1 menit 35,299 detik!
Sebuah angka yang akan selalu punya tempat tersendiri dalam sejarah balap motor Indonesia.

Sabtu, 24 Oktober 2026, di Sirkuit Phillip Island, Victoria, Australia, Veda Ega Pratama menempatkan Honda Team Asia di posisi pertama kualifikasi Moto3 World Championship. Usianya baru 17 tahun. Ia berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta. Dan hari ini, namanya menjadi nama pertama dalam catatan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang merebut pole position di kelas Grand Prix era MotoGP.

Merah Putih bukan sekadar hadir di grid.
Kali ini, Merah Putih berada di P1!
Di Australia, beberapa hari setelah Veda liburan di Lombok.

Namun, lihat bagaimana Veda sampai di sana. Ia tidak lolos langsung ke Q2. Hasil combined Practice menempatkannya di luar 14 besar, sehingga ia harus lebih dulu bertarung di Q1 bersama 12 pembalap lain, termasuk rekan setimnya, Zen Mitani, serta Marco Morelli dan Hakim Danish. Tidak ada jalan pintas. Tidak ada kesempatan kedua jika gagal masuk empat besar. Veda harus menuntaskan satu pekerjaan sebelum bisa memikirkan pole position.

Q1 menjadi ujian pertama. Guido Pini memimpin dengan catatan waktu 1 menit 36,2 detik, sementara Veda mengamankan posisi keempat dengan 1 menit 36,661 detik. Selisihnya hanya 0,293 detik dari Adrian Cruces di posisi kelima, yang gagal melaju ke Q2. Tipis. Tegang. Selesai satu tahap, terbuka tahap berikutnya. Veda lolos, tetapi pertarungan sesungguhnya justru baru dimulai.

Di Q2, waktu yang tersedia hanya 15 menit. Setiap putaran harus berarti, setiap keputusan bisa menentukan posisi start. Veda tidak buru-buru menunjukkan seluruh kemampuannya. Ia menunggu hingga tiga menit terakhir sebelum keluar bersama kelompok besar pembalap. Di Moto3, berada di belakang pembalap lain dapat membantu memanfaatkan slipstream untuk menambah kecepatan di lintasan lurus. Tetapi strategi itu juga mengandung risiko: salah membaca jarak, kehilangan momentum, atau terjebak dalam rombongan yang tidak bergerak sesuai rencana.

Lalu datang lap yang mengubah segalanya.

1 menit 35,299 detik. Veda mengambil alih posisi pertama. Maximo Quiles, pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team yang sudah mengunci gelar juara dunia musim ini, harus puas berada di posisi kedua dengan 1 menit 35,320 detik. Selisih mereka cuma 0,021 detik! Joel Kelso, pembalap Australia yang membela GRYD Racing, menyusul di posisi ketiga dengan 1 menit 35,366 detik. Jarak Veda dengan Kelso pun hanya 0,067 detik. Bukan kemenangan dengan margin lebar. Bukan pula hasil yang datang begitu saja. Veda merebut pole di tengah persaingan yang begitu rapat hingga setiap seperseribu detik terasa berarti.

Dan lihat siapa saja yang harus dilewatinya. Joel Esteban berada di posisi keempat dengan 1 menit 35,376 detik, disusul Eddie O’Shea dengan 1 menit 35,447 detik. Sampai posisi kesepuluh, Matteo Bertelle, rentang waktunya hanya 0,613 detik dari Veda. Inilah Moto3: kelompok pembalap yang bisa saling menempel, saling menunggu, lalu saling menyerang dalam satu putaran. Di tengah rapatnya persaingan itu, pembalap Indonesia justru berdiri paling atas.

Ada pula insiden yang mewarnai penghujung sesi. Rico Salmela dari Red Bull KTM Tech3 menyentuh bagian belakang motor Kelso di Tikungan 4 ketika pembalap Australia itu sedang menjalani putaran cepat. Kelso tetap bisa mengendalikan motornya, tetapi lap tersebut terganggu. Dalam insiden lain, Ryusei Yamanaka menjulurkan kaki ke area racing line dan mengenai Esteban yang sedang berusaha memperbaiki catatan waktunya. Esteban tetap mengakhiri Q2 di posisi keempat. Situasi ini memperlihatkan betapa rumitnya pertarungan di lintasan, tetapi hasil akhirnya tetap jelas: tidak ada yang mampu melampaui waktu Veda.

Satu lap. Satu posisi teratas. Sejarah baru.

Bagi Veda, hasil ini sekaligus menjadi pole position pertama dan front row pertama sepanjang karier Grand Prix-nya. Sebelum Phillip Island, hasil kualifikasi terbaiknya musim ini adalah posisi kelima di Catalunya dan keenam di Motegi. Kini, ia melompat ke posisi yang berbeda sama sekali. Bukan lagi sekadar pembalap muda Indonesia yang sedang belajar bersaing di kejuaraan dunia, melainkan polesitter Moto3 yang akan memulai balapan dari posisi terdepan. Pada usia 17 tahun, Veda sudah punya satu pencapaian yang tidak bisa diambil siapa pun darinya.

