami sangat senang dapat memperkenalkan teknologi dan semangat Bridgestone kepada dunia melalui panggung baru Formula E. Dalam mengembangkan POTENZA GEN4, kami mendorong teknologi hingga batas maksimal untuk sepenuhnya mengoptimalkan performa luar biasa GEN4,” ujar Imai.
Menurut Imai, POTENZA GEN4 for TYPHOON TYRE menjadi salah satu bagian penting dari evolusi ban Formula E di era GEN4.
“Secara khusus, POTENZA GEN4 for TYPHOON TYRE yang baru diperkenalkan menjadi simbol evolusi pada era GEN4, sehingga para pembalap dapat menghadapi kondisi basah dengan penuh percaya diri. Dengan menopang GEN4 yang telah berkembang secara signifikan dari permukaan jalan, kami juga mendorong berbagai inisiatif menuju netralitas karbon dan sirkularitas sumber daya demi mewujudkan motorsport yang berkelanjutan.”
Musim 2026/27 Formula E dijadwalkan dimulai pada Desember 2026 dan mencakup 21 balapan di berbagai negara hingga Juli 2027. Bridgestone akan memasok ban untuk seluruh seri sekaligus menjadi sponsor utama pada sejumlah balapan. ![]()


