Mencari tempat parkir di mal atau gedung perkantoran sering kali menjadi bagian paling melelahkan saat berkendara. JAECOO mencoba menghilangkan kerepotan itu lewat teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) yang menjalani debut global di Indonesia pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Bukan sekadar fitur parkir otomatis, SIVP memungkinkan mobil ditinggal begitu saja di area yang telah ditentukan. Setelah pengemudi turun, kendaraan akan bergerak sendiri mencari ruang parkir yang kosong, melakukan manuver, lalu berhenti tanpa perlu dikendalikan.

“Kami melihat perubahan kebutuhan konsumen seiring berkembangnya mobilitas perkotaan. Pengguna kini tidak hanya menginginkan kendaraan dengan teknologi canggih, tetapi juga teknologi yang mampu membantu menyelesaikan tantangan yang mereka hadapi setiap hari. Bagi kami, inovasi harus selalu berangkat dari kebutuhan nyata konsumen,” ujar Jim Ma, Business Unit Director of OMODA & JAECOO Indonesia.

Saat pemilik selesai beraktivitas, prosesnya berlangsung sebaliknya. Cukup membuka aplikasi di smartphone, mobil akan bergerak sendiri menuju titik penjemputan sehingga pengemudi tidak perlu lagi berjalan menuju lokasi parkir.

Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama yang dipilih JAECOO untuk memperkenalkan teknologi tersebut sebelum diluncurkan di pasar lain seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, dan Thailand. Pilihan ini menunjukkan pasar otomotif Indonesia kini semakin diperhitungkan sebagai lokasi pengenalan teknologi baru