Duel panas antara Pedro Acosta dan Marc Marquez jadi salah satu momen paling disorot pada Sprint Race MotoGP di Buriram, Sabtu (28/2/2026). Insiden yang berujung penalti itu langsung memicu perdebatan, terutama karena terjadi di fase krusial jelang akhir balapan. Kedua pembalap akhirnya sama-sama mengakui adanya kontak, meski dengan sudut pandang berbeda.

Pembalap muda dari Red Bull KTM Factory Racing itu tidak menampik adanya senggolan. “Ada kontak,” kata Acosta singkat. Bahkan saat ditanya apakah ia akan melakukan hal yang sama, jawabannya tegas: “Tentu saja.” Menurutnya, duel tersebut adalah bagian dari usaha maksimal untuk menang, apalagi ia merasa punya keunggulan di beberapa sektor tikungan.

Acosta menjelaskan, insiden terjadi saat ia mencoba menutup jarak di lap terakhir. “Setelah kontak kami jelang lap terakhir, saya benar-benar tidak percaya. Saya berusaha karena saya cukup cepat di Tikungan 3 dan 4 dan saya mengejar ketertinggalan waktu di Tikungan 1 dan 2. Marc mengerem sangat terlambat di tikungan terakhir dan Tikungan 1, dan cukup sulit untuk melakukan manuver,” ujarnya. Meski begitu, pembalap bernomor #37 tersebut tetap puas dengan performanya. “Bahkan tanpa penalti, kami harus senang dengan pekerjaan yang telah kami lakukan dan untuk pertarungan yang mampu kami lakukan.”

Sementara itu, kubu Ducati Lenovo Team awalnya sempat menyangkal adanya kontak. Manajer tim, Davide Tardozzi, sempat menyebut manuver itu bersih. Namun laporan resmi FIM MotoGP Stewards kemudian memastikan Marc dikenai penalti karena “menyebabkan kontak dengan pembalap lain saat menyalip dan mendapatkan keuntungan yang tidak adil melalui hal itu, yang mengakibatkan perubahan posisi.”

Marc sendiri tidak membantah adanya senggolan, tetapi mempertanyakan waktu keputusan penalti. “Terjadi kontak. Kontak kecil. Tapi motor saya sudah setengah motor di depan, bahkan sejak memasuki tikungan,” kata pembalap bernomor #93 itu. Ia menilai keputusan datang terlalu terlambat. “Jika mereka ingin lebih ketat, mereka perlu mengirimkan penalti di keluar Tikungan 3. Jangan menunggu sampai tikungan terakhir. Tapi, oke, hari ini saya sudah membayarnya, jadi yang terpenting saya finis di posisi kedua, itu bagus.”

Terlepas dari kontroversi, Marc memastikan mental bertarungnya masih kuat. “Saya rasa hari ini para penggemar MotoGP sudah mengerti bahwa semangat membara di dalam diri saya masih ada,” ujarnya. Di sisi lain, Acosta juga belum menyerah dan siap kembali menantang pada balapan utama. “Kami akan mencoba mengalahkannya besok dan jika tidak memungkinkan, ya sudahlah. Tapi saya sangat senang dengan pertarungan yang berhasil kami lakukan hari ini,” katanya optimistis.

Balapan utama Thailand Grand Prix diprediksi kembali menghadirkan duel sengit. Selain Acosta dan Marquez, persaingan juga akan melibatkan Raul Fernandez dari Trackhouse MotoGP Team yang finis ketiga di Sprint, serta Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing yang tampil cepat sepanjang akhir pekan.

Dengan tensi yang sudah memanas sejak Sprint Race, peluang terulangnya duel dramatis di Buriram pun terbuka lebar.