BRABUS P 900 ROCKET EDITION memperlihatkan bagaimana sebuah Mercedes-AMG G 63 dapat dikembangkan menjadi kendaraan dengan karakter yang berbeda tanpa meninggalkan konfigurasi kabin empat pintu. Dan ini menjadi sebuah identitas mahakarya, bahwa mobil kencang pun tak cukup ideal di mata BRABUS.

Berbasis Mercedes-AMG G 63 generasi W 465, proyek terbaru divisi coachbuilding BRABUS ini menggabungkan bodi pickup dengan mesin V8 biturbo berkapasitas 4,5 liter yang menghasilkan tenaga 900 PS. Akselerasi dari posisi diam hingga 100 km/jam diklaim hanya membutuhkan 3,7 detik, sementara kecepatan maksimumnya dibatasi secara elektronik pada 240 km/jam. BRABUS juga membatasi produksinya hanya 10 unit untuk pasar global.

DeepEnd mengajak DeepEnder berpikir lebih dalam, “Apakah Jepang dan Amerika juga mau melakukan rekayasa yang sama?” Celah sempit ini memang bombastis, maka siapapun pemilik BRABUS P 900 ROCKET EDITION menganggap mahakarya ini sebagai pernyataan eksklusivitas yang tak perlu diterjemahkan lewat kata-kata.

Konsep pickup performa tinggi bukan hal baru bagi BRABUS. Pada Februari 2020, perusahaan asal Bottrop, Jerman, tersebut memperkenalkan BRABUS XLP berbasis Mercedes-AMG G 63, membuka jalan bagi pengembangan G-Class dengan bak kargo di belakang kabin penumpang.

P 900 ROCKET EDITION merupakan evolusi terbaru dari gagasan tersebut, dengan basis generasi W 465 dan pendekatan yang menempatkan performa jalan raya sebagai salah satu karakter utamanya. Perubahan yang dilakukan tidak berhenti pada penambahan kompartemen kargo, sebab proporsi bodi, konstruksi rangka, sistem suspensi, dan sistem penggerak harus disesuaikan untuk menghasilkan sebuah pickup yang tetap mampu menangani tenaga besar.

Bagian paling mendasar dari konversi ini berada pada struktur kendaraan. BRABUS merancang modul khusus untuk rangka ladder frame G-Class dengan bantuan perangkat lunak desain, konstruksi, dan simulasi. Melalui konstruksi tersebut, wheelbase diperpanjang tepat 500 mm dan suspensi roda belakang dipindahkan ke posisi yang sama jauhnya ke belakang. Perubahan ini diperlukan untuk menyediakan ruang bagi bak pickup tanpa mengorbankan kekakuan torsional rangka. Hasilnya, panjang keseluruhan kendaraan mencapai 5,38 meter, sedangkan lebarnya 2,06 meter dan tingginya 2,05 meter. Sebagai pembanding, G 63 standar tanpa ban serep di pintu belakang memiliki panjang 68,9 cm lebih pendek.

 

Konversi tersebut juga mempertahankan kabin penumpang empat pintu dengan tambahan dinding baja tepat di belakang baris kursi belakang. Panel pemisah ini dilengkapi kaca belakang berpemanas, sementara area kargo di belakangnya menggunakan lantai logam yang kokoh dan pintu bak berbahan logam dengan mekanisme bukaan ke samping. Dinding samping bak dibuat menggunakan material karbon melalui metode prepreg, sedangkan permukaan lantainya dilapisi soft teak dengan tulisan BRABUS berwarna merah.

Di balik dinding pemisah kabin, BRABUS turut mengintegrasikan dua kompartemen penyimpanan yang dapat dikunci dan kedap air. Susunan ini memperlihatkan bahwa perubahan menjadi pickup mencakup fungsi penyimpanan, struktur, dan akses kendaraan, bukan sekadar perubahan bentuk bagian belakang.

Pada sektor dapur pacu, BRABUS mengembangkan mesin yang disebut ROCKET 900, dengan kapasitas meningkat dari 3.982 cc pada mesin standar menjadi 4.407 cc. Pembesaran kapasitas tersebut melibatkan peningkatan diameter silinder menjadi 84 mm, penggunaan delapan piston tempa, serta crankshaft khusus dengan langkah piston 100 mm. Komponen crankshaft dibuat dari material padat melalui proses pemesinan dan diseimbangkan secara presisi, kemudian dipadukan dengan connecting rod performa tinggi.

Yang menarik di sini adalah BRABUS tidak hanya mengandalkan peningkatan kapasitas untuk mencapai tenaga 900 PS atau 662 kW, melainkan juga mengembangkan sistem induksi paksa dan pengelolaan mesin agar seluruh komponen bekerja sebagai satu kesatuan.

Sistem biturbo yang digunakan terdiri atas dua turbocharger khusus BRABUS dengan unit kompresor berukuran lebih besar dan konstruksi bearing yang diperkuat. Tekanan boost mencapai 1,4 bar, sedangkan dua katup BRABUS BoostXtra menghasilkan suara pelepasan tekanan ketika pengemudi mengurangi beban mesin. Pasokan bahan bakar ditingkatkan melalui pompa bertekanan tinggi khusus, sementara sistem pembuangan memakai downpipe berdiameter 76 mm, katalis logam, dan knalpot performa tinggi berbahan baja tahan karat dengan katup yang dapat dikendalikan.

