Bagi para pecinta roda dua, Pulau Dewata menawarkan paket lengkap yang sulit ditemukan di daerah lain. Mulai dari jalan perkotaan yang padat, jalur pegunungan dengan tanjakan dan tikungan menantang, hingga ruas pesisir yang panjang dan terbuka, semuanya tersedia dalam satu wilayah.

Karakter geografis yang beragam itulah yang membuat Bali menjadi salah satu pasar paling menarik bagi segmen skutik premium. Tak heran jika Yamaha menyebut lini MAXi scooter mereka menjadi salah satu produk yang sangat mendominasi pasar di Pulau Dewata.

Pernyataan tersebut disampaikan Chief Yamaha DDS Bali, Hendra Wijaya, saat gelaran MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) etape Bali yang berlangsung pada 5-7 Juni 2026. Menurutnya, keluarga MAXi Yamaha memiliki posisi yang sangat kuat di wilayah tersebut.

“Event ini tentunya berdampak positif untuk kami secara brand image, yang mana MAXi Yamaha series sendiri sangat mendominasi market di Bali,” ujar Hendra.

Dominasi itu bukan tanpa alasan. Jika melihat kebutuhan masyarakat Bali, skutik premium menawarkan kombinasi yang sulit ditolak. Posisi berkendara nyaman, bagasi besar, performa mesin yang memadai, serta kemampuan menjelajah berbagai kondisi jalan membuat motor jenis ini cocok digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan antardaerah.

Karakter tersebut pula yang coba dibuktikan Yamaha melalui MAXi Tour Boemi Nusantara. Dalam etape keenam yang digelar di Bali, Yamaha secara khusus mengajak para editor media mainstream dan otomotif untuk merasakan langsung kemampuan lini MAXi Yamaha di berbagai kondisi jalan yang menjadi ciri khas Pulau Dewata.

Perjalanan dimulai dari Denpasar menuju Kintamani dengan jarak tempuh sekitar 105 kilometer. Sepanjang rute, peserta disuguhi panorama perbukitan, hutan pinus, hingga Jembatan Tukad Bangkung yang ikonik. Namun daya tarik utama perjalanan bukan hanya soal pemandangan, melainkan karakter jalannya yang menuntut kemampuan kendaraan sekaligus keterampilan pengendara.

Kawasan Kintamani dikenal memiliki kombinasi tanjakan, turunan, dan tikungan yang cukup menantang. Jalur seperti ini menjadi medan ideal untuk menguji performa serta berbagai teknologi yang dibawa MAXi Yamaha.

Fitur YECVT misalnya, memberikan karakter akselerasi yang lebih responsif saat menghadapi tanjakan maupun ketika membutuhkan tenaga tambahan saat keluar dari tikungan. Sementara Traction Control System (TCS) membantu menjaga traksi roda belakang tetap optimal ketika melewati kondisi jalan yang bervariasi.

Di sisi lain, sistem pengereman ABS berperan meningkatkan rasa aman saat menghadapi turunan panjang khas jalur pegunungan. Kombinasi fitur tersebut membuat pengendara dapat menikmati perjalanan dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi.

Yamaha juga membekali beberapa model MAXi dengan teknologi seperti Performance Damper dan Rear Sub-Tank Suspension. Kehadiran fitur tersebut berkontribusi terhadap stabilitas motor sekaligus meningkatkan kenyamanan saat melintasi perjalanan jarak jauh dengan berbagai kondisi permukaan jalan.

Setelah menikmati panorama Gunung dan Danau Batur, peserta melanjutkan perjalanan menuju wilayah Bali Timur. Tantangan berikutnya hadir saat memasuki kawasan Karangasem melalui jalur Besakih yang terkenal dengan tikungan beruntun dan kontur jalan yang naik turun.

Jalur ini menjadi salah satu hidden gems bagi para pehobi touring. Selain menawarkan pemandangan Gunung Agung yang memukau, rutenya juga memungkinkan pengendara merasakan langsung stabilitas motor saat bermanuver di tikungan maupun ketika berakselerasi di jalan terbuka.

Pengalaman tersebut memperlihatkan mengapa skutik premium semakin diminati di Bali. Masyarakat tidak hanya membutuhkan kendaraan yang praktis untuk mobilitas harian, tetapi juga nyaman digunakan menjelajah berbagai destinasi yang tersebar di seluruh penjuru pulau.

Faktor lain yang ikut mendorong pertumbuhan segmen ini adalah tingginya aktivitas pariwisata. Banyak pekerja sektor wisata, pelaku usaha, hingga pehobi touring membutuhkan kendaraan yang mampu mengakomodasi perjalanan panjang tanpa mengorbankan kenyamanan.

Fenomena itu juga terlihat dalam rangkaian MTBN Bali. Dalam sesi community gathering, Yamaha turut mengundang para pengguna TMAX dari berbagai wilayah di Bali bersama anggota komunitas XMOC (XMAX Owners Community) Bali. Kehadiran pengguna TMAX menunjukkan bahwa pasar skutik premium di Pulau Dewata tidak hanya tumbuh di kelas menengah, tetapi juga mulai berkembang di segmen premium.

Hal tersebut mencerminkan perubahan tren konsumsi sepeda motor yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya konsumen lebih fokus pada aspek fungsional seperti efisiensi bahan bakar, kini faktor kenyamanan, teknologi, dan pengalaman berkendara semakin menjadi pertimbangan utama.

Menurut salah satu peserta MTBN Bali, Zanuar, perjalanan mengelilingi Pulau Dewata memberikan kesempatan untuk merasakan langsung karakter motor di berbagai kondisi jalan.

“MAXi Tour Boemi Nusantara etape keenam ini kasih pengalaman berkendara yang seru sekali. Sepanjang perjalanan mengitari Pulau Bali, kita gak hanya menikmati keindahan alam dan budayanya. Tapi juga bisa menjajal langsung ketangguhan dan performa MAXi Yamaha dengan kondisi yang beragam, mulai dari jalur pegunungan Kintamani yang seru sampai di jalur Pantai Timur Bali yang asyik untuk cari top speed,” ungkapnya.