Permaisuri Ban punya alasan tersendiri memilih Gading Serpong sebagai rumah barunya. Bukan sekadar mencari lokasi yang lebih strategis, kepindahan ini juga menjadi cara meneruskan cita-cita Wibowo Santosa, sosok yang dikenal dengan nama Shane dan membangun nama Permaisuri di dunia modifikasi Indonesia, khususnya sektor kaki-kaki mobil.
Setelah puluhan tahun identik dengan kawasan Mahakam, Jakarta Selatan, Permaisuri Ban kini membuka babak baru di Gading Serpong, Tangerang. Outlet yang resmi dibuka pada Sabtu (19/9/2026) ini menjadi langkah untuk mendekatkan diri kepada konsumen di Tangerang dan sekitarnya.
Buat DeepEnd, perpindahan ini punya cerita tersendiri. Pada artikel sebelumnya, kami sudah mengulas bagaimana Permaisuri menjadi tempat belajar soal velg, ban, dan dunia modifikasi sejak 2000. Kali ini, ada sisi lain yang menarik, yaitu bagaimana Permaisuri meneruskan keinginan pendirinya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan pasar.
Meneruskan Keinginan Shane
Eric Tanzil, Vice President Permaisuri Ban, menjelaskan bahwa pembukaan cabang Gading Serpong memang sudah menjadi salah satu keinginan almarhum Wibowo Santosa.
- Eric Tanzil, Vice President Permaisuri Ban
“Jadi untuk alasannya adalah karena Permaisuri Ban ini owned by almarhum Bapak Wibowo Santosa, dan beliau ini sudah menyampaikan keinginannya untuk membuka cabang di Gading Serpong, sehingga kita meneruskan cita-cita dari almarhum untuk membuka cabang baru di sana,” ujar Eric.
Artinya, kehadiran outlet ini bukan keputusan yang muncul begitu saja setelah Shane berpulang. Ada rencana yang sudah disampaikan sebelumnya, lalu diteruskan oleh tim Permaisuri Ban.
Pemilihan Gading Serpong juga didasari perkembangan kawasan yang cukup pesat. Semakin banyak keluarga baru yang tinggal di wilayah ini, sehingga membuka peluang bagi Permaisuri untuk menjangkau konsumen yang selama ini mungkin harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk mendapatkan produk dan layanannya.
Perubahan ekosistem otomotif ikut menjadi pertimbangan. Tren kendaraan listrik dan kehadiran fasilitas pengisian daya berskala besar di kawasan tersebut menjadi gambaran bagaimana kebutuhan pemilik mobil terus berkembang.
Permaisuri ingin lebih dekat dengan konsumen di Gading Serpong, Alam Sutera, dan sekitarnya. Dengan begitu, akses terhadap produk dan layanan yang ditawarkan bisa lebih mudah, tanpa harus selalu datang ke kawasan Mahakam.
Fokus Pada Produk Original
Di outlet Gading Serpong, fokus utama Permaisuri tetap pada wheels and tires alias velg dan ban. Eric menegaskan bahwa seluruh produk yang dijual merupakan barang original.
Pilihan ban yang tersedia tidak terbatas pada produk aftermarket untuk kebutuhan modifikasi. Permaisuri juga menyediakan ban original equipment (OE), yakni ban yang ditujukan untuk memenuhi spesifikasi bawaan pabrikan, termasuk untuk sejumlah mobil bermesin konvensional maupun kendaraan listrik.

