Balapan kandang Mario Suryo Aji di Moto2 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berakhir tanpa tambahan poin. Pembalap Idemitsu Honda Team Asia itu finis di posisi ke-20 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026). Koleksi poinnya musim ini masih tertahan di angka tiga.

Hasil itu melanjutkan akhir pekan yang tidak mudah bagi Mario. Pada Jumat (9/10/2026), ia terjatuh di tikungan 1 saat sesi Practice dan mengakhiri latihan di urutan ke-23. Di Q1, ia mencatat waktu 1 menit 32,922 detik. Setelah perubahan susunan grid, Mario akhirnya memulai balapan dari posisi ke-21.

Meski start dari barisan belakang, Mario sempat mendapatkan peluang untuk masuk zona poin. Balapan baru berjalan singkat sebelum bendera merah dikibarkan menyusul insiden di tikungan 1 yang melibatkan David Alonso, Daniel Holgado, Collin Veijer, dan Joe Roberts. Keempat pembalap itu terjatuh bersamaan, sementara Mario berhasil menghindari kecelakaan dan naik ke posisi ke-14 sebelum balapan dihentikan.

Peluang tersebut harus kembali diperjuangkan setelah restart sekitar lima menit kemudian. Jarak balapan dipangkas dari 22 lap menjadi 14 lap, sedangkan susunan grid kembali mengacu pada hasil kualifikasi. Mario pun harus mengawali balapan ulang dari posisi ke-21.

Pada balapan kedua, Mario kesulitan mempertahankan posisinya. Manajer tim Hiroshi Aoyama menjelaskan bahwa pembalap Indonesia itu belum mampu menunjukkan kecepatan terbaiknya pada fase awal setelah restart. Posisinya terus merosot sebelum ritme balapnya perlahan membaik.

Namun, upaya untuk bangkit tidak berjalan mulus. Mario mendapat long lap penalty akibat berulang kali melampaui batas lintasan. Penalti tersebut membuatnya kehilangan satu posisi lagi. Ia akhirnya finis di P20, terpaut 27,934 detik dari pemenang, dan gagal menambah poin di hadapan pendukung sendiri.

Mario mengakui kesalahan kecil setelah restart menjadi salah satu penyebab hilangnya beberapa posisi. Ia sempat mencoba menyalip dan mengembalikan ritme balap, tetapi rapatnya persaingan membuatnya kesulitan mengejar pembalap di depan. Menurutnya, peningkatan posisi start juga menjadi pekerjaan penting untuk menghadapi balapan berikutnya.

Gagal meraih hasil lebih baik di Grand Prix kandang tentu mengecewakan. Meski demikian, Mario kini memiliki waktu sepekan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental sebelum kembali bersaing di seri Australia.

Sementara Mario harus pulang tanpa poin, rekan setimnya, Taiyo Furusato, berhasil mengamankan dua poin melalui finis di posisi ke-14. Rookie asal Jepang itu menyelesaikan balapan dengan selisih 16,555 detik dari pemenang. Hasil tersebut sebenarnya masih di bawah potensinya setelah ia sempat menempati posisi kedelapan sebelum red flag.

Setelah restart, persaingan yang semakin agresif membuat Furusato beberapa kali terdorong melebar. Situasi itu mengganggu ritmenya dan menyulitkan upayanya untuk kembali merangsek ke depan. Meski demikian, finis di zona poin membuat Idemitsu Honda Team Asia tetap membawa pulang hasil positif dari Mandalika.

Di barisan depan, Izan Guevara dari BLU CRU Pramac Yamaha Moto2 keluar sebagai pemenang dengan waktu 21 menit 44,433 detik. Alex Escrig sempat memimpin setelah restart, tetapi masalah pada motornya muncul dua lap menjelang finis. Kesempatan itu dimanfaatkan Manuel Gonzalez untuk mengamankan posisi kedua dengan selisih 3,570 detik dari Guevara, sementara Daniel Holgado melengkapi podium.

Usai balapan kandang yang mengecewakan, Mario dan tim kini mengalihkan perhatian ke seri berikutnya di Australia. Idemitsu Honda Team Asia akan berlaga di Phillip Island pekan depan, sirkuit cepat dengan karakter mengalir yang menjadi salah satu favorit Mario.

Seri tersebut juga memiliki arti khusus karena Phillip Island dijadwalkan menggelar Grand Prix Australia untuk terakhir kalinya sebelum kalender 2027 memindahkan balapan ke Adelaide Street Circuit. Mario berharap bisa memaksimalkan kesempatan di sirkuit favoritnya itu sekaligus menebus hasil yang kurang memuaskan di Mandalika.