Mr. BW ini pemain modif di banyak alam.
No offense. Maksud DeepEnd adalah beliau konsisten mengimplementasi mimpinya, sebelum dan sesudah tidur.

Pada 23 November 2020, sebelum meliput mobil ini, Mr. BW malah nemani DeepEnd monday morning ride dari Solo kota ke Tawang Mangu. Motornya dia, ADV 150 sudah full spec yang tinggal nunggu suspensinya datang, konvoi bareng DeepEnd yang pakai Piaggio hitam dan Dicky Hendarto, punggawa Drivetech Auto Garage, yang nyemplak Yamaha X-Max.

Macan dan ADV 150? Jauh kan!
Ssst…, Mr. BW juga punya Ducati Diavel, lengkap, sudah fullset tuning. Belum lagi Gallardo yang pernah DeepEnd liput tahun lalu. Wes lah, semuanya dimainkan.
Tapi dari semua itu, pesan berharganya adalah koleksilah kendaraan sesuai goal set. ADV 150 untuk gas tipis, Diavel menjadi motor touring jarak jauh, Gallardo sebagai weekend car dan Macan ini for daily use. Mungkin nanti ada mobil listrik, mari kita doakan saja.

Mari kita masuk ke cerita Macan ini.
“Ini adalah family car yang bisa digunakan daily tetapi tetap nyaman dan easy to drive. Selain itu juga well-known brand,” tegas Mr. BW, warga Laweyan, Solo.
Mobil ini cukup langka. Dari segi penampilan juga tak bongsor dan tak mungil. Intermediate. Dibawa oleh istri, pun cocok. Dilihat sebagai produk individual, Porsche Macan adalah bagian dari rekayasa yang luar biasa. Mesinnya gesit. Bagian kabinnya cukup lapang, nyaman serta berkelas.

Mr. BW memburu Macan dalam waktu cukup lama. Saat itu pertimbangan lainnya mengerucut pada Macan, Lexus RX dan BMW X5. Dan setelah dibeli, “Kenyamanan dan powernya di luar ekspetasi. Karena sebelumnya saya sempat underestimate dengan mobil ini,” ucap pemilik postur 165 cm/76 kg ini
Ternyata tidak seburuk yg saya bayangkan.

Tapi ya cuma seminggu saja.
Selepas itu, Mr. BW mulai gatal.
Presentasinya ke istri begini: Daily driven yang nyaman dan simpel.
Puji Tuhan, diapproved dengan cepat!
Memang Mr. BW ini beruntung sangat. Tanpa kendala sama sekali melakukan SNI.

Proyek dimulai dengan memesan body kit.
Mana ada yang enggak tahu TECHART?! TECHART Automobildesign GmbH bermarkas di Roentgenstrasse 47, Leonberg (Höfingen). Fokus tuningnya adalah selera pribadi DeepEnder yang punya Porsche.

Sedangkan TECHART untuk Macan 95B ini dibikin ramping, tapi tidak mainstream. Itu menjaga tepiannya yang kasar, namun tetap seimbang dalam hal aerodinamika. Namun harap diingat, tipe Macan 2.000 cc berbeda body kitnya dengan Macan S 3.000 cc yang full body kit. Walaupun sebenarnya mengganti full bumper juga minim masalah. Sama saja. Namun Mr. BW maunya add on.

Terbaik kedua adalah velgnya.
Work CVX punya 2 kharisma. Desainnya yang simple elegan dipadu dengan dark brass texture yang merupakan pertama kali di Indonesia. “Saya rasa 2 hal itu cukup membuat velg ini spesial,” ucap Mr. BW. Diamini oleh Dicky, “Pilihan warna powder coating ini someting new.” Kemudian diperkuat oleh statement dari Work Wheels Indonesia, “Warna pertama texture dark brass di Indonesia.”

Sementara sisanya, percayalah kalau duet Mr. BW dan Dicky tentu tak akan memakai produk low quality. Sebelum membeli, mereka merisetnya lebih dulu. Tak ada hambatan finansial membeli full bumper TECHART, tapi jika itu kemudian akan menyulitkan daily use, lantas untuk apa dipaksakan? Bukankan dengan kondisi sekarang, bodi keseluruhan tampak sedap dipandang?

DeepEnd siang itu berkesempatan ikut di jok belakang. Ban Michelin Pilot Sport 4 SUV . “No doubt about it. A very reliable tyre,” ungkap Mr. BW. Ban ini dibuat secara khusus untuk SUV premium yang andal dalam pengereman, pengendalian, dan memberikan level kenyamanan. Sehingga kami di dalam, tinggal menikmati IPE, exhaust with valvetronic technology. Suaranya padat sekaligus enak didengar, tetapi tidak berisik atau drowning di dalam kabin. 


Workshop:
Drivetech Auto Garage @drivetechautogarage

Data Mods:
K&N filter, carbon panel interior, IPE valvetronic exhaust, IPE downpipe, TECHART body kit, Work wheel CVX 20x(9.5+10.5) inches, Michelin tyres Pilot Sport 4 SUV 265/45R20 & 295/40R20