Pebalap muda asal Lombok, Arai Agaska, siap kembali unjuk gigi di level dunia lewat keikutsertaannya di FIM R3 bLU cRU World Cup seri ketiga yang berlangsung di Donington Park, Inggris, pada 11–13 Juli 2025.

Ini jadi pengalaman pertamanya balapan di sirkuit legendaris Inggris itu. Meski begitu, dirinya siap tampil penuh semangat dan percaya diri.

Setelah sukses naik podium dua kali di seri sebelumnya (posisi 3 di Portimao (Portugal) dan runner-up di Misano (Italia)), Arai ingin mempertahankan momentum apik tersebut dan membawa pulang hasil maksimal dari Inggris.

”Rasanya sangat senang race di Donington Park, sirkuit populer yang bisa saya jajal karena keikutsertaan di R3 BLU CRU World Cup. Saya mempelajari karakter sirkuit itu dari video game dan banyak bertanya ke Aldi Satya Mahendra yang punya experience balapan di Donington Park. Harapan saya mampu ambil podium lagi, dan jalannya race juga dihindari dari crash seperti di Misano,” ungkap Arai.

Belajar dari Game dan Rekan Satu Tim

Meski belum pernah menjajal langsung lintasan Donington sebelumnya, Arai menunjukkan kemampuannya beradaptasi cepat. Ia mengaku mempersiapkan diri lewat simulasi video game dan berbagi pengalaman dengan Aldi Satya Mahendra yang lebih dulu tampil di sirkuit tersebut.

Saat ini, Arai bertengger di peringkat ke-4 klasemen sementara dengan 49 poin, hanya terpaut tipis dari pesaing di atasnya. Tambahan poin dari Donington bisa jadi momen penting untuk mengamankan posisi lebih tinggi di klasemen.

Bukti Talenta Muda Indonesia Bisa Bersaing di Panggung Dunia

Menurut Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport Yamaha Indonesia, penampilan Arai Agaska sejauh ini menunjukkan kualitas dan potensi besar. Meski sempat mengalami insiden di Misano, mental dan daya juangnya tetap solid.

”Merasakan atmosfer kompetisi dunia R3 BLU CRU World Cup memang memberikan sensasi berbeda bagi Arai Agaska. Dia beradaptasi dengan baik, harus lebih tenang lagi dan memperhitungkan situasi yang terjadi saat balapan, supaya hasil akhirnya menyabet podium atau meraih kemenangan race. Di Inggris kesempatan dia buat menambah pengalaman tampil di Eropa dan membuktikan kemampuannya beradu dengan pembalap-pembalap lain yang berasal dari berbagai negara,” pungks Wahyu.