Kabar itu segera bergema di Indonesia. Akun resmi MotoGP mengunggah video onboard Veda dengan tulisan yang tidak membutuhkan banyak penjelasan: “FIRST EVER INDONESIAN POLE”. Pesannya tegas. Ini bukan hanya pole position pertama bagi Veda, melainkan yang pertama bagi Indonesia di kelas Grand Prix era MotoGP. MotoGP juga menegaskan pencapaian itu lewat kalimat, “The first ever Indonesian #Moto3 polesitter is Veda Pratama”, sekaligus menyebut bahwa ia meraih front row pertamanya. Pengakuan resmi itu mengunci arti pencapaian yang baru saja terjadi di Phillip Island.

Setelah itu, gaungnya menjalar ke media nasional. SPOTV NOW Indonesia, pemegang hak siar MotoGP, mengangkat momen tersebut lewat highlight dengan seruan, “POLEEEEE POSITION! VEDA EGA PRATAMA P1!” IDN Times dan Radar Bali turut menggemakan sejarah ini dengan narasi bahwa Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position Moto3. GPRacing Indonesia menampilkan carousel timesheet resmi, lengkap dengan foto Veda saat menikung di Turn 10, sementara GoodNews From Indonesia menyajikan grafis breaking news berlatar Merah Putih. Reaksinya terasa wajar. Ada pencapaian yang cukup dibaca sebagai hasil balapan, ada pula yang membuat orang ingin segera membagikannya. Pole position Veda termasuk yang kedua.

Tentu, perjalanan menuju P1 juga dibangun oleh kerja tim. Honda Team Asia, di bawah arahan team manager Hiroshi Aoyama, mendukung Veda dengan Honda NSF250RW. Motor ini menjadi senjata Veda untuk menaklukkan Phillip Island, sirkuit sepanjang 4,448 kilometer dengan 12 tikungan yang terkenal menuntut kecepatan, momentum, dan keberanian. Sirkuit ini juga memiliki sejarah lap yang sangat cepat. Rekor all-time lap Moto3 tercatat atas nama Joel Kelso dengan 1 menit 34,056 detik pada 2025, sedangkan rekor race lap tercepat dipegang Alvaro Carpe dengan 1 menit 35,323 detik pada tahun yang sama. Catatan Veda kali ini bahkan lebih cepat 0,024 detik daripada rekor race lap tersebut, meski belum menyamai rekor all-time lap. Sebuah pembanding yang memperlihatkan betapa kompetitifnya waktu yang ia bukukan.

Namun, pole position tidak memberi poin tambahan di klasemen. Itulah kenyataan balap yang harus dihadapi Veda berikutnya. Sebelum seri Australia, ia mengoleksi 111 poin dan menempati peringkat kedelapan klasemen sementara, dengan dua podium ketiga yang diraih di Brasil dan Prancis. Di klasemen rookie, ia bersaing dengan nama-nama seperti Guido Pini dan Brian Uriarte. Pole ini tidak otomatis mengubah angka-angka tersebut, tetapi dapat menjadi modal penting untuk menghadapi balapan. Ia sudah membuktikan mampu mencatat waktu tercepat dalam kualifikasi. Kini, tantangannya adalah mempertahankan ketenangan ketika semua pembalap kembali memulai dari garis start.

Minggu, 25 Oktober 2026, Moto3 Australia dijadwalkan berlangsung selama 21 lap dengan jarak total 93,4 kilometer. Veda akan memulai balapan dari pole position, di depan Quiles dan Kelso. Posisi ini memberinya kesempatan untuk mengatur ritme sejak awal, meski start yang baik tidak menjamin ia akan bebas dari tekanan. Moto3 kerap menghadirkan rombongan besar yang saling bertukar posisi, terutama ketika slipstream membuat jarak antarpembalap begitu mudah berubah. Potensi hujan pagi hari juga menjadi variabel yang perlu diperhatikan. Phillip Island masih bisa menyajikan cerita berbeda ketika lampu start padam.

Karena itu, jangan buru-buru menganggap pole position ini sebagai akhir cerita. Justru sebaliknya, inilah babak baru yang membuat balapan besok semakin layak dinantikan. Veda sudah melewati Q1, mengalahkan para rival di Q2, dan mencatatkan namanya sebagai pembalap Indonesia pertama yang merebut pole position Moto3. Ia telah melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan pembalap Indonesia sebelumnya di panggung Grand Prix. Sekarang, ia punya 21 lap untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Pole position ini menjadi pencapaian terbesar Veda Ega Pratama di kualifikasi Grand Prix sejauh ini. Pada usia 17 tahun, pembalap asal Gunungkidul itu mencatatkan waktu 1 menit 35,299 detik di Phillip Island, mengungguli Maximo Quiles dengan selisih 0,021 detik. Ia sekaligus menjadi pembalap Indonesia pertama yang merebut pole position di kelas Grand Prix era MotoGP.

Minggu pagi pukul 07.00 WIB, Veda akan menjalani 21 lap balapan Moto3 Australia.
Kita doakan ia benar-benar bisa mengibarkan Merah Putih.