Bosozoku (暴走族) secara harfiah berarti “geng yang ugal-ugalan” atau “suku pengendara liar”. Istilah ini berasal dari Jepang dan merujuk pada subkultur geng motor dan mobil yang muncul sejak tahun 1950–an hingga puncaknya pada 1980–1990–an.
Ciri khas bosozoku antara lain:
• Motor dan mobil modifikasi ekstrem – knalpot super bising, stang tinggi (untuk motor), body kit berlebihan, sayap besar, atau cat warna mencolok.
• Pakaian khas – sering memakai seragam ala militer atau tokkō-fuku (seragam panjang seperti jas dokter) dengan bordiran kanji, bandana, dan helm setengah.
• Konvoi dan kebisingan – suka berkeliling kota dalam jumlah besar sambil menyalakan knalpot keras, membunyikan klakson, dan melanggar aturan lalu lintas.
• Budaya pemberontakan – awalnya sebagai ekspresi anak muda Jepang terhadap tekanan sosial, disiplin, dan budaya konformitas yang ketat.
Seiring waktu, bosozoku punya cabang gaya otomotif, misalnya:
• Kaido Racer: mobil dengan body kit super lebay, bumper panjang, spoiler raksasa.
• Shakotan: mobil sangat ceper.
• Kyusha: mobil klasik Jepang modif gaya retro.

Dan…, DeepEnd menemukannya di Kuala Lumpur, pada sebuah regional event Bernama IAM Kuala Lumpur. Mereka ini bernaung dalam Backwheels Bitches, komuniti modifikasi mobil dan juga lifestyle di Malaysia yang didirikan pada tahun 2011.