Kalau biasanya nama MODENA identik dengan dapur modern, kini ceritanya melebar ke jalanan, lebih tepatnya ke armada logistik yang mulai ‘disetrum’ alias beralih ke kendaraan listrik.

Momentum Hari Bumi 2026 jadi titik tekan perubahan ini, ketika MODENA tak lagi bicara soal produk semata, tapi bagaimana seluruh operasionalnya ikut berdampak ke lingkungan.

Lewat anak usaha logistiknya, MOLOGIZ, perusahaan ini mulai serius menggeser tulang punggung distribusinya dari mesin diesel ke kendaraan listrik alias electric vehicle (EV).

Transisi ini sudah berjalan sejak Desember 2025. Hingga saat ini, lebih dari 20% armada logistik MOLOGIZ telah menggunakan EV. Bukan sekadar uji coba, dampaknya langsung terukur. Emisi logistik berhasil ditekan hingga 50%, setara pengurangan sekitar 2,3 ton CO₂e sejak implementasi awal.

“Sejak awal perjalanan kami di industri, MODENA terus berinovasi untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya membuat hidup lebih mudah, tetapi juga mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan demi kehidupan yang lebih baik. Tahun ini, upaya tersebut kami perkuat tidak hanya melalui transformasi internal, tetapi dengan membangun perubahan bersama ekosistem yang lebih luas,” ujar Nicole Jizhar, Executive Vice President and Chief Sustainability Advisor MODENA.

Masuknya EV ke sektor logistik bukan tanpa alasan. Distribusi barang, terutama di industri elektronik memiliki intensitas mobilitas tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon. Dengan elektrifikasi armada, MODENA mencoba memotong emisi dari salah satu titik paling krusial dalam rantai operasionalnya.

MOLOGIZ sendiri diposisikan bukan hanya sebagai operator distribusi, tetapi juga sebagai alat transformasi. Fokusnya bukan sekadar efisiensi pengiriman, melainkan membangun sistem logistik yang lebih rendah emisi secara bertahap. Elektrifikasi armada menjadi langkah awal sebelum masuk ke optimalisasi yang lebih luas, seperti manajemen rute dan efisiensi energi.

Sejauh ini, pendekatan yang diambil masih bertahap, 20% armada EV menunjukkan fase transisi, bukan final state. Namun dengan capaian penurunan emisi hingga 50%, arah strateginya cukup jelas. Yakni memperbesar porsi kendaraan listrik dalam operasional logistik ke depan.

Bagi industri otomotif sendiri, langkah ini menambah satu use case penting. EV bukan hanya soal kendaraan pribadi, tapi mulai relevan sebagai backbone operasional bisnis. Ketika pemain non-otomotif seperti MODENA mulai mengadopsinya secara serius, adopsi kendaraan listrik di sektor komersial berpotensi ikut terdorong lebih cepat.