Saat pertama kali Mercedes-Benz meluncurkan mobil listriknya, para penggemar brand asal Jerman ini agak ragu dengan desain keseluruhannya. 

Banyak yang menganggap bahwa mobil ini terlalu ‘membulat’ dan kurang memunculkan aura mewah yang biasa ditemukan di sebuah Mercedes-Benz, terlebih lagi ini adalah sedan kasta paling tingginya; EQS atau bisa dibilang S-class versi elektrik. 

Tapi Brabus being Brabus, mobil apapun dari lini Mercedes-Benz akan digarap sedemikian rupa oleh rumah modifikasi yang berpusat di kota Bottrop, Jerman. 

Hasilnya? Cakep! Ubahan minimalis Brabus membuat mobil ini jadi semakin berwibawa dan tentunya semakin unik ketika disandingkan dengan EQS lainnya. 

Tentu ubahan ini tidak hanya untuk meningkatkan nilai estetika saja, hal ini terbukti ketika diuji oleh Brabus di ruangan anginnya. 

Hasilnya, mobil garapan Brabus mempunyai drag coefficient 7.2 persen lebih tinggi dibandingkan mobil standarnya. Hal ini juga mempengaruhi jarak tempuhnya, yang memungkinkan EQS dengan sentuhan Brabus ini menempuh jarak yang lebih jauh dibanding EQS standar. 

Tidak lupa, Brabus selalu menyematkan etos 1-second Wow pada semua mobil garapannya. Jadi apa saja ubahan yang dilakukan Brabus?

Pertama-tama, yang paling terlihat adalah kaki-kakinya. EQS ini mendapatkan dua opsi velg, pertama ada velg Monoblock M pada foto pengetesan wind tunnel dan velg forged Platinum Edition berukuran 22 inci dengan lebar belang 9 dan 10.5 inci. Lalu dipadukan dengan modul suspensi khusus agar mobil ini semakin ceper dan gagah.

Bagian depan mobil ini disematkan beberapa ornamen yang dilapisi carbon fibre atau cat hitam glossy tergantung permintaan, seperti lips spoiler dan front/rear air intake. 

Brabus mengatakan bahwa ornamen-ornamen ini mampu mengoptimalkan airflow keseluruhan mobil, khususnya ke radiator untuk pendingin baterai dan rem bagian depan. Serta meminimalisir gangguan airflow lainnya yang dapat mengurangi jarak tempuh mobil.

Bagian belakang pun mendapatkan sentuhan juga seperti duck tail, diffuser dan ornamen yang disematkan di lingkar roda belakang. Semua ornamen-ornamen ini juga bisa disesuaikan dengan permintaan pemilik mobil untuk dilapisi carbon fiber atau dicat warna hitam glossy.

Selain eksterior, Brabus juga menyediakan opsi personalisasi di bagian interior. Seperti lapisan jok memakai bahan kulit mewah, karpet beludru lengkap dengan logo Brabus, serta pedal dan sill plate berbahan aluminium yang dapat menyala menyesuaikan lampu ambient lighting interior.

Jadi bagaimana? Ubahan Brabus memang tidak pernah salah walau hanya menyematkan beberapa ornamen kecil saja. Ubahan ini membuat sebuah mobil yang pada awalnya tidak begitu diterima oleh penggemar Mercedes-Benz, menjadi mobil yang jauh lebih berwibawa. 

Mau memboyong mobil ini ke Indonesia? Lewat Brabus by Alron Group tentunya, pintu utamanya Brabus masuk ke Indonesia yang diurus langsung oleh Hengky Kurniawan.

Hubungi Brabus by Alron Group melalui @brabusbyalrongroup atau kontak telpon 082130009999.