Team WRT kembali tampil kompetitif pada ajang Bathurst 12 Hour di Sirkuit Mount Panorama, Australia. Setahun setelah finis sensasional 1-2, tim asal Belgia itu nyaris mengulang kemenangan. Namun kali ini, trio Augusto Farfus, Raffaele Marciello, dan sorotan utama Valentino Rossi harus puas finis ketiga dengan mobil #46 BMW M4 GT3 EVO setelah balapan dramatis penuh insiden.
Rossi kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pembalap endurance kelas dunia. Legenda MotoGP itu tampil konsisten sepanjang lomba, menjaga mobil tetap bersih dari insiden di tengah banyaknya kecelakaan yang memicu periode safety car dan bahkan penghentian balapan hampir satu jam. Meski kecepatan akhir belum cukup untuk mempertahankan kemenangan seperti tahun sebelumnya, performa tanpa cela dari Rossi dan rekan setimnya memastikan podium penting bagi BMW.
Drama juga menyelimuti mobil #32 saudara mereka. Kelvin van der Linde, Jordan Pepper, dan Charles Weerts sempat memimpin balapan jelang restart terakhir berkat strategi pit stop agresif. Namun duel di tikungan pertama berujung kontak dengan Jules Gounon (Mercedes) yang membuat mobil rusak parah dan harus kembali ke pit, hingga akhirnya terlempar ke posisi ke-12. Livery khusus mobil tersebut menjadi penghormatan bagi BMW M3 Art Car 1989 karya seniman Australia Ken Done, sekaligus merayakan 50 tahun BMW Art Cars dan 40 tahun BMW M3.

Di luar hasil utama, perhatian juga tertuju pada debut impresif Team KRC. Tim yang dipimpin Mars Kang itu tampil solid di lintasan legendaris Mount Panorama. Max Hesse, Maxime Oosten, dan Ruan Cunfan bangkit dari kerusakan bagian depan mobil dan finis kelima secara keseluruhan, sekaligus meraih posisi kedua di kelas Bronze dengan BMW M4 GT3 EVO #89.
Bagi Rossi, podium di Bathurst mempertegas transisinya yang semakin matang dari ikon dua roda menjadi pembalap GT endurance yang kompetitif. Konsistensi, ketenangan, dan kemampuannya membaca ritme balapan panjang menjadikannya salah satu figur paling menarik dalam dunia balap mobil saat ini. ![]()



