Lebih dari 25 tahun berada di Indonesia, Kia Carens sudah melewati cukup banyak ubahan. Dari sekadar MPV keluarga dengan misi sederhana membawa banyak orang, Carens kini mulai masuk ke era baru yang lebih serius: elektrifikasi.

Arah tersebut mulai terlihat lewat Carens EV Concept yang dipamerkan Kia di GIIAS BSD 2026. Meski belum menjadi model produksi, konsep ini setidaknya memberi gambaran ke mana Carens akan dibawa berikutnya, tanpa meninggalkan resep lama yang membuatnya tetap relevan sebagai mobil keluarga.

 

Ruang kabin yang lega masih menjadi bagian penting. Begitu juga konfigurasi tiga baris, fleksibilitas kabin, dan kenyamanan untuk digunakan setiap hari. Bedanya, sekarang Carens juga harus bicara soal desain, teknologi, konektivitas, sampai pilihan sumber tenaga.

Welly Nugroho, VP Commercial Kia Sales Indonesia, melihat perubahan tersebut sebagai bagian dari perjalanan Carens yang memang harus terus mengikuti kebutuhan konsumen.

“Dulu, banyak orang mengenal Carens karena kabinnya yang lapang. Sekarang, mereka juga melihat desain, teknologi, dan bagaimana mobil itu terasa saat digunakan. Carens perlu terus mengikuti perubahan itu tanpa kehilangan hal yang sejak awal dicari penggunanya,” ujarnya.

Cerita Carens di Indonesia sendiri dimulai pada 2000. Kia kemudian menghadirkan Carens II pada 2003. Menariknya, generasi ini sempat dirakit di Indonesia melalui skema Completely Knocked Down (CKD).

Sepuluh tahun setelah debut pertamanya, All New Carens meluncur dengan kapasitas tujuh penumpang. Model yang hadir pada 2013 ini membawa gril Tiger Nose dan mesin 2,0 liter, sekaligus memperkenalkan Flex Steer yang memungkinkan pengemudi memilih karakter kemudi Comfort, Normal, atau Sport.

Carens juga bukan pemain yang sekadar numpang lewat. Pada tahun peluncurannya, model ini meraih kategori Medium MPV di mobilmotor Indonesian Car of the Year (ICOTY). Setahun kemudian, penghargaan OTOMOTIF Award 2014 menobatkannya sebagai Best Mid MPV.

Di Auto Bild Award, Carens bahkan memenangkan kategori Medium MPV selama tiga tahun berturut-turut hingga 2015. Pada penghargaan terakhir tersebut, keandalan mesin dan efisiensi bahan bakar ikut menjadi pertimbangan.

Masuk generasi keempat pada 2022, karakter Carens kembali berubah. Kia memperkenalkannya di GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) pada Maret sebelum meluncurkannya secara resmi di GIIAS pada Agustus. Pilihan enam dan tujuh penumpang tersedia, dengan captain seats menjadi pembeda utama konfigurasi enam penumpang.

Responsnya juga cukup menarik. Saat GIIAS 2022, Carens bersama Sonet menjadi kontributor terbesar dalam total penjualan Kia.

Cerita tersebut berlanjut pada 2026 ketika Kia memperkenalkan The all-new Carens di Indonesia International Motor Show (IIMS). Pilihan enam dan tujuh penumpang kembali dipertahankan, tetapi pendekatannya semakin modern.

Versi enam penumpang dengan captain seats menyasar kenyamanan penumpang baris kedua, sedangkan konfigurasi tujuh penumpang menawarkan kapasitas yang lebih besar. Di bagian depan, Digital Tiger Face dengan Diamond Finish Decor memberikan wajah baru, ditemani Star Map LED Connected Tail Lamps dan velg R17 Crystal Cut Dual Tone.

Kabin juga tidak lagi sekadar soal banyaknya ruang. Electric One-Touch Tumble Seat membuat akses menuju baris ketiga lebih praktis. Immersive Dual Panoramic Display serta fitur keselamatan ADAS pada varian tertentu memperlihatkan bagaimana Carens mulai bermain di wilayah teknologi yang semakin kompleks.

Pasarnya pun merespons. Sejak muncul di IIMS 2026, The all-new Carens mendominasi keseluruhan penjualan Kia selama pameran. Di GIIAS Jakarta 2026, model ini kembali mendapat respons positif dengan dipilih pengunjung sebagai Favorite Passenger Car MPV.

Namun, kejutan sebenarnya justru datang dari mobil yang belum dijual.

Di GIIAS yang sama, Kia memajang Carens EV Concept. Dari luar mungkin masih membawa identitas Carens, tetapi sumber tenaganya sudah mengarah ke masa depan. Konsep ini mempertahankan kabin tiga baris yang fleksibel sekaligus membawa teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan mobilitas listrik.

Panoramic display, panoramic sunroof, fitur konektivitas, hingga Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) menjadi bagian dari konsep tersebut. Fokusnya tetap sama, membuat perjalanan keluarga lebih nyaman dan praktis, hanya saja kali ini dengan motor listrik sebagai penggeraknya.

Tak kalah penting, Carens EV Concept juga berkaitan dengan rencana Kia membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pengembangannya melibatkan kapabilitas manufaktur lokal dan pasokan baterai di dalam negeri, sekaligus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik Kia.

Saat ini, TKDN kendaraan listrik Kia sudah melewati persyaratan minimum pemerintah sebesar 40 persen. Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga mendekati 80 persen.

“Kebutuhan keluarga tetap menjadi inti dari pengembangan Carens. Dengan hadirnya pilihan penggerak listrik, kami ingin membawa pilihan baru yang tetap nyaman, praktis, dan mudah digunakan sehari-hari. Berikut dengan dukungan produksi lokal yang juga menjadi bagian penting agar pengembangannya semakin sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Melalui konsep yang kami tampilkan di GIIAS, masyarakat sudah bisa melihat arah yang sedang kami siapkan,” tutup Welly.