Di balik lini produksi yang presisi dan teknologi canggih, pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Kabupaten Bekasi menyimpan cerita lain tentang dunia industri otomotif. Bukan hanya soal robot dan mesin, tetapi juga tentang bagaimana keberagaman sumber daya manusia menjadi bagian penting dari ekosistem kerja manufaktur modern.

Dalam rangka Hari Disabilitas Internasional 2025, Hyundai membuka akses pabriknya bagi penyandang disabilitas untuk melihat langsung proses produksi kendaraan. Kegiatan ini menjadi cara Hyundai menunjukkan bahwa industri otomotif bukan ruang eksklusif, melainkan lingkungan kerja yang bisa diakses dan dijalani oleh berbagai kalangan.

Hyundai menerapkan sistem kerja yang mengedepankan keselamatan, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung produktivitas karyawan. Pendekatan ini memungkinkan individu dengan latar belakang dan kondisi berbeda untuk berkontribusi secara optimal di berbagai lini kerja, tanpa mengorbankan standar kualitas dan efisiensi produksi.

Komitmen tersebut tercermin dari data internal HMMI. Hingga 2025, pabrik Hyundai di Indonesia telah mempekerjakan 19 penyandang disabilitas yang terlibat di sejumlah posisi, mulai dari lini produksi dan perakitan, perawatan fasilitas pabrik, hingga peran manajerial. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa inklusivitas dapat berjalan seiring dengan tuntutan industri otomotif yang serba cepat dan presisi.

Dalam kunjungan ke area produksi, Hyundai juga secara terbuka memperlihatkan bahwa karyawan penyandang disabilitas bekerja secara profesional dan memiliki peran aktif dalam proses manufaktur. Hal ini menegaskan bahwa inklusivitas bukan sekadar program, melainkan telah terintegrasi dalam praktik kerja sehari-hari di lingkungan pabrik.

Lebih jauh, langkah Hyundai ini sejalan dengan visi global Progress for Humanity, di mana kemajuan industri tidak hanya diukur dari capaian teknologi, tetapi juga dari dampak sosial yang dihasilkan. Industri otomotif, menurut Hyundai, memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan ruang kerja yang setara.

Melalui pendekatan ini, Hyundai Motor Manufacturing Indonesia berharap dapat menjadi contoh bahwa masa depan industri manufaktur tidak hanya tentang inovasi produk, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan menghargai manusia di balik proses produksi. Inklusivitas pun menjadi fondasi penting dalam perjalanan industri otomotif menuju kemajuan berkelanjutan.