Harley-Davidson memutuskan hengkang dari MotoAmerica King of the Baggers. Pabrikan asal Milwaukee, Amerika Serikat ini mengumumkan bahwa partisipasi tim pabrikan sekaligus dukungan resmi tim di kelas tersebut berakhir setelah musim 2026.

Kabar ini datang bersamaan dengan perubahan arah program balap Harley-Davidson yang diumumkan pada 1 Oktober 2026. Mulai 2027, program balap mereka dibagi jadi dua jalur, yaitu Premier Racing dan Grassroots Racing.

Soal King of the Baggers, catatan Harley-Davidson Factory Racing Team memang tebal. Dari enam gelar juara nasional yang diperebutkan, tiga di antaranya berhasil dibawa pulang. Mereka juga punya Kyle Wyman, pembalap tersukses sepanjang sejarah kategori ini dengan 27 kemenangan individu.

Harley-Davidson turut menyebut peran MotoAmerica dalam membangun kelas ini, termasuk lewat Richard Varner, Chuck Aksland, Terry Karges, dan Wayne Rainey.

Jason Kehl, Technical Director sekaligus Team Principal Harley-Davidson Factory Racing, menyampaikan terima kasihnya.

“Terima kasih untuk MotoAmerica atas kerja sama dan komitmennya di King of the Baggers. Tanpa dukungan mereka dan balapan seru di seri ini, kami tidak akan meraih kesuksesan seperti sekarang,” kata Kehl.

Nama lain yang ikut disebut Kehl adalah Indian Motorcycle Racing. Menurutnya, Indian selalu hadir dengan persaingan sengit di setiap musim dari total enam musim yang sudah berjalan.

“Punya rival yang terus mendorong kami naik level bikin tim ini jadi lebih baik, ikut mengangkat seluruh kategori, dan membuat kemenangan terasa jauh lebih bermakna,” lanjutnya.

Kehl juga bicara soal orang-orang di balik kesuksesan itu. “Kami sangat bangga dengan apa yang sudah dicapai Harley-Davidson Factory Racing, para pembalap, karyawan, tim yang kami dukung, serta para mitra. Semua itu dibangun dari komitmen dan kemampuan teknis sekelompok orang luar biasa, ditambah dukungan para fans. Semangat begitu banyak penggemar Harley-Davidson jadi salah satu alasan utama kategori bagger terus tumbuh,” beber Kehl.

Meski tim pabrikan berhenti, ilmu yang terkumpul selama ini tidak ikut berhenti. Keahlian rekayasa, wawasan performa, dan semangat kompetitif yang dibangun di lintasan akan makin banyak dipakai untuk mendukung FIM Harley-Davidson Bagger World Cup, pengembangan motor, serta produk performa Screamin’ Eagle dan suku cadang performa lainnya.

Bagger World Cup sendiri jadi pusat dari jalur Premier Racing. Kejuaraan ini lahir lewat kerja sama dengan MotoGP, IRTA, dan FIM, dan musim perdananya dianggap melampaui ekspektasi. Pada 2027, Harley-Davidson akan menambah jumlah tim, pembalap, dan seri balapannya. Rincian lineup dan jadwal baru akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.

Jeffrey Schuessler, Director Global Racing Programs Harley-Davidson, menyebut hasil musim pertama sebagai sesuatu yang di luar dugaan.

“Apa yang kami capai di musim perdana FIM Harley-Davidson Bagger World Cup melampaui ekspektasi. Kami melihat balapan luar biasa, lima pemenang balapan yang berbeda, setiap tim naik podium, dan perebutan gelar juara yang baru selesai di seri terakhir. Tapi yang paling bikin saya bangga adalah bagaimana tim, pembalap, mitra, dealer, dan seluruh komunitas Harley-Davidson ikut mendukung kejuaraan ini sampai terwujud di berbagai belahan dunia. Ini baru garis start. Kami sekarang punya fondasi yang kuat untuk terus dibangun, dan peluang di depan kami sangat besar,” ujar Schuessler.

Bryan Niketh, Chief Operations Officer Harley-Davidson, menambahkan bahwa Bagger World Cup akan tetap jadi wadah pengembangan dan demonstrasi performa Harley-Davidson, termasuk untuk motor-motor mendatang dan produk Screamin’ Eagle turunan balap.

“Screamin’ Eagle adalah tempat rekayasa Harley-Davidson bertemu dengan pengejaran performa tanpa henti. Membawa pelajaran dari lintasan dan menghadirkan produk performa terkait untuk para pengendara kami semakin menegaskan pentingnya strategi balap yang berevolusi ini,” kata Niketh.

Di jalur satunya, Grassroots Racing disiapkan untuk membuka peluang balap yang lebih terjangkau bagi pengendara dari berbagai disiplin dan level pengalaman.

Artie Starrs, President dan CEO Harley-Davidson, merangkum arah barunya.

“Strategi balap kami yang berevolusi ini menginspirasi kita semua untuk riding, dengan menempatkan motor Harley-Davidson tercepat di panggung terbesar, sekaligus membawa semangat kompetitif yang sama ke audiens yang lebih luas lewat program grassroots,” ucap Starrs.

“Entah itu adu gengsi di lintasan drag lokal, podium di flat track, atau tantangan antar dealer, semua orang punya kesempatan untuk bertanding dan menang di atas Harley-Davidson,” pungkasnya.