Pengemudi bisa memilih karakter suara V8 yang lebih lantang dalam mode Sport atau pengoperasian lebih senyap melalui mode Coming Home. Pengaturan elektronik untuk injeksi bahan bakar, pengapian, dan tekanan turbo disesuaikan dengan komponen mekanis tersebut melalui pengujian di bangku mesin, sirkuit, dan jalan raya.

Mesin ini menghasilkan tenaga puncak 900 PS pada 6.200 rpm, sementara torsi maksimum 1.250 Nm tersedia pada 2.900 rpm. Namun, BRABUS membatasi torsi yang disalurkan di kendaraan menjadi 1.050 Nm untuk mengurangi beban pada komponen pemindah tenaga. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis sembilan percepatan dan sistem penggerak empat roda permanen, menghasilkan akselerasi 0–100 km/jam dalam 3,7 detik. Kecepatan tertinggi dibatasi secara elektronik pada 240 km/jam. Angka tersebut menempatkan P 900 ROCKET EDITION dalam kategori pickup dengan performa yang tidak lazim, terlebih ketika mempertimbangkan bentuk bodi, ukuran kendaraan, serta keberadaan bak kargo di belakang kabin.

Perubahan dimensi dan peningkatan tenaga diimbangi oleh paket kaki-kaki yang dirancang khusus. BRABUS menggunakan suspensi Ride Control berbahan aluminium dengan per yang dapat disetel, yang dikalibrasi berdasarkan bobot kendaraan, ban berprofil rendah, dan wheelbase pickup yang lebih panjang. Ketinggian kendaraan diturunkan sekitar 45 mm dibandingkan G 63 standar, sementara pengemudi dapat memilih pengaturan peredaman melalui kontrol Drive Select di kabin.

Sistem ini dipadukan dengan pelek BRABUS Monoblock II EVO Platinum Edition berdiameter 24 inci, yang menggunakan desain tiga palang khas dengan tambahan Aero-Blades dari karbon. Ukuran pelek depan adalah 10Jx24 dengan ban 295/30 ZR 24, sedangkan belakang menggunakan 12Jx24 dan ban 345/25 ZR 24. Ban Hankook Ventus tersebut dikembangkan secara khusus untuk aplikasi pelek 24 inci pada Mercedes G-Class.

Eksteriornya menggunakan paket widebody BRABUS ROCKET EDITION WIDESTAR, termasuk fender depan dan belakang berbahan karbon yang mempertegas lebar kendaraan sekaligus menyediakan ruang bagi roda berukuran besar. Bagian depan mendapat bumper dengan saluran udara besar, lampu posisi LED, spoiler terintegrasi, serta bingkai grille karbon dengan dua garis merah dan emblem BRABUS yang diterangi. Kap mesin dilengkapi Powerdome, sementara bagian belakang menampilkan panel karbon dengan tulisan BRABUS berwarna merah yang menyala pada pintu bak. Di sisi kendaraan, pijakan kaki bercahaya disesuaikan dengan wheelbase yang lebih panjang. Empat ujung knalpot bergaya sidepipe ditempatkan di depan roda belakang, masing-masing sisi menggunakan dua ujung knalpot dengan panel karbon dan lampu ROCKET Launch Ambience berwarna merah. Keseluruhan paket tersebut mengubah proporsi visual G-Class sekaligus mengakomodasi konstruksi bodi pickup.

Kabin dikerjakan melalui divisi pelapis interior BRABUS dengan kombinasi kulit hitam dan Alcantara, termasuk pola jahitan Shell pada bagian tengah jok yang juga diberi perforasi untuk mendukung ventilasi. Jahitan merah, lis, dan emblem Masterpiece menjadi kontras terhadap material berwarna gelap, sementara sejumlah komponen seperti sakelar, panel, gagang pintu, kisi-kisi speaker, dan ventilasi udara mendapat sentuhan Rocket Red. Serat karbon berlapis mengilap digunakan pada sejumlah elemen kokpit, pedal, pegangan kabin, dan paddle shifter di balik kemudi. Penumpang belakang juga mendapat akses masuk yang lebih leluasa melalui fungsi Easy-Entry yang memungkinkan pintu dibuka hingga sudut 90 derajat. Pada plafon Alcantara, konsol instrumen tambahan menampilkan informasi kecepatan, putaran mesin, suhu luar, gaya gravitasi, waktu, dan tanggal.

Setiap unit P 900 ROCKET EDITION dibuat secara individual sesuai permintaan pemiliknya. BRABUS menyertakan tas perjalanan Weekender yang dibuat dengan material dan pola jahitan senada dengan interior kendaraan, sementara identitas digitalnya didaftarkan melalui Aura Blockchain Consortium.

Sertifikat Digital Product Passport dapat diakses melalui teknologi NFC pada pelat spesifikasi di dinding samping kiri bak, sebagai sarana verifikasi keaslian dan kepemilikan.

Untuk unit yang ditulis DeepEnd ini, BRABUS mencantumkan harga €847.000 termasuk pajak pertambahan nilai Jerman sebesar 19 persen. Dengan panjang 5,38 meter, wheelbase yang diperpanjang setengah meter, dan mesin 4,5 liter bertenaga 900 PS, P 900 ROCKET EDITION menunjukkan ruang pengembangan G-Class ketika rekayasa coachbuilding, peningkatan performa, dan pengerjaan interior eksklusif diterapkan dalam satu kendaraan produksi terbatas.

Mahakarya ini hanya ada 10 unit di seluruh dunia. Super eksklusif, hanya untuk kolektor sejati. Hubungi: @alrongroup.brabus, atau melalui akses eksklusif: Alron Group 0821 3000 9999.