Balapan GP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans, Minggu (11/5/2026) jadi momen manis dan bersejarah buat Aprilia. Jorge Martín membawa RS-GP finis terdepan, disusul Marco Bezzecchi di posisi kedua dan Ai Ogura di urutan ketiga. Untuk pertama kalinya, seluruh podium MotoGP diisi motor Aprilia.

Hasil ini terasa lebih besar dari sekadar finis 1-2-3. Aprilia selama beberapa musim terakhir memang terus menunjukkan progres, tetapi Le Mans menjadi momen ketika proyek mereka terlihat benar-benar matang. Bukan lagi sekadar penantang Ducati atau KTM, melainkan tim yang mampu mengontrol akhir pekan balap dari berbagai situasi.

Martín memulai balapan dari posisi ketujuh. Namun sejak pertengahan lomba, ritmenya mulai terlihat berbeda. Ia perlahan memangkas jarak, menjaga ban tetap hidup, lalu menyerang di momen yang tepat untuk mengamankan kemenangan kesembilan di kelas utama.
Kemenangan ini juga punya konteks personal yang cukup panjang. Terakhir kali Martín menang di MotoGP adalah di Mandalika 2024, atau tepat 588 hari lalu. Le Mans pun menjadi lokasi comeback yang terasa simbolis, apalagi ia juga menyapu kemenangan sprint race dan balapan utama dalam satu akhir pekan. Persis seperti yang pernah ia lakukan di trek yang sama pada 2024.

“Saya sangat bahagia. Pada awalnya, saya tidak berpikir bisa bersaing untuk kemenangan, tetapi saya tidak pernah menyerah. Aprilia memberikan apa yang saya butuhkan, dan kepercayaan diri saya terus berkembang dari hari ke hari. Sekarang yang terpenting adalah terus bekerja ke arah ini agar bisa semakin berkembang,” ujar Martin.

Di sisi lain, Marco Bezzecchi kembali menunjukkan konsistensinya di musim ini. Rider Italia tersebut menutup Le Mans dengan podium kelima secara beruntun sejak seri pembuka, sebuah catatan yang terakhir kali dicapai Valentino Rossi pada 2015.
Bezzecchi tampil lebih tenang dibanding beberapa musim sebelumnya. Tidak terlalu agresif di awal, tetapi efektif menjaga ritme dan menghindari kesalahan saat banyak rider lain kesulitan menjaga grip.

“Secara keseluruhan, ini adalah akhir pekan yang baik, meskipun ada berbagai kesulitan: saya senang karena berhasil start dari baris terdepan saat kualifikasi, meraih podium di sprint, dan hasil yang sama di balapan utama. Saya mencoba tetap fokus dan membalap tanpa melakukan kesalahan. Saya sudah memberikan segalanya, tetapi Jorge memang lebih unggul,” tutur Bez.
Sementara itu, Ai Ogura justru memberi warna berbeda di podium Aprilia. Rookie asal Jepang tersebut tampil tanpa banyak sorotan sepanjang akhir pekan, tetapi berhasil mengubah konsistensi menjadi podium penting untuk Trackhouse MotoGP Team.
Di tengah nama-nama besar yang memenuhi grup depan, Ogura terlihat seperti pembalap yang hanya fokus menyelesaikan pekerjaannya sendiri. Pendekatan itu ternyata cukup untuk membawanya finis ketiga dan melengkapi podium bersejarah all-Aprilia.
Hasil di Le Mans sekaligus menjadi hat-trick pertama Aprilia Racing di MotoGP. Tim pabrikan mereka juga kini sudah mengoleksi tujuh podium beruntun di kelas utama, sebuah statistik yang menunjukkan perkembangan RS-GP mulai bergerak ke level berbeda dibanding beberapa musim lalu.

“Ini adalah hari bersejarah dengan tiga motor Aprilia berada di podium untuk pertama kalinya. Sangat emosional melihat Jorge tampil begitu kuat di Le Mans, tempat di mana tepat setahun lalu ia sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan kami, sama seperti melihat Marco tampil begitu kompetitif dan matang. Dan melihat Ai berada di podium juga menjadi sebuah kelegaan setelah apa yang terjadi di Austin. Departemen balap di Noale melakukan pekerjaan yang benar-benar luar biasa, dan saya percaya ini adalah bentuk pengakuan yang tepat untuk tim yang dipimpin dengan sangat baik oleh Fabiano Sterlacchini, direktur teknis kami,” pungkas Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing. ![]()
