Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menilai industri otomotif nasional memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kendaraan niaga ringan atau pick-up di dalam negeri. Penilaian tersebut disampaikan GAIKINDO melalui keterangan resmi yang menyoroti kesiapan produksi serta besarnya ekosistem industri otomotif nasional.
Dalam keterangannya, GAIKINDO mengulas sejarah pengembangan industri otomotif Indonesia yang sejak awal dibangun untuk menjawab kebutuhan domestik. Salah satu contoh yang disorot adalah pengembangan platform kendaraan niaga yang kemudian berevolusi menjadi kendaraan penumpang serbaguna (multi-purpose vehicle/MPV), yang saat ini menjadi segmen dominan di pasar otomotif nasional dan kawasan Asia Tenggara.
GAIKINDO menyebut pendekatan serupa juga diterapkan pada pengembangan kendaraan komersial. Menurut asosiasi tersebut, pemahaman terhadap karakteristik kegiatan usaha di dalam negeri menjadi dasar industri otomotif nasional dalam mengembangkan kendaraan pick-up yang sesuai dengan kebutuhan sektor ekonomi, mulai dari usaha kecil hingga distribusi barang.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan industri otomotif telah melakukan berbagai kajian dalam menyesuaikan platform kendaraan komersial dengan kebutuhan pasar domestik. Ia menilai kapasitas produksi yang tersedia memungkinkan industri dalam negeri untuk memenuhi permintaan kendaraan niaga ringan secara mandiri.
Saat ini, GAIKINDO memiliki 61 perusahaan anggota. Untuk segmen kendaraan niaga ringan, produksi dilakukan oleh sejumlah perusahaan, antara lain Suzuki, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Wuling Motors, DFSK, Toyota, dan Daihatsu. GAIKINDO mencatat total kapasitas produksi pick-up dari para anggotanya mencapai lebih dari 400 ribu unit per tahun.
Menurut GAIKINDO, pemenuhan kebutuhan kendaraan niaga ringan oleh industri nasional akan berdampak luas terhadap keberlanjutan ekosistem otomotif. Produksi satu unit kendaraan melibatkan lebih dari 20 ribu komponen yang dipasok oleh ribuan industri komponen dalam negeri, termasuk industri kecil dan menengah. GAIKINDO juga mencatat industri otomotif nasional saat ini melibatkan sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang rantai industri dari hulu hingga hilir. ![]()
