Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 resmi ditutup pada Minggu (1/11/2026). Dari panggung penutupan, Ketua Umum PERIKLINDO Moeldoko menyampaikan satu pesan yang jelas untuk pelaku industri kendaraan listrik.

Pesannya soal menjaga optimisme. Pameran yang digelar PERIKLINDO bersama Dyandra Promosindo di JIExpo Kemayoran, Jakarta ini sudah berjalan empat hari sejak 29 Oktober.

Hingga Minggu pukul 15.00 WIB tercatat 35.257 pengunjung yang datang. Angka itu masih bisa bertambah karena pameran baru tutup pukul 18.00 WIB.

Capaian tersebut diumumkan saat Closing Ceremony di EV Activity Hub, area pameran PEVS 2026. Hadir Moeldoko, Sekretaris Jenderal PERIKLINDO Tenggono Chuandra beserta jajaran, Project Director PEVS Michael Bayu Sumarijanto, serta Direktur Dyandra Promosindo Addy Damarwulan dan Rumpoko Hadi.

Moeldoko mengawali dengan apresiasi untuk seluruh peserta dan penyelenggara yang terus mendukung PEVS. Ia menilai ramainya pengunjung selama empat hari menunjukkan masyarakat menerima perkembangan kendaraan listrik dengan baik.

Satu program yang ikut mencuri perhatian adalah Dyandra Cashback Program. Menurut Moeldoko, insentif bagi calon pemilik kendaraan listrik itu memberi dampak besar dalam menarik minat masyarakat.

Moeldoko menyampaikannya langsung di hadapan peserta.

“Selaku Ketua Umum PERIKLINDO, saya bersama seluruh jajaran menyampaikan rasa hormat dan bangga kepada Dyandra Promosindo serta seluruh peserta yang selalu setia berpartisipasi dalam setiap penyelenggaraan PEVS. Rasanya empat hari berlalu begitu cepat, terlebih melihat suasana pameran yang tetap ramai dan antusiasme pengunjung yang tidak surut sejak hari pertama hingga penutupan. Kami juga mengapresiasi inisiatif Dyandra melalui program cashback. Konsep ini memberikan dampak yang luar biasa dalam menarik minat masyarakat,” tutur Moeldoko saat acara Closing Ceremony PEVS 1 November 2026 di Jakarta.

Setelah apresiasi, Moeldoko beralih ke ajakan. Ia meminta seluruh pelaku industri termasuk distributor dan agen tetap optimistis melihat prospek kendaraan listrik di Indonesia.

PERIKLINDO, katanya, akan terus menjadi jembatan komunikasi antara pelaku industri dan pemerintah. Termasuk untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi industri.

Ia menegaskan hal itu di sesi yang sama.

“Dunia usaha dan seluruh pelaku industri harus tetap optimistis bahwa perkembangan kendaraan listrik ke depan akan meningkat sangat pesat. PERIKLINDO akan terus berjuang menjadi jembatan bagi para pelaku usaha untuk berkomunikasi dengan pemerintah. Apabila terdapat berbagai persoalan yang dihadapi industri, kami akan terus menyampaikannya agar dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusinya bersama. Pemerintah juga telah memberikan dukungan yang luar biasa bagi perkembangan industri kendaraan listrik. Karena itu, saya mengajak seluruh distributor, agen dan pelaku industri lainnya untuk terus optimistis dan bersama-sama menatap masa depan kendaraan listrik di Indonesia,” tambahnya.

Soal tantangan, Moeldoko sempat meminta kepastian kebijakan insentif kendaraan listrik saat pembukaan PEVS pada Kamis (29/10/2026). Kepastian itu idealnya berlaku tiga tahun supaya pelaku industri bisa menyusun strategi.

Di pasar, angkanya memang bergerak naik. Data wholesales Gaikindo mencatat penjualan mobil listrik Januari sampai September 2026 mencapai 117.218 unit.

Jumlah itu setara sekitar 17,26 persen dari total penjualan mobil nasional. Untuk Januari sampai Agustus saja pertumbuhannya tercatat 99,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

BYD Atto 1 yang meraih Best City EV di PEVS 2026 bahkan menjadi mobil terlaris secara keseluruhan pada September dengan 4.840 unit. Itu menurut data wholesales Gaikindo.

Edisi sebelumnya berlangsung enam hari dan mencatat kenaikan pengunjung 2,5 persen dari 2024 yang sekitar 40.550 orang. Waktu itu tiket masuk dijual mulai Rp 50 ribu.

Edisi 2026 digelar empat hari dan pengunjung masuk tanpa tiket.

Direktur Dyandra Promosindo Rumpoko Hadi menyebut jumlah pengunjung itu menggambarkan antusiasme masyarakat terhadap kendaraan listrik. Menurutnya capaian ini juga tak lepas dari peran para stakeholder.

Daya tarik utamanya adalah program Cashback dengan total nilai hingga Rp 200 juta untuk pembelian roda dua dan roda empat. Selain uang tunai, banyak pengunjung juga mendapat tambahan berupa voucher listrik serta voucher aksesori dan aftermarket.

