Di jalan raya, ada satu hal yang sering luput disadari. Yakni risiko selalu ada dan bisa muncul kapan saja. Buat pengguna sepeda motor, situasinya bahkan lebih kompleks. Mulai dari menghadapi lalu lintas padat, kondisi jalan yang tidak konsisten, hingga perilaku pengendara lain yang sulit diprediksi. Di titik ini, safety riding bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kemampuan dasar yang wajib dimiliki.
Menariknya, jumlah pengendara perempuan terus meningkat. Mereka sering dianggap lebih hati-hat dan lebih kalem di jalan. Tapi realitanya, kehati-hatian saja tidak cukup kalau tidak dibarengi pemahaman teknik dan awareness yang benar. Jalanan tetap jadi ruang yang penuh variabel.

Lewat program Safety Riding Promotion, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) mencoba mengisi gap tersebut. Edukasi yang dibawa bukan sekadar teori, tapi hal-hal praktis yang bisa langsung diterapkan. Dikemas dalam kampanye #Cari_Aman yang belakangan makin masif digaungkan.
“Perempuan dikenal memiliki kehati-hatian yang tinggi saat berkendara, sehingga berpotensi besar menjadi pelopor keselamatan di jalan. Namun, hal tersebut tetap perlu didukung dengan pemahaman yang benar agar setiap keputusan di jalan selalu mengedepankan prinsip #Cari_Aman,” ujar Head of Safety Riding Promotion WMS, Agus Sani.

Kalau ditarik ke hal paling dasar, urusan safety gear masih jadi fondasi. Helm SNI, jaket, sarung tangan, sampai sepatu tertutup bukan cuma formalitas. Ini layer pertama yang menentukan seberapa besar dampak saat hal buruk terjadi. Lalu soal outfit, ini yang sering dianggap sepele. Rok sempit atau terlalu pendek jelas membatasi gerak. Di atas motor, itu bisa jadi masalah serius.
Di luar itu, hal sederhana seperti penggunaan lampu sein juga sering disepelekan. Padahal ini bahasa komunikasi di jalan. Tanpa sinyal yang jelas, potensi miskomunikasi dengan pengendara lain jadi besar. Ditambah lagi dengan kepatuhan pada rambu lalu lintas. Dua hal yang terdengar basic, tapi justru paling sering dilanggar.

“Selain memahami aspek teknis, pengendara juga perlu memiliki kesadaran, disiplin, dan kepedulian terhadap kondisi sekitar. Ketika hal ini diterapkan secara konsisten, maka potensi risiko dapat ditekan secara signifikan dan semangat #Cari_Aman dapat benar-benar menjadi bagian dari kebiasaan berkendara sehari-hari,” lanjut Agus.
Terakhir, jangan lupa kalau motor juga butuh perhatian. Kondisi kendaraan yang prima lewat pengecekan rutin sama pentingnya dengan skill pengendaranya. ![]()
