Hyundai Motor Group menjadikan robot humanoid Atlas sebagai pusat perhatian dalam pengumuman Strategi AI Robotics di CES 2026. Dikembangkan oleh Boston Dynamics, Atlas diposisikan sebagai fondasi utama kolaborasi manusia dan robot di lingkungan industri, sekaligus penanda dimulainya era AI Robotics yang berorientasi pada manusia.
Atlas diperkenalkan sebagai robot humanoid generasi terbaru yang dirancang khusus untuk kebutuhan industri modern. Berbeda dari robot konvensional yang terbatas pada satu fungsi, Atlas dikembangkan agar dapat beradaptasi dengan fasilitas yang sudah ada, bekerja di ruang yang sebelumnya dirancang untuk manusia, dan menjalankan berbagai tugas fisik yang kompleks secara aman dan presisi.
Secara teknis, Atlas menghadirkan lompatan besar di dunia robotika industri. Robot ini memiliki 56 derajat kebebasan (degrees of freedom) dengan mayoritas menggunakan sendi rotasi penuh, memungkinkan pergerakan yang luwes dan dinamis. Dilengkapi tangan berukuran setara manusia dengan sensor sentuhan, Atlas mampu menangani tugas berat sekaligus menjaga tingkat akurasi tinggi dalam pekerjaan repetitif.

Hyundai Motor Group menyebut Atlas dirancang untuk langsung beroperasi secara mandiri sejak hari pertama. Kemampuan otonominya mencakup penggantian baterai otomatis, operasi berkelanjutan, serta proses pelatihan tugas yang relatif singkat. Bahkan sebagian besar pekerjaan dapat diajarkan dalam waktu kurang dari satu hari. Hal ini membuat implementasi Atlas di lingkungan industri menjadi lebih cepat dan efisien.
Dari sisi performa, Atlas mampu mengangkat beban hingga 50 kilogram, tahan air, dan tetap optimal di berbagai kondisi lingkungan ekstrem dengan rentang suhu antara -20°C hingga 40°C. Spesifikasi ini membuat Atlas ideal untuk menangani pekerjaan berisiko tinggi, berat, dan melelahkan, sekaligus mengurangi beban fisik yang selama ini ditanggung pekerja manusia.

Hyundai Motor Group menargetkan Atlas mulai diterapkan secara bertahap di jaringan pabrik globalnya, termasuk Hyundai Motor Group Metaplant America (HMGMA), mulai 2028. Pada tahap awal, Atlas akan difokuskan untuk tugas-tugas sistematik seperti parts sequencing, sebelum diperluas ke pekerjaan perakitan yang lebih kompleks pada 2030. Strategi ini menegaskan visi Hyundai tentang human-centered automation, di mana manusia tetap memegang kendali, sementara robot menjadi mitra kerja yang andal.
Melalui Atlas, Hyundai Motor Group tidak hanya memperkenalkan robot humanoid canggih, tetapi juga menetapkan standar baru bagi masa depan manufaktur. Kolaborasi manusia dan robot ini diyakini akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus membuka jalan bagi komersialisasi robot humanoid dalam skala industri. ![]()
