Moto3 akan memasuki era baru mulai musim 2028. Yamaha Motor Co., Ltd. resmi ditunjuk sebagai pemasok tunggal motor hingga 2033, sekaligus mengakhiri era motor bermesin 250 cc satu silinder yang telah menjadi ciri khas kelas tersebut sejak pertama kali diperkenalkan pada 2012.

Pengumuman itu disampaikan Yamaha bersama pihak MotoGP dalam konferensi pers di sela GP Belanda di Assen. Kolaborasi jangka panjang ini disebut sebagai salah satu perubahan terbesar dalam sejarah Grand Prix karena bukan hanya menghadirkan motor baru, tetapi juga mendefinisikan ulang arah pengembangan kelas pembinaan menuju MotoGP.

Berbeda dari motor Moto3 saat ini, Yamaha tengah mengembangkan prototipe balap baru yang berbasis platform mesin CP2. Meski mengambil basis dari motor produksi massal, mesin tersebut telah direkayasa secara menyeluruh agar memenuhi kebutuhan balap Grand Prix.

 

Target Yamaha bukan sekadar meningkatkan performa. Motor anyar ini dirancang memiliki rasio tenaga terhadap bobot yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya, sekaligus menggunakan dimensi yang lebih besar agar lebih sesuai dengan postur dan gaya balap pembalap muda masa kini.

Perubahan tersebut menandai revolusi teknis terbesar di Moto3 sejak kelas ini menggantikan kategori 125 cc dua langkah lebih dari satu dekade lalu. Yamaha dan MotoGP berharap platform baru itu mampu menghadirkan balapan yang lebih kompetitif tanpa menghilangkan aksesibilitas bagi tim dan pembalap.

Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, menegaskan proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan sebuah motor balap.

“Kami sejak awal tidak hanya ingin membangun sebuah motor. Tujuan kami adalah menciptakan sebuah platform yang mampu mendukung pembalap, tim, dan berbagai kejuaraan selama bertahun-tahun. Platform yang menggabungkan aksesibilitas, efisiensi rekayasa, dan performa balap murni,” ujar Pavesio.

Ia menambahkan proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi Yamaha Motor Co., Yamaha Motor Racing, dan Yamaha Motor Europe sebagai bentuk komitmen jangka panjang Yamaha terhadap dunia balap sekaligus pengembangan pembalap masa depan.

 

Senada dengan itu, Chief Sporting Officer MotoGP Carlos Ezpeleta mengatakan Moto3 memiliki peran penting sebagai langkah profesional pertama bagi banyak pembalap yang kelak menjadi bintang MotoGP.

“Era baru Moto3 ini dirancang untuk menghadirkan lebih banyak talenta, performa yang lebih baik, dan memperkuat posisinya sebagai kelas pembuka di Kejuaraan Dunia MotoGP. Kami ingin membangun platform global bagi pembalap muda, bukan sekadar memperkenalkan motor baru,” kata Ezpeleta.

Yamaha dijadwalkan mulai melakukan pengujian prototipe pada tahun ini. Sementara itu, motor Moto3 generasi terbaru akan diperkenalkan kepada publik pada 2027 sebelum menjalani debut kompetitifnya di musim 2028.

Ke depan, platform yang sama juga direncanakan digunakan di Moto3 Junior World Championship mulai 2029 serta berpotensi diadopsi berbagai kejuaraan regional di berbagai negara.