Kalau beberapa tahun lalu pasar mobil listrik Indonesia masih sebatas fase perkenalan, sekarang situasinya mulai berubah. Pabrikan tak lagi cuma sibuk membangun awareness soal EV, tapi mulai masuk ke tahap perebutan dominasi pasar.

Di tengah percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi dalam dua tahun terakhir, salah satu brand yang memanen hasilnya adalah BYD.

Baru masuk agresif ke Indonesia sejak 2024, BYD kini mengklaim sudah memiliki hampir 90 ribu kendaraan yang beredar di jalanan nasional. Angka tersebut tumbuh seiring peningkatan penjualan BYD dan DENZA yang hingga April 2026 disebut hampir mencapai 20 ribu unit.

Pertumbuhan itu membuat BYD mulai menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar EV nasional. Untuk brand yang belum lama bermain penuh di Indonesia, capaian tersebut menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik domestik bergerak jauh lebih cepat dibanding perkiraan awal banyak pihak.

Momentum BYD sendiri mulai terbentuk sejak mereka masuk dengan beberapa model EV sekaligus ke pasar nasional pada 2024. Kehadiran BYD M6 kemudian menjadi salah satu titik penting karena berhasil membawa format MPV listrik lebih dekat ke kebutuhan keluarga Indonesia, segmen yang selama ini menjadi tulang punggung pasar otomotif nasional.

Di saat yang sama, BYD juga tidak hanya bermain di satu lapisan pasar. Lewat DENZA, mereka mulai masuk ke area premium elektrifikasi yang sebelumnya belum terlalu ramai diisi pemain EV asal Tiongkok. Strategi ini membuat BYD perlahan membangun ekosistem produk yang cukup lebar, mulai dari kendaraan keluarga hingga segmen premium.

Data GAIKINDO yang dikutip perusahaan menunjukkan pasar kendaraan listrik nasional memang sedang mengalami pertumbuhan agresif. Pangsa pasar EV disebut naik dari di bawah 1 persen pada 2022 menjadi sekitar 20 persen di kuartal pertama 2026 untuk segmen passenger vehicle.

Menariknya, BYD tampaknya melihat pertumbuhan EV murni belum menjadi garis akhir. Di tengah dominasi kendaraan konvensional yang masih mencapai sekitar 65 persen pasar otomotif nasional, perusahaan mulai membaca bahwa kebutuhan konsumen Indonesia masih bergerak di area transisi.

Karena itu, selain terus memperbesar pasar EV murni, BYD kini mulai membawa teknologi Dual Mode (DM) ke Indonesia. Buat mereka, masa depan elektrifikasi Indonesia tampaknya bukan cuma soal memperbanyak mobil listrik, tapi juga tentang siapa yang paling cepat memahami pola perubahan konsumennya.