Kebutuhan setiap pemilik mobil tentu berbeda. Ada yang ingin mempertahankan spesifikasi standar kendaraan, ada pula yang ingin mengubah tampilan atau karakter berkendara lewat kombinasi velg dan ban aftermarket.
Untuk kebutuhan tersebut, Permaisuri menyediakan pilihan velg dari merek seperti Vossen, Rays, OZ Racing, Enkei, dan Vorsteiner. Pilihan bannya mencakup Pirelli, Hankook, Michelin, Toyo, Falken, serta sejumlah merek lainnya.
Produk yang ditawarkan juga tidak berhenti di velg dan ban. Konsumen bisa menemukan lowering kit, coilover suspension, aksesori kecil, hingga produk lifestyle seperti topi, tas, dan merchandise.
Dengan pilihan tersebut, outlet Gading Serpong menyasar konsumen dengan kebutuhan yang beragam. Mulai dari pemilik mobil yang perlu mengganti ban, mereka yang ingin mengubah tampilan kendaraan, sampai penggemar modifikasi yang sedang mencari komponen kaki-kaki tertentu.
Bukan Cuma Jual Barang, Layanan Juga Jadi Andalan
Menurut Eric, seluruh outlet Permaisuri Ban menerapkan standar layanan yang sama. Konsumen yang membeli velg atau ban bisa mendapatkan layanan spooring, balancing, pengisian angin, dan rotasi ban secara gratis.
Layanan tersebut membuat pengalaman berbelanja tidak berhenti setelah transaksi dan pemasangan produk selesai. Konsumen juga mendapatkan dukungan untuk menjaga kondisi ban dan roda kendaraannya.
Di outlet Gading Serpong, kapasitas pengerjaan mencapai sekitar lima sampai enam mobil dalam satu waktu. Layanannya mencakup penggantian velg, ban dan suspensi, serta spooring dan balancing.
Peralatan yang digunakan turut menjadi bagian penting dari layanan tersebut. Permaisuri mengandalkan perangkat Hunter asal Amerika Serikat, termasuk tyre changer Hunter Revolution untuk membantu proses bongkar-pasang ban. Sementara itu, pekerjaan spooring dan balancing juga menggunakan peralatan dari merek yang sama.
Penggunaan alat yang tepat menjadi penting, terutama saat menangani kombinasi ban dan velg dengan ukuran maupun karakter berbeda. Proses pemasangan membutuhkan ketelitian agar ban dan velg tetap terjaga selama pengerjaan.
Bagi konsumen yang belum yakin menentukan pilihan, Permaisuri juga menyediakan kesempatan untuk berkonsultasi dan mencoba velg pada mobil sebelum mengambil keputusan. Cara ini memberi gambaran lebih nyata tentang tampilan akhir kendaraan setelah velg terpasang.
Jadi, konsumen tidak harus hanya mengandalkan foto atau membayangkan hasil akhirnya dari katalog.
Menggandeng Komunitas Untuk Mendekatkan Diri
Membuka outlet di kawasan baru tentu tidak cukup hanya dengan memasang papan nama dan menunggu konsumen datang. Permaisuri juga berupaya memperkenalkan diri melalui komunitas mobil yang memiliki basis pengguna di Tangerang dan sekitarnya.
Eric menyebut Permaisuri mulai menggandeng sejumlah komunitas. Salah satunya Beyond Community, komunitas pengguna mobil BYD, yang baru-baru ini mengikuti kegiatan group spooring dalam jumlah besar.

Kegiatan tersebut menjadi cara untuk memperkenalkan Permaisuri kepada komunitas sekaligus memberi kesempatan kepada para anggotanya merasakan langsung fasilitas dan peralatan yang digunakan di outlet.
Pendekatan ini cukup relevan karena kebutuhan pemilik mobil tidak selalu berhenti pada pembelian produk. Mereka juga membutuhkan tempat untuk berdiskusi, merawat kendaraan, dan mencari referensi dari sesama pengguna mobil.
Melalui kegiatan komunitas, Permaisuri bisa memperkenalkan layanannya secara langsung. Anggota komunitas tidak hanya mendengar bahwa outlet ini menggunakan peralatan Hunter, tetapi juga bisa melihat bagaimana perangkat tersebut digunakan saat pengerjaan spooring.
Ke depannya, pendekatan semacam ini diharapkan dapat mempertemukan nama Permaisuri yang sudah lama dikenal penggemar velg dengan konsumen baru di Gading Serpong, Alam Sutera, dan kawasan sekitarnya.
Babak Baru, Cerita Yang Tetap Berlanjut
Kepindahan dari Mahakam ke Gading Serpong memperlihatkan bagaimana Permaisuri Ban berupaya menjaga identitasnya sambil menyesuaikan diri dengan perkembangan kawasan dan kebutuhan konsumen.
Nama Shane tetap menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Keinginannya membuka cabang di Gading Serpong kini diteruskan melalui outlet yang menawarkan produk velg dan ban original, layanan perawatan roda, serta pendekatan yang lebih dekat dengan komunitas mobil.

Buat DeepEnd, ada kesinambungan yang menarik di sini. Dulu, Permaisuri menjadi tempat untuk mempelajari seluk-beluk velg dan kaki-kaki mobil. Kini, di lokasi baru, pengetahuan produk, layanan, dan pengalaman konsumen tetap menjadi bagian dari hal yang ditawarkan.
Dunia otomotif terus berubah. Kendaraan listrik semakin mendapat tempat, kawasan hunian berkembang, dan kebutuhan pemilik mobil semakin beragam. Permaisuri pun bergerak mengikuti perubahan tersebut.
Mahakam menjadi bagian penting dari sejarahnya. Gading Serpong kini menjadi tempat untuk meneruskan perjalanan itu.
Di balik perpindahan tersebut, ada satu cita-cita Shane yang akhirnya menemukan rumah baru. ![]()




