8 Maret lalu DeepEnd main ke Bandung. Berangkat pagi, 3 jam sampai kota Bunga. Mungkin ini berkat jalan layang Cikampek atau yang diingriskan menjadi Jakarta-Cikampek Elevated Toll Road. Menyenangkan, tidak lelah, dan bisa pasang senyum di Sunset Chaser, sebuah casual meet up yang diselenggarakan Speed Tuner.

Cuma 3 minggu diprepare. Joe Paul yang kini tinggal di Bali, sibuk membuat konten, desain dan undangan, sementara Ibam Octria mengurusi teknis lapangan, perizinan dan memastikan para persona dan komunitas yang diundang.

“Gue pengen menghidupkan kembali car scene Bandung dengan konsep casual meet yang free dan terbuka untuk siapapun. Punya atau tidak punya mobil, selama lo suka mobil, lo boleh datang,” ucap Joe.

Wah menarik ini. Terutama pada bagian ‘selama lo suka mobil, lo boleh datang’. Well, DeepEnd bisa bilang inilah kalcer Bandung sesungguhnya. Mereka berkumpul akan sebuah ide, bergerak terhadap movement dan bergembira dengan mendukung. “Kalau di Bandung, kumpul mobil itu lebih ke silaturahmi. Dalam arti ngobrolin yang universal. Ketawa-ketawa, dan lain-lain, kayak main biasa aja,” kata Negy Junanda, pemilik E39 540i biru yang datang lebih awal.


Di dalam Sunset Chaser yang dikedepankan adalah humanity. Kalau bahasa lokalnya, bercengkerama dan silaturahmi. Mau kangen-kangenan, silakan. Jual barang, silakan. Motret dan spotting, silakan. Tapi tetap ada sharing ilmu. DeepEnd melihat melalui kuis yang dikemas riang gembira, edukasi itu datang melalui pertanyaan-pertanyaan yang straight to the point. Jadi, audiens bisa mendengar. Cek foto-fotonya, mana ada yang ikut kuis seramai itu? Audiens nampak datang dengan hati. Intuisi mereka yang menggerakkan.


DeepEnd coba mengkorfimasi pengamatan ini ke Joe. “Goal gue, orang dateng ke Sunset Chaser itu karena keseruannya, karena belajarnya, karena hangatnya, dan gue pengen Sunset Chaser ada di setiap kota,” tutur Joe.

Benar, hangat. Tanpa GAP!
“Mereka yang menjadi panutan dan mereka yang baru terjun bisa dalam satu area saling berbincang tanpa ada gap,” tegas Ibam. Untuk menjadi enthusiast sesungguhnya, kuncinya pada borderless. Bandung jagoan soal ini.


Jadi jangan heran, DeepEnd menghitung lebih dari 200 mobil yang nongol. “Enggak nyangka banget bisa seramai ini, bahkan bukan dari Bandung saja, ada juga beberapa car enthusiast dari luar Bandung,” sebut Zikri Aulia, punggawa Gesrex Gang yang ikut support Sunset Chaser.


Romario Sebastian dari Art Custom Works urun pendapat, “Sunset Chaser menurut gua sih gokil yah. Bisa merangsang lagi passion car enthusiast di Bandung yang mulai lesu.” Distributor Air Lift Performance dan Air Pride ini punya harapan casual meet up seperti Sunset Chaser diagendain secara rutin.

Benar sih, Sampai di sana, DeepEnd tercengang. Ada pelat Jakarta, Bogor, Tasikmalaya. Setelah kami x-cek lebih dalam, bahkan ada yang datang dari Karawang, Cianjur, Bekasi dan Depok. Busyet, ini mah bukan Bandung doang.

Ada yang cuma 2 jam, ada yang tetap eksis hingga magrib. Acaranya sendiri hanya 6 jam, dari jam 12.00 sampai 18.00 WIB. Segala jenis mobil boleh parkir. Yang duluan, dapat tempat di depan. Yang kosong, boleh diisi. Ah seru gila ini. “Kesannya harus sering diadakan. Soalnya bisa ketemu teman-teman lama. Apalagi ini minum dan makan gratis. Hahaha… Mantul,” kata Negy lagi.

Semoga Jawa Barat, punya keriaan yang bisa membuat siklus otomotif terus bergairah. Kota lain mau daftar? Sunset Chaser Bogor? Sunset Chaser Depok? Sunset Chaser Tasik? Sunset Chaser CIrebon? Sunset Chaser Cianjur? Sunset Chaser Sukabumi? Ayuk lah. Kuy!

Beberapa foto disumbangkan oleh : Gesrex Gang @gesrexgang