Hyundai JUMP School Indonesia memasuki tahun ketiga dengan memperluas jangkauan ke Surabaya. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai mitra baru untuk melengkapi kolaborasi yang sudah berjalan bersama Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pada Batch 3, sebanyak 100 mahasiswa relawan akan terlibat dalam kegiatan pendampingan di 20 pusat pembelajaran dan sekolah di Jakarta, Bandung, serta Surabaya. Rinciannya terdiri dari 40 mahasiswa UI, 30 mahasiswa ITB, dan 30 mahasiswa ITS. Dengan tambahan tersebut, total mahasiswa yang pernah berpartisipasi sejak program ini hadir di Indonesia pada September 2024 mencapai 250 orang.

Hyundai JUMP School pertama kali berjalan bersama UI pada Batch 1 yang berlangsung hingga Juni 2025. Pada Batch 2, program ini menggandeng ITB dan memperluas jangkauan dari Jabodetabek ke Bandung. Kini, masuknya ITS menandai ekspansi pertama program ke Surabaya. Secara kumulatif, sekitar 1.400 siswa telah menerima manfaat dari kegiatan pembelajaran dan mentoring ini.

Kenny Lee, President Director PT Hyundai Motors Indonesia, mengatakan, “Memasuki tahun ketiganya, Hyundai JUMP School Indonesia terus mencerminkan keyakinan kami bahwa sebuah kemajuan akan semakin bermakna ketika mampu memberikan dampak positif bagi sesama. Melalui program ini, kami ingin memberdayakan generasi muda untuk terus belajar, berbagi, dan menginspirasi generasi berikutnya.”

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa relawan memberikan pendampingan belajar sekaligus dukungan emosional kepada siswa sekolah. Mereka juga mendapat bimbingan dari mentor profesional, termasuk karyawan Hyundai, untuk mengembangkan kemampuan akademik, profesional, komunikasi, dan kepemimpinan. Model ini mempertemukan siswa, mahasiswa relawan, dan mentor dalam proses pembelajaran dua arah.

Dadan Erwandi, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UI, menilai program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mendukung perkembangan siswa yang lebih muda. Sementara itu, Muhamad Insanu, Direktur Kemahasiswaan ITB, menyoroti kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan empati, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial di luar ruang kelas.

Kehadiran ITS membuka kesempatan serupa bagi mahasiswa di Surabaya. Nurul Widiastuti, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, menyambut kolaborasi tersebut karena memberi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan di luar kampus sekaligus memahami kebutuhan komunitas di sekitarnya.

Seremoni pada 7 Oktober 2026 menandai kelulusan Batch 2, dimulainya Batch 3, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama mitra yang terlibat.

Hyundai JUMP School sendiri pertama kali diperkenalkan di Korea Selatan pada 2013 sebelum berkembang ke sejumlah negara, termasuk Vietnam dan Indonesia.