Pagi di kawasan ITDC Nusa Dua, Bali, Jumat (9/5/2026), dipenuhi suara mesin khas Ducati dari berbagai generasi dan karakter. Total sekitar 110 motor berkumpul di satu titik sebelum memulai riding bersama dalam agenda global We Ride As One 2026.

Namun tahun ini atmosfernya terasa berbeda.

Biasanya event komunitas Ducati identik dengan riding formal dan nuansa eksklusif yang cukup kaku. Kali ini Ducati Indonesia justru membawa pendekatan yang lebih rileks lewat tema “Holiday”. Bali diposisikan bukan sekadar lokasi acara, melainkan bagian utama dari pengalaman yang ingin dibangun.

Para peserta bahkan sudah mulai disambut nuansa liburan sejak tiba sehari sebelumnya. Ducatisti yang mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai diarahkan menuju shuttle khusus menuju Renaissance Nusa Dua, sementara peserta yang datang lewat jalur darat maupun laut juga mendapat layanan serupa.

Nuansa itu berlanjut ke hari utama acara. Setelah sarapan bersama, seluruh peserta mengikuti briefing pagi yang dipimpin Dito Mulyawadi selaku Aftersales Director Ducati Indonesia. Pembahasannya bukan hanya soal rute riding, tetapi juga tata cara rolling thunder agar tetap aman dan tidak mengganggu pengguna jalan lain.

Dari kawasan ITDC, rombongan bergerak menuju Tol Bali Mandara. Pemandangan laut di kanan-kiri jalan praktis jadi backdrop alami iring-iringan Ducati dari sembilan line-up berbeda, yakni Superbike, Multistrada, DesertX, Hypermotard, Streetfighter, Diavel, Monster, Sport Classic, dan Scrambler.

Yang menarik, acara ini tidak hanya diisi para pemilik Ducati dari Indonesia. Tapi juga petinggi dari Ducati Corse.

Paolo Ciabatti hadir langsung di Bali sebagai tamu spesial. Sosok yang kini menjabat sebagai General Manager Ducati Corse Off-Road itu dikenal sebagai salah satu figur penting di balik era dominasi Ducati di MotoGP bersama Francesco Bagnaia.

Paolo ikut membaur bersama peserta, terlibat dalam prosesi pelepasan riding, hingga tampil dalam formasi angka “100” yang dibuat Ducati Indonesia untuk merayakan usia satu abad Ducati.

“Konsep We Ride As One yang dihadirkan Ducati Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Paolo Ciabatti.

Formasi angka 100 menjadi salah satu momen sentral di acara tahun ini. Seluruh motor dikumpulkan di Peninsula Island untuk membentuk simbol centenario Ducati, menandai perjalanan pabrikan Borgo Panigale tersebut selama 100 tahun.

Di titik ini, We Ride As One terasa lebih seperti festival gaya hidup dibanding sekadar touring komunitas. Ducati tampaknya sadar bahwa kultur merek mereka tidak lagi hanya soal performa motor, tetapi juga experience.

Malam harinya, suasana bergeser jadi lebih santai lewat acara barbeque bersama. DJ Ade Habibie didapuk mengisi hiburan malam dengan nuansa electronic music yang membuat acara terasa seperti private beach gathering ketimbang agenda komunitas otomotif konvensional.

We Ride As One sendiri merupakan agenda global Ducati yang digelar serentak di berbagai negara dalam hari yang sama sesuai zona waktu masing-masing. Indonesia sudah menjadi bagian dari event ini sejak 2023, dengan lokasi yang terus berpindah mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Mandalika, hingga kini Bali.

Pemilihan Bali bukan tanpa alasan. Ducati Indonesia secara terbuka menyebut event ini juga menjadi cara untuk membawa citra Bali kembali ke audiens internasional, terutama setelah berbagai isu soal infrastruktur dan banjir sempat ramai di awal 2026.

“Selain menjadi ajang kebersamaan para Ducatisti, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan citra pariwisata Bali di mata internasional. Melalui rangkaian acara berskala global yang berlangsung tertib dan meriah, Ducati Indonesia ingin menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi wisata unggulan dengan daya tarik budaya, panorama alam, serta keramahan yang mendunia. Harapannya, kegiatan ini mampu menepis berbagai narasi negatif yang sempat mencuat, mulai dari persoalan infrastruktur dan bencana banjir yang terjadi pada awal tahun 2026.” Ucap Jimmy Budhijanto, CEO Ducati Indonesia.