Menjelang GP Belanda di Assen pada 27-28 Juni 2026, Grand Prix Commission (GPC) mengumumkan sejumlah perubahan regulasi. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah larangan penggunaan holeshot device mulai akhir pekan ini.

Holeshot device sendiri pertama kali dipopulerkan melalui pengembangan agresif Ducati. Efeknya pun signifikan, start menjadi lebih efektif, terutama dalam perebutan posisi di tikungan pertama, momen krusial yang kerap menentukan jalannya balapan.

Dalam perjalanannya, hampir semua pabrikan kemudian mengadopsi konsep serupa. Akibatnya, start MotoGP tidak lagi sepenuhnya bergantung pada refleks pembalap saat lampu start padam, tetapi juga pada efektivitas perangkat mekanis yang bekerja dalam hitungan milidetik.

Karena itu, pelarangan holeshot device bukan sekadar perubahan teknis. Keputusan ini memperlihatkan arah yang sedang ditempuh MotoGP dalam beberapa tahun terakhir, yakni mengurangi ketergantungan pada perangkat bantu performa yang semakin kompleks.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan lain yang sudah lebih dulu digulirkan, terutama terkait regulasi aerodinamika. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan sayap, winglet, dan perangkat aero lainnya terus diperdebatkan karena dinilai meningkatkan performa, tapi di sisi lain memperlebar kesenjangan antara pabrikan besar dan tim dengan sumber daya terbatas.

Selain menghapus holeshot device, GPC juga mengubah tata letak starting grid yang akan mulai diterapkan pada GP Jerman di Sachsenring. Jarak antar pembalap diperlebar dari tiga meter menjadi empat meter, sementara jarak antar baris berubah dari sembilan meter menjadi 12 meter.

Jumlah pembalap dalam setiap baris tetap tiga orang seperti sebelumnya. Bedanya, ruang antar motor kini lebih longgar untuk memberikan area yang lebih aman saat para pembalap melesat bersamaan menuju tikungan pertama.

Perubahan berikutnya menyasar struktur grid dalam jangka panjang. GPC secara resmi mengesahkan aturan bahwa mulai 2028 setiap pabrikan hanya boleh memiliki maksimal enam motor di lintasan, dengan syarat setidaknya terdapat lima pabrikan yang berkompetisi di kejuaraan dunia.

Batas enam motor sebenarnya sudah menjadi realitas di MotoGP saat ini, terutama setelah dominasi jumlah motor Ducati dalam beberapa musim terakhir. Namun mulai 2028, ketentuan tersebut akan memiliki dasar regulasi yang lebih kuat dan berlaku secara resmi untuk seluruh peserta.

Jika dilihat secara keseluruhan, tiga kebijakan ini bergerak ke arah yang sama, yaitu membuat balapan lebih kompetitif, lebih aman.

Bagi penggemar MotoGP, ini bisa menjadi tontonan yang lebiih menarik, ketika faktor penentu kemenangan kembali bergeser dari teknologi ke tangan para pembalap di lintasan.