Harga bahan bakar yang terus bergerak naik membuat konsumen semakin memperhitungkan biaya operasional kendaraan, terutama di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas keluarga maupun usaha.

Melihat kondisi tersebut, PT BYD Motor Indonesia mencoba menawarkan solusi berbeda melalui BYD M6 Dual Mode (DM). Bukan hanya menjual kendaraan elektrifikasi, BYD menempatkan efisiensi biaya penggunaan sebagai salah satu nilai jual utama model terbarunya tersebut.

Menurut BYD, M6 DM dirancang untuk membantu pengguna mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi bahan bakar harian, tanpa harus menghadapi keterbatasan yang kerap menjadi pertimbangan calon pengguna kendaraan listrik murni.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan perubahan harga energi yang terus terjadi membuat masyarakat membutuhkan kendaraan yang lebih adaptif terhadap kondisi tersebut.

“Di tengah dinamika harga energi yang terus berkembang, kami melihat kebutuhan akan solusi mobilitas nasional yang tidak hanya nyaman dan fleksibel, namun juga dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi biaya bahan bakar dalam penggunaan kendaraan sehari-hari,” ujar Eagle Zhao.

BYD mengklaim teknologi Dual Mode (DM) yang digunakan pada M6 mampu mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin secara otomatis sesuai kebutuhan perjalanan. Dalam aktivitas harian, kendaraan akan lebih mengutamakan tenaga listrik sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan semaksimal mungkin.

Strategi tersebut diyakini mampu memberikan keuntungan finansial dalam jangka panjang. Berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun yang dilakukan perusahaan, biaya perawatan BYD M6 DM disebut bisa lebih rendah sekitar 30 persen dibanding kendaraan konvensional di kelas yang sama.

Angka tersebut menjadi cukup menarik mengingat segmen MPV merupakan salah satu pasar terbesar di Indonesia. Dengan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap total penjualan kendaraan nasional, faktor efisiensi kini menjadi pertimbangan yang semakin penting bagi konsumen sebelum membeli mobil baru.

Tak hanya mengandalkan penghematan biaya, BYD juga menonjolkan pengalaman berkendara yang diklaim menyerupai mobil listrik. Teknologi DM 5.0 yang digunakan mengedepankan karakter responsif, minim getaran, serta kabin yang lebih senyap dibanding kendaraan bermesin konvensional.

BYD menyebut pendekatan tersebut dirangkum dalam filosofi G.A.S.S. atau Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Filosofi ini menjadi dasar pengembangan teknologi Dual Mode yang kini mulai diperkenalkan lebih luas kepada konsumen Indonesia.

BYD M6 DM ditawarkan dalam dua tipe utama, yakni Classic dan Cross yang terbagi lagi menjadi total 5 varian dengan harga mulai Rp 298 juta OTR Jakarta.