Komitmen industri otomotif terhadap masyarakat tak selalu soal kendaraan. PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) membuktikannya lewat program corporate social responsibility (CSR) bertajuk Memberdayakan Masa Depan Ciwangi Melalui Literasi, dengan membangun fasilitas Saung Baca di Desa Ciwangi, Purwakarta.

Saung Baca ini bukan sekadar bangunan biasa. Berdiri di atas lahan seluas 25 meter persegi, fasilitas tersebut dirancang menggunakan material kayu dan bambu agar tetap selaras dengan nuansa pedesaan. Ruang belajar ini ditargetkan bisa dimanfaatkan oleh lebih dari 50 anak, terutama untuk kegiatan literasi rutin setiap akhir pekan, sekaligus menjadi ruang belajar tambahan bagi siswa sekolah dasar di sekitar desa.

“Kami percaya masa depan dimulai dari literasi. Melalui Saung Baca ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga tempat anak-anak membangun mimpi dan rasa percaya diri mereka,” ujar Dyah Maryati, CARM Dept Head HMSI.

Tak berhenti pada pembangunan fisik, Hino juga melengkapi fasilitas ini dengan berbagai koleksi ensiklopedia dan buku edukatif, serta area duduk yang nyaman. Program ini bahkan melibatkan komunitas lokal dan Dinas Perpustakaan setempat untuk mengadakan kegiatan membaca bersama, sehingga Saung Baca bisa menjadi pusat aktivitas literasi yang hidup, bukan sekadar ruang statis.

Menariknya, pembangunan Saung Baca ini turut melibatkan tukang kayu dan tenaga kerja lokal. Artinya, selain membuka akses pendidikan, program ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat desa. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kontribusi industri otomotif bisa menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Kini, Saung Baca di Desa Ciwangi diharapkan menjadi pusat kegiatan positif, mulai dari membaca, kelas kreatif, hingga pelestarian budaya lokal. Pengelolaannya pun dipercayakan kepada komunitas desa agar manfaatnya berkelanjutan dan terus berkembang.

Melalui inisiatif ini, Hino menegaskan bahwa perannya tak hanya sebatas menghadirkan kendaraan niaga di jalan raya, tetapi juga ikut membangun fondasi masa depan generasi muda, dimulai dari akses literasi di tingkat desa.