Hubungan antara musik dan Ferrari bukan sekadar soal gaya hidup. Ini tentang karakter, emosi, dan kepribadian, dua dunia yang sama-sama dibangun dari passion. Itulah benang merah yang dirayakan dalam pameran terbaru “The Greatest Hits – Music Legends and their Ferraris” di Museo Enzo Ferrari, Modena.
Dari Miles Davis dengan 275 GTB/4 miliknya hingga John Lennon dan Ferrari 330 GT 2+2, kisah musisi dan Prancing Horse telah berlangsung lintas dekade. Kini, cerita-cerita tersebut dirangkai ulang lewat mobil ikonik, arsip visual, dan lanskap suara yang imersif. Membuat pengunjung tak sekadar melihat, tapi juga “mendengar” sejarah.
Memasuki ruang putih futuristik khas museum di Modena, pengunjung disambut deretan Ferrari dengan silsilah luar biasa. Ada 250 GTO milik Nick Mason (drummer Pink Floyd), 250 GT Lusso yang pernah dimiliki konduktor legendaris Herbert von Karajan, hingga SP12 one-off yang dipesan khusus oleh Eric Clapton, sebuah karya personal yang mencerminkan selera sang gitaris.
Generasi modern pun hadir kuat. J Balvin dengan 512 TR-nya, serta Swizz Beatz yang memamerkan SF90 XX Stradale, menjadi bukti bahwa daya tarik Ferrari terus hidup dan relevan di lintas genre musik dan budaya pop global.
Yang membuat pameran ini terasa berbeda adalah lapisan narasinya. Selain fotografi arsip dan kontemporer, tersedia seri podcast eksklusif yang diproduksi khusus untuk pameran ini. Melalui suara jurnalis Italia Federico Buffa, pengunjung diajak menyelami kisah di balik setiap mobil dan musisi, bagaimana pilihan Ferrari mereka selaras dengan fase karier, identitas artistik, hingga zeitgeist zamannya.
Hasilnya bukan sekadar pameran otomotif atau musik, melainkan potret lintas era tentang bagaimana Ferrari menjadi titik temu antara performa, ekspresi diri, dan budaya. Sebuah greatest hits yang tidak diputar di radio, tapi dipajang dengan roda, mesin, dan cerita.
Pameran “The Greatest Hits – Music Legends and their Ferraris” terbuka untuk umum hingga 16 Februari 2027. Jika kamu pecinta musik, penggemar Ferrari, atau sekadar ingin melihat bagaimana dua dunia ini saling menginspirasi, ini destinasi yang layak masuk daftar wajib. ![]()





