Di MotoGP, kecepatan bisa dibeli. Tapi rasa percaya? Itu dibangun. Marco Bezzecchi tahu betul soal itu. Di tengah berbagai tawaran dan godaan proyek baru, pembalap asal Italia tersebut justru memilih bertahan. Aprilia Racing resmi memperpanjang kontrak Bezzecchi untuk beberapa musim ke depan, menandai kelanjutan hubungan yang sejak awal lebih terasa seperti chemistry daripada sekadar kerja sama profesional.

RS-GP yang ia tunggangi bahkan punya nama sendiri, yakni Albarosa. Bukan gimmick, bukan juga romantisasi berlebihan. Penamaan itu lahir sejak awal petualangan Bezzecchi bersama Aprilia, dan kini menjadi simbol hubungan yang makin matang. Kontrak baru ini mengikat bukan hanya aspek teknis dan sportivitas, tapi juga komitmen emosional baik di lintasan maupun di balik garasi.

Kesepakatannya pun unik. Bezzecchi dan RS-GP sepakat berbagi segalanya mulai dari pengembangan aerodinamika, perangkat lunak, hingga bonus dan penghargaan balapan. Bezzecchi berjanji menjaga Albarosa sesuai standar teknis tim, sementara Aprilia memastikan motornya selalu memberi respons jujur terhadap setiap putaran gas tangan kanan sang pembalap.
Urusan strategi balap digarap sebagai keputusan bersama. Setup, pemilihan ban, hingga manuver di momen krusial dibahas tanpa ego. Namun saat balapan mencapai titik paling panas, insting Bezzecchi tetap jadi kompas utama, selama masih berada dalam batas sistem traksi dan elektronik RS-GP.
Soal kesetiaan, Bezzecchi tak bermain setengah hati. Ia menegaskan komitmen profesionalnya kepada Aprilia Racing dan seluruh prototipe MotoGP pabrikan Noale. Hubungan ini dirancang untuk terus berjalan selama ambisi menaklukkan lintasan masih hidup dan bahan bakar terus mengalir ke injektor Albarosa.

“Saya sangat senang telah memperpanjang kontrak untuk dua tahun ke depan. Sejak hari pertama, tujuan saya memang membangun proyek jangka panjang,” ujar Bezzecchi. Ia menegaskan besarnya dukungan dari tim dan pabrik Aprilia, serta keinginannya untuk saling menghadirkan kebahagiaan lewat hasil balapan.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyebut keputusan Bezzecchi bertahan sebagai momen penting bagi tim. Di tengah berbagai tawaran lain yang datang, pilihan Marco menjadi validasi atas kerja keras dan fondasi kuat yang sudah dibangun bersama. “Ini sangat mencerminkan kepribadian Marco,” ujarnya.
Performa Bezzecchi di musim 2025 menjelaskan segalanya. Dalam musim debutnya bersama Aprilia Racing, ia langsung menjadi pembalap paling sukses dalam sejarah MotoGP tim Italia tersebut. Tiga kemenangan balapan utama di Silverstone, Portimão, dan Valencia, ditambah tiga kemenangan sprint di Misano, Mandalika, dan Phillip Island, mengantar Bezzecchi mengoleksi 15 podium, lima pole position, dan 353 poin. Finis ketiga klasemen akhir jadi penegasan bahwa kisah ini belum waktunya tamat. ![]()


