Saat jalan-jalan di mal, beberapa kali DeepEnd bertemu dengan punggawa audio nasional, bahkan yang levelnya sudah Asia. Mirip-mirip ajakannya, “Mampir ke tempat gua, banyak yang seru dari ICE.”

ICE itu singkatan dari In Car Entertainment.
Suatu hal yang sudah “hilang” sejak hadirnya krisis ekonomi tahun 2008. Pandangan bahwa ICE pada mobil-mobil keluaran terbaru telah tampil dengan keren dan cukup mumpuni, membuat aftermarket ICE menjadi ceruk market yang menipis. Ketiadaan minat untuk mengupgrade itu juga dipengaruhi oleh interior bikinan pabrikan yang semakin modern dan berkualitas.

Maka…, ketika kami memilih Foxy ini, alangkah terkejutnya ketika duduk di samping pengemudi. Loh loh kok ada bulet-bulet di pilar A dalam? Interesting!

Dan semakin terkejut, saat Leaving On A Jet Plane karya John Denver membahana di kabin lewat sang pelantun wanita. Sudah seperti di konser. Posisi bass, gitar dan drum kentara banget ada di posisi asli pemain musiknya. DeepEnd coba agak geser ke kanan. Wow, ternyata setingannya ditujukan buat posisi pengemudi, yang notabene sekaligus sebagai pemilik mobilnya. 

Spec audionya kejam juga.
Pilihan amplifiernya dipercayakan pada Ground Zero. Most respected German car audio since 1995. Dua buah seri Plutonium GZPA 4SQ dipasang untuk memompa performa midbass dan subwoofer. Sedangkan sepasang tipe Ground Zero Uranium GZUA 2.250 diduetkan untuk tweeter dan midrange dalam tataran karakter SQ+PLUS.

Merek yang berbeda, tapi masih top of the line, yaitu Crescendo tertera pada speaker Crescendo Evolution 9s3 dan 2 set Crescendo Evolution 712 Isobaric. Tak lupa prosesor Crescendo Evolution 9 DSP. Terakhir, dipercayakan pada Harmonic Harmony pada seperangkat kabel speaker/RCA/power.

DeepEnd makin senang saja berada di dalam kabin, sambil menunggu video shooting diproses oleh videografer DeepEnd. Sambil turun-naikkan suspensi Magicair-nya, yang dipasang dengan bolt on full kit system. Bahkan keliling Jogja menuju tempat lunch pun tetap di Voxy ini. Apalagi sudah dijejali sound insulation dari Silent Coat Vibro dari Silent Coat Indonesia. Kedap menuju nyaman ini mah.


Dari dalam kabin juga, DeepEnd memergoki pemilik mobil lainnya curi-curi pandang. Mudah ditebak, mata mereka tertuju pada Rotitiform BUC-M yang sudah dilengkapi aero disc. Ukurannya 19×8.5 inci dengan ET 45 yang diduetkan dengan ban Accelera 215/35.

Eh tapi, DeepEnd sempat buka pintu loh. Lantas turun dan langsung mengintip aero disc itu.
Wahhhh!!! Ternyata ada BBK AP Racing. Sebagai media, memang harus membuktikan modifikasinya. Insting itu masih ada rupanya! Pantesan pas ngerem, kok enak ya.

Sisanya, Mr X menambahkan detail-detail kecil seperti grill Rojam, front lipsnya Modelista, DRL dari Admiration, cover spion M’Z Speed, corner duct Silk Blaze dan rear garnish milik Toyota Esquire. Belum lagi power back door, vacum door depan, eagle eyes cam + lamp, white panels and interior illumination, setir Toyota Venturer with custom paddle shift blue LED.

Overall, ini adalah antitesis dari Jogja.  Di luar pakem kebanyakan praktisi modifikasi.
Hats off!


Workshop:
Audio: Lotus Variasi Yogayakarta @lotusvariasi_jogja
Wheels & undercarriage: Godwheels Company @godwheelscompany