Delapan dekade bukan sekadar usia bagi Kia. Ini adalah cerita tentang keberanian mengambil langkah, kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman, serta komitmen untuk terus bergerak maju. Pada perayaan 80 tahun perjalanannya, Kia menegaskan bahwa warisan masa lalu justru menjadi fondasi kuat untuk menatap masa depan mobilitas global yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada manusia.
Perjalanan Kia dimulai pada 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry, sebuah perusahaan manufaktur komponen logam di Korea Selatan. Delapan tahun kemudian, nama Kia resmi digunakan bersamaan dengan lahirnya produk mobilitas pertama berupa sepeda. Dari titik awal yang sederhana inilah, Kia perlahan membangun identitasnya sebagai brand yang tak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga berani menciptakan perubahan.
Tonggak penting hadir pada 1973 dengan berdirinya Sohari Plant, fasilitas produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan. Setahun setelahnya, Kia melangkah ke dunia otomotif roda empat lewat peluncuran Kia Brisa. Sejak momen tersebut, Kia mulai menancapkan eksistensinya di industri otomotif global melalui berbagai model ikonik yang kelak menjadi bagian dari sejarah.
Nama Kia semakin dikenal luas lewat kehadiran Kia Pride pada akhir 1980-an, disusul Kia Sportage pada 1990-an yang dikenal sebagai salah satu pionir SUV urban. Model-model ini bukan hanya produk, tetapi simbol dari ambisi Kia untuk menghadirkan kendaraan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern di berbagai belahan dunia.
Transformasi besar terjadi ketika Kia bergabung dengan Hyundai Motor Group pada 1997. Fase ini menjadi titik balik penting, terutama saat strategi manajemen desain diterapkan secara menyeluruh pada pertengahan 2000-an. Pendekatan ini membentuk identitas visual Kia yang lebih berani, modern, dan mudah dikenali, sekaligus memperkuat posisinya sebagai brand global yang berorientasi pada desain dan pengalaman pengguna.
Namun, perjalanan 80 tahun Kia bukan semata soal kendaraan. Di balik setiap model dan inovasi, ada peran besar sumber daya manusia lintas generasi yang membentuk filosofi dan karakter brand. Nilai ketekunan, determinasi, dan semangat untuk terus belajar menjadi DNA Kia yang terus diwariskan dari masa ke masa.
Memasuki era baru industri otomotif, Kia kini memfokuskan langkahnya pada mobilitas masa depan melalui elektrifikasi, solusi mobilitas berbasis teknologi, serta pendekatan human-centered design. Dengan berbekal warisan panjang dan visi yang jelas, Kia menegaskan bahwa pergerakan ke depan bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang menghadirkan mobilitas yang mampu menginspirasi. ![]()
