Nissan diam-diam sedang mengembangkan satu detail penting yang sering diremehkan: jok. Lewat material bernama TailorFit, pabrikan asal Jepang ini mencoba menghapus stigma lama bahwa jok sintetis itu kaku, licin, dan terasa murahan.
Hasilnya, material baru ini diklaim punya rasa, tampilan, dan sentuhan yang nyaris tak dapat dibedakan dari kulit asli. Bahkan dalam beberapa aspek, justru lebih unggul.

TailorFit pertama kali mencuri perhatian lewat Nissan Sentra SL 2026, tapi teknologi ini bukan eksklusif untuk satu model. Nissan sudah menyebarkannya ke lineup lain seperti Armada, LEAF, dan Pathfinder. Bahkan brand luxury-nya, INFINITI, ikut mengadopsinya di SUV seperti QX60 dan QX80. Artinya, ini bukan sekadar eksperimen, TailorFit adalah bagian dari strategi jangka panjang.

Secara teknis, TailorFit berbasis polyurethane, material sintetis yang dirancang untuk meniru karakter kulit asli. Tapi Nissan tak berhenti di situ. Permukaannya dibuat dengan jarak grain yang menyerupai pola sidik jari manusia, menciptakan sensasi sentuhan yang lebih natural. Bahkan dalam uji internal, banyak karyawan Nissan justru lebih memilih jok TailorFit dibandingkan kulit asli.
“Dulu mudah membedakan kulit sintetis dan kulit asli. Sekarang, sangat sulit,” kata Fernando Sarabia, Senior Manager Seat Engineering di Nissan Technical Center North America. Dengan pengalaman lebih dari 22 tahun di bidang seating otomotif, pernyataan ini bukan gimmick marketing. Ini validasi dari orang yang sudah melihat evolusi material interior selama dua dekade lebih.

Bukan cuma soal rasa, TailorFit juga unggul dalam daya tahan. Salah satu kelemahan kulit asli adalah mudah membentuk kerutan seiring waktu. TailorFit dirancang untuk meminimalkan hal itu. Nissan bahkan menguji material ini lewat simulasi ekstrem, termasuk tekukan hingga 2.000 kali dan penggunaan berulang seperti skenario keluar-masuk mobil harian. Hasilnya, lebih tahan kerut dibandingkan kulit konvensional.

Ada bonus lain yang jarang dibahas, yakni efisiensi dan bobot. Karena diproduksi dalam lembaran seragam, TailorFit lebih efisien secara manufaktur dibandingkan kulit hewan yang bentuknya tidak beraturan. Selain itu, material ini juga lebih ringan, sehingga mengurangi bobot kendaraan sekitar 2,2 kg. Kedengarannya kecil, tapi dalam skala produksi ratusan ribu unit, dampaknya signifikan.
Yang paling menarik, TailorFit membuka akses ke pengalaman interior premium tanpa harus lompat ke segmen mahal. Di pasar Amerika Utara, Nissan Sentra SL 2026 dengan jok TailorFit dibanderol mulai US$27.990. Dengan kata lain, sensasi premium kini bukan lagi eksklusif untuk mobil mewah. ![]()
