Tak banyak motor yang lahir sebagai skutik harian, lalu langsung diajak menempuh ribuan kilometer melintasi salah satu pulau dengan karakter jalan paling beragam di Indonesia.
Itulah yang sedang dilakukan Yamaha lewat kegiatan bertajuk GEAR ULTIMATE RIDE CELEBES EXPEDITION, sebuah perjalanan yang membawa Yamaha GEAR ULTIMA menyusuri Sulawesi dari selatan hingga utara.
Setelah menyelesaikan etape pertama dari Makassar menuju Palu sejauh lebih dari 1.100 kilometer, ekspedisi berlanjut ke etape kedua yang menghubungkan Palu hingga Gorontalo pada 11-15 Juni 2026. Rute yang ditempuh tidak main-main. Lebih dari 1.000 kilometer perjalanan harus dilalui dengan melintasi Palu, Donggala, Tolitoli, Buol, hingga Gorontalo.

Bagi Yamaha, perjalanan ini bukan sekadar touring komunitas. Etape kedua menjadi ajang pembuktian lanjutan untuk menunjukkan kemampuan GEAR ULTIMA sebagai skutik multiguna yang dirancang menjawab kebutuhan mobilitas pengguna yang semakin beragam.
“Etape perjalanan kedua GEAR ULTIMATE RIDE CELEBES EXPEDITION yang menyusuri Palu hingga Gorontalo, menjadi ladang pembuktian kami berikutnya dalam menegaskan ketangguhan Yamaha GEAR ULTIMA. Berangkat dalam satu spirit yang sama seperti pada etape sebelumnya, kami pun ingin kembali menegaskan keunggulan yang terdapat motor ini, khususnya sebagai teman andalan berkendara yang fleksibel dan multiguna dalam menjawab berbagai kebutuhan konsumen yang terus bergerak dinamis,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.
Pengujian dimulai dari kawasan Palu dan sekitarnya. Para peserta sempat menikmati panorama Bukit Salena sebelum memasuki rute yang lebih menantang ke Desa Alindau. Kawasan yang dikenal sebagai sentra durian itu menghadirkan jalur menuju kebun yang didominasi medan tanah dan jalan tidak beraspal. Di lokasi ini, Yamaha juga memperlihatkan fungsi handle belakang multiguna GEAR ULTIMA untuk membantu membawa hasil panen.

Dari Alindau, perjalanan berlanjut menuju Ogoamas, Donggala. Jalur Pantai Barat Sulawesi menjadi panggung berikutnya bagi skutik bermesin Blue Core Hybrid 125 cc tersebut. Kombinasi tanjakan panjang, turunan curam, dan tikungan beruntun menjadi menu utama sepanjang perjalanan yang mencapai lebih dari 280 kilometer.
Tantangan terbesar muncul saat rombongan bergerak menuju Tolitoli. Rute ini membawa peserta melewati rangkaian pegunungan Ogomolale, Tinombala, dan Pangi yang dikenal memiliki kontur jalan naik-turun cukup ekstrem. Belum cukup sampai di situ, peserta juga harus menghadapi lintasan off-road Bambuan Race yang menjadi ujian berikutnya bagi kemampuan handling dan stabilitas motor.

Di medan seperti ini, karakter GEAR ULTIMA sebagai skutik harian mulai diuji lebih dalam. Ban bertapak lebar dan posisi berkendara yang ergonomis disebut membantu pengendara menjaga kontrol saat menghadapi berbagai kondisi jalan yang berubah-ubah, mulai dari aspal mulus hingga permukaan yang lebih kasar.
Pengalaman itu juga dirasakan langsung oleh Putut, salah satu peserta ekspedisi. Menurutnya, perjalanan dari Palu hingga Tolitoli menghadirkan kombinasi jalur pesisir, pegunungan, dan off-road yang membuat touring terasa berbeda dibanding rute-rute pada umumnya.

“Touring dari Palu sampai Tolitoli bareng Yamaha GEAR ULTIMA jadi salah satu pengalaman baru yang seru dan berkesan banget buat saya. Selama perjalanan, banyak sih rintangannya, mulai dari jalur pegunungan sampai jalur off-road. Tapi motor ini rupanya bisa kasih performa yang maksimal dan bikin riding kita jadi semakin pede,” ungkapnya.
Etape Palu-Gorontalo memang telah berakhir, tetapi ekspedisi belum selesai. Perjalanan akan terus berlanjut menuju Sulawesi Utara hingga Manado.
Semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin menarik pula melihat sejauh mana batas kemampuan sebuah skutik yang awalnya dirancang untuk kebutuhan harian, namun kini ditantang menaklukkan jalur-jalur panjang khas Pulau Sulawesi. ![]()