Saat pembukaan PEVS, Michael Bayu menyebut cashback langsung untuk pemesan kendaraan selama pameran berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 2,5 juta tergantung jenis kendaraan.

Ragam pilihan kendaraan jadi daya tarik lain. PEVS 2026 menghadirkan 45 peserta dari roda empat, roda dua, dan industri pendukung.

Di roda empat ada BAIC, BYD, Chery, Danza, DFSK, Hyundai, iCar, JAECOO, MAB, MG, Polytron, VinFast, dan Wuling. Untuk roda dua hadir ALVA, AHM, Indomobil E-Motor, Polytron, Selis, United E-Motor, dan VinFast.

Sisi supporting industry diisi 17 brand. Sektor udara lewat Frogs Indonesia, Nirawak.id, dan TAU, sektor laut lewat IKAME Water Gear dan J7Seven, lalu transportasi publik lewat Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.

Kategori industri pendukung dan sponsor diisi Bluebird Group, Biznet, Warna Warni, 8DR & NERO, BiruBatt, Dekka & GPS.ID, serta DinarSMU Industries.

Rumpoko menjelaskan lebih jauh soal antusiasme pengunjung di area transaksi.

“Keberhasilan ini tentunya menjadi bukti nyata pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan bukti bahwa kendaraan listrik menjadi salah satu primadona masyarakat saat ini. Selama pameran berlangsung, para pengunjung sangat antusias bertransaksi mobil dan motor dengan banyaknya pengunjung untuk menukarkan cashback yang kami siapkan senilai Rp200 juta. Selain itu, kami memberikan kenyamanan kepada pengunjung dengan adanya test drive dan test ride indoor di area pameran,” jelasnya.

PEVS 2026 tidak hanya soal transaksi. Banyak program disiapkan supaya pengunjung lebih mengenal ekosistem kendaraan listrik.

EV Student Showcase di Hall C3 memperlihatkan kreativitas generasi muda di bidang kendaraan listrik. Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Budi Luhur, dan Politeknik Negeri Jakarta ikut ambil bagian.

Program ini sekaligus memperlihatkan keterlibatan dunia pendidikan dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia di sektor elektrifikasi.

Di hall yang sama ada EV Mobility Zone dengan tiga kategori, yaitu Land Mobility, Air Mobility, dan Marine Mobility. Zona ini menunjukkan elektrifikasi juga menjangkau alternatif transportasi lain yang berpotensi mendukung mobilitas lebih efisien.

Buat pengunjung yang datang bersama keluarga ada EV Push Bike Race pada Minggu (1/11). Kompetisi ini memperkenalkan pengalaman berkendara kepada anak-anak dan diikuti lebih dari 200 peserta.

Akhir pekan juga dimeriahkan rangkaian EV Fest. Di sana tampil mobil dan sepeda motor listrik hasil modifikasi kreatif dari tuner, kreator otomotif, serta kolaborasi Indonesia Automodified (IAM) dan Adipro.

Rangkaian PEVS 2026 ditutup dengan penghargaan untuk seluruh partisipan. Ini daftar lengkap pemenangnya.

EV Car

– Best Booth Car untuk MAB
– Best City EV untuk BYD Atto 1
– Best Plug-in Hybrid SUV untuk DFSK E5 Plus
– Best Plug-in Hybrid MPV untuk BYD M6 DM
– Best EV Commercial Car untuk DFSK Gelora E Blind Van
– Best Medium SUV untuk Wuling Eksion EV
– Most Localized EV SUV untuk Polytron G3+
– Most Affordable EV untuk Wuling Aira
– Favorite Luxury MPV untuk Danza New D9
– Favorite Commercial Vehicle untuk MAB 4×2 Truck
– Favorite Light Commercial Vehicle untuk MAB Ecotruck
– Most Tested Car untuk Wuling Aira

EV Motorcycle

– Best Performance Scooter untuk Alva Cervo X
– Best Urban Commuter untuk Alva N3 Next Gen
– Best Beginner Scooter untuk Honda ICON e:
– Best Premium Scooter untuk Honda CUV e:
– Best Local Rugged Design untuk MAB Erover
– Best Booth Motorcycle untuk AHM
– Most Value Scooter untuk Polytron Fox 350
– Most Tested Motorcycle untuk Honda CUV e:

Supporting Industry

– Best Booth Supporting Industry untuk Dekka & GPS.ID

Rumpoko berharap berakhirnya pameran dan pemberian penghargaan tidak membuat pelaku industri berpuas diri. Ia ingin keduanya jadi penyemangat untuk menyalakan kembali api optimisme agar industri otomotif Indonesia terus tumbuh lebih baik.

“Ke depannya, kami berharap industri kendaraan listrik di Indonesia dapat terus bertumbuh, semakin kompetitif dan mampu mendorong peningkatan penjualan kendaraan listrik di tanah air,” kata Rumpoko.