Arab Saudi kembali jadi saksi kerasnya Dakar Rally 2026. Di tengah medan ekstrem sepanjang hampir 8.000 kilometer, Hino Team Sugawara kembali turun ke lintasan dan membawa misi yang tak sekadar soal podium, yaitu membuktikan ketangguhan truk medium duty di salah satu reli paling brutal di dunia.

Ajang Dakar Rally 2026 yang berlangsung pada 3–17 Januari ini menjadi penampilan ke-35 bagi Hino di kompetisi reli legendaris tersebut. Bernaung di bawah kolaborasi Hino Motors Ltd. dan Japan Racing Management, Hino Team Sugawara tampil sebagai satu-satunya tim truk asal Asia yang bersaing di kategori truk.

Untuk menghadapi tantangan gurun Arab Saudi, tim mengandalkan HINO 600 Series, medium duty truck yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung sektor logistik global. Bukan sekadar kendaraan balap, truk ini membawa teknologi dan DNA produk Hino yang juga digunakan dalam aplikasi dunia nyata.

“Kami memulai reli ini dengan penuh fokus dan semangat sebagai satu tim,” ujar Teruhito Sugawara, Team Director sekaligus pembalap utama Hino Team Sugawara. Ia didampingi navigator Hirokazu Somemiya dan mechanic onboard Yuji Mochizuki, menjaga konsistensi ritme di lintasan dengan karakter permukaan yang terus berubah.

Masuk tahap full-scale competition, tim menghadapi Special Stage (SS) sepanjang 305 km di sekitar Yanbu. Medan berat dengan kombinasi kerikil kasar dan batu besar tak menghalangi laju HINO 600 Series. Berbekal setelan suspensi yang direvisi, truk mampu melaju stabil tanpa kendala berarti seperti ban bocor atau gangguan mekanis.

Hasilnya, Hino Team Sugawara berhasil memperbaiki posisi. Setelah start dari peringkat ke-13 berdasarkan hasil prolog, tim naik ke posisi ke-9 di kelas truk. Capaian ini menegaskan kemampuan adaptasi tinggi HINO 600 Series di kondisi ekstrem, sekaligus daya tahan mesin inline enam silinder berkapasitas 8.866 cc yang diusungnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, Dakar Rally menjadi panggung pembuktian filosofi QDR milik Hino, yaitu Quality, Durability, dan Reliability. Sejak menjadi pabrikan truk Jepang pertama yang turun di Dakar, Hino konsisten menjadikan reli ini sebagai laboratorium ekstrem untuk menguji ketahanan produk dan kesiapan sumber daya manusianya.

Tantangan belum selesai. Dari Yanbu, Hino Team Sugawara bersiap melaju menuju Al-Ula dengan etape berikutnya yang menyuguhkan SS sepanjang 400 km. Medan berbukit, gurun luas, hingga rute berbatu siap menguji fisik kru dan daya tahan mesin. Namun jika melihat rekam jejak Hino yang selalu finis selama puluhan tahun di Dakar, truk medium duty ini kembali menunjukkan bahwa ketangguhan sejati tak selalu soal ukuran, tapi soal konsistensi dan keandalan di kondisi paling ekstrem.