Mandalika bukan sirkuit asing buat Veda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia asal Gunungkidul ini pernah turun di sini sebagai wildcard Asia Talent Cup pada 2021. Kini ia kembali dengan status pembalap Moto3.

Minggu (11/10/2026), Veda menuntaskan Pertamina Grand Prix of Indonesia di posisi keenam. Ia start dari urutan ketujuh, naik satu tingkat, sekaligus jadi pembalap Honda yang finis paling depan. Selisihnya 12,017 detik dari pemenang.

Kondisi lintasan tidak bersahabat. Para pembalap harus melahap 20 lap dengan angin yang berkali-kali ganti arah, ditambah udara panas dan lembap seperti biasa.

Begitu lampu start padam, David Almansa (Liqui Moly Dynavolt IntactGP) merebut posisi terdepan. Di belakangnya ada Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo), Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team), dan Adrian Fernandez (Leopard Racing). Veda langsung naik ke urutan keenam.

Lap berikutnya rombongan depan saling sikut dan Veda ikut masuk ke dalamnya. Ia sempat menduduki posisi kedua. Di barisan yang sama ada duet Leopard Racing, Fernandez dan Guido Pini, yang juga start kencang dan langsung ikut berebut podium.

Fernandez sempat jadi rider Honda paling kuat dalam kelompok tiga pembalap yang mengejar pemimpin balapan. Duelnya dengan Almansa dan Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) berjalan sengit, sampai Carpe terjatuh di tikungan 10 setelah bersinggungan dengannya.

Pembalap Spanyol itu ikut terseret insiden tersebut. Motornya rusak dan ia turun ke kelompok di belakang, tempat Veda dan Pini berada.

Ketiganya bekerja keras di fase akhir, tapi jarak ke barisan depan tak sempat tertutup. Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) finis keempat. Veda keenam, Fernandez ketujuh, dan Pini kedelapan. Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) menempati posisi kesembilan, lalu Scott Ogden (CIP Green Power) melengkapi sepuluh besar. Jesus Rios (Rivacold Snipers Team) juga mengamankan poin di urutan ke-15.

Sepuluh poin dari Mandalika membuat total Veda jadi 115 poin. Ia naik ke peringkat tujuh klasemen, melewati Hakim Danish dan Matteo Bertelle yang sama-sama mengantongi 109 poin.

Hasil ini datang dari musim debut yang naik turun. Di COTA, Veda mencatat gagal finis (DNF) untuk pertama kalinya. Di Hungaria ia kena long lap penalty karena menghalangi pembalap lain saat kualifikasi.

Pada 22 Maret 2026 di Brasil, Veda jadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium Moto3. Di Jerez ia menyalip 11 pembalap dan memecahkan rekor top speed kelas ini di angka 222,2 km per jam. Di Mugello ia start dari urutan ke-13 dan finis kedelapan.

Di depan, panggung Mandalika jadi milik Quiles. Ia mengambil alih pimpinan dari Almansa pada Lap 2 dan cepat membangun jarak hampir satu detik. Almansa sempat terjebak persaingan dengan pembalap di barisan tengah. Begitu berhasil lepas, jaraknya sudah telanjur jauh.

Quiles menang dan resmi jadi Juara Dunia Moto3 2026 lewat kemenangan ke-10 musim ini. Keunggulannya atas Almansa di klasemen mencapai 132 poin. Almansa finis kedua, sedangkan Uriarte ketiga setelah mengalahkan Bertelle pada lap-lap akhir. Uriarte kini juga menempati peringkat ketiga klasemen, menggeser rekan setimnya, Carpe.

Tidak semua pembalap Honda kebagian hasil bagus. Zen Mitani (Honda Team Asia) dan Eddie O’Shea (GRYD Racing) sama-sama kena grid penalty, begitu juga Kiattisak Singhapong (Rivacold Snipers Team) yang berada di barisan bawah. Ketiganya finis di posisi 16, 17, dan 19.

Joel Kelso (GRYD Racing) sebenarnya sedang menanjak dan sempat mengincar sepuluh besar. Sayangnya aa jatuh di tikungan 10 pada lap terakhir. Duet SIC58 Squadra Corse, Casey O’Gorman dan Leo Rammerstorfer, juga tidak finis karena sama-sama terjatuh di tikungan 4 pada lap 3.

Para pembalap Moto3 sekarang punya jeda singkat sebelum tiga seri beruntun di Australia, Malaysia, dan Qatar.

Adapun Grand Prix Australia di Phillip Island bakal berlangsung pada 23-25 Oktober, yang jadi Ronde 18 musim ini.