Pabrik otomotif biasanya identik dengan mesin, robot, dan proses produksi yang serba presisi. Namun suasana berbeda terasa di pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), Kabupaten Bekasi, saat sejumlah siswa dan pendamping dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Wijayakusumah berkunjung dalam rangka Hari Disabilitas Internasional 2025. Hari itu, pabrik Hyundai berubah menjadi ruang belajar yang hangat dan penuh cerita.
Melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), Hyundai mengajak para penyandang disabilitas untuk melihat langsung bagaimana sebuah mobil diproduksi. Mereka diajak menyusuri area pabrik, mengenal tahapan perakitan kendaraan, hingga menyaksikan teknologi manufaktur modern yang selama ini hanya bisa dilihat dari kejauhan. Bagi para peserta, pengalaman ini menjadi momen berharga yang membuka wawasan baru tentang dunia industri.
Lebih dari sekadar tur pabrik, Hyundai merancang kegiatan ini sebagai ruang perjumpaan yang setara. Para peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari interaksi. Mereka diperkenalkan pada lingkungan kerja yang mengedepankan keselamatan, kolaborasi, dan keterbukaan, sekaligus menunjukkan bahwa industri otomotif modern juga dapat menjadi ruang yang inklusif.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah sesi kreatif melukis di atas tas kanvas. Dalam aktivitas ini, para siswa SLB mengekspresikan imajinasi, harapan, dan ide mereka melalui warna dan bentuk. Kegiatan sederhana ini menjadi simbol bahwa setiap individu memiliki keunikan dan potensi, apa pun latar belakang dan kondisinya.
Komitmen Hyundai terhadap inklusivitas juga tercermin dari praktik nyata di dalam pabrik. Hingga 2025, HMMI telah mempekerjakan 19 penyandang disabilitas yang terlibat di berbagai posisi kerja. Fakta ini memperlihatkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkontribusi secara profesional di industri manufaktur.
Kolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi menjadi elemen penting dalam kegiatan ini. Sinergi antara dunia industri, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan menunjukkan bahwa upaya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif membutuhkan peran banyak pihak, bukan hanya satu institusi.
Melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional ini, Hyundai ingin menyampaikan pesan bahwa inklusivitas bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus dihidupkan dalam tindakan nyata. Dari lantai produksi hingga ruang interaksi sosial, Hyundai berupaya menjadikan keberagaman sebagai bagian dari perjalanan menuju kemajuan bersama. ![]()
