JETOUR punya cara tersendiri dalam memandang sebuah mobil. Bukan sekadar alat transportasi untuk mencapai tujuan, kendaraan juga menjadi bagian dari pengalaman selama perjalanan. Filosofi ini diterjemahkan melalui strategi “Travel+” yang diperkenalkan dalam JETOUR Global Technology Experience Day 2026 bertema “Future Travel Starts Now”, pada 20–23 Oktober 2026 di Wuhu, Moganshan, dan Danau Xiazhu, Tiongkok.
Alih-alih hanya menampilkan teknologi melalui presentasi, JETOUR membawa peserta ke jalan pegunungan, lintasan off-road, hingga area berkemah. Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi kendaraan dan karakter produk dapat dikaitkan dengan kebutuhan perjalanan, termasuk eksplorasi alam dan aktivitas luar ruang.
Untuk mendukung kebutuhan berkendara di berbagai kondisi, JETOUR mengandalkan XWD Fully Automatic Intelligent 4WD dengan mode berkendara 7+X. Sistem ini dirancang untuk membantu kendaraan beradaptasi dengan beragam medan dan didukung GAIA All-Terrain Intelligent Architecture sebagai fondasi teknologi berkendara segala medan. JETOUR juga mengembangkan teknologi hybrid C-DM yang memadukan performa dan efisiensi energi untuk mendukung perjalanan jarak jauh. Kemampuan tersebut diperkenalkan melalui sesi berkendara di jalan pegunungan dan lintasan off-road Moganshan, meski performa aktual tetap bergantung pada konfigurasi kendaraan serta kondisi medan.
1. JETOUR G700: Kenyamanan Premium untuk Petualangan
JETOUR G700 memadukan kenyamanan premium dengan kemampuan off-road. Karakter ini menempatkannya sebagai pilihan bagi pengguna yang menginginkan kendaraan untuk menjelajahi medan di luar jalan beraspal tanpa mengesampingkan kenyamanan selama perjalanan. Dalam konsep Travel+, pengalaman tersebut dapat diperluas melalui perlengkapan pendukung aktivitas luar ruang, seperti roof tent dan kulkas portabel, yang membantu memenuhi kebutuhan ketika berkemah atau menghabiskan waktu lebih lama di alam terbuka.
2. JETOUR T2: Menjembatani Mobilitas Harian dan Off-Road Ringan
JETOUR T2 ditujukan untuk mendukung mobilitas perkotaan sekaligus perjalanan menuju destinasi dengan medan ringan. Karakter ini membuatnya relevan bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari, tetapi tetap ingin memiliki keleluasaan untuk menjelajahi alam saat akhir pekan. Dalam strategi Travel+, T2 memperlihatkan bagaimana kendaraan dengan karakter petualang dapat digunakan dalam beragam kebutuhan perjalanan, tanpa harus selalu berorientasi pada medan ekstrem.
3. JETOUR T1: Untuk Mobilitas dan Rekreasi
JETOUR T1 melengkapi pendekatan tersebut dengan pilihan kendaraan yang ditujukan untuk mobilitas sehari-hari sekaligus perjalanan rekreasi. Perannya dalam ekosistem Travel+ menunjukkan bahwa aktivitas luar ruang tidak selalu harus identik dengan ekspedisi berat. Perjalanan singkat ke kawasan alam atau kegiatan berkemah dapat menjadi bagian dari penggunaan kendaraan, selama karakter dan kemampuan model sesuai dengan rute yang ditempuh.
Ketiga model tersebut menjadi bagian dari pendekatan JETOUR dalam menjangkau kebutuhan perjalanan yang berbeda. Pengalaman berkendara juga dilengkapi Camping Market dan Starry Night Forum dalam rangkaian Global Technology Experience Day 2026, yang menghubungkan kendaraan dengan kegiatan berkemah, relaksasi, dan interaksi antarpeserta.
JETOUR turut memasukkan pelestarian lingkungan dan keterlibatan komunitas ke dalam strategi Travel+. Di Danau Xiazhu, peserta dijadwalkan mengikuti inisiatif pelestarian burung ibis jambul (crested ibis). Secara global, JETOUR juga menyebut dukungannya terhadap upaya pelestarian citah di Afrika, penyu di Malaysia, elang harpy di Panama, dan markhor di Pakistan. Di bidang olahraga, perusahaan ini menjalin kemitraan dengan klub sepak bola Colo-Colo di Cile, Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), dan Malaysia Marathon.
Melalui Travel+, JETOUR berupaya menghubungkan kemampuan kendaraan dengan aktivitas yang berlangsung di luar perjalanan itu sendiri. G700, T2, dan T1 mewakili karakter produk yang berbeda, sedangkan teknologi penggerak dan kegiatan pendukung memperluas konteks penggunaannya. Pada akhirnya, keberhasilan strategi ini bergantung pada sejauh mana produk dan ekosistem yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan pengguna, bukan hanya menyampaikan gagasan tentang petualangan. ![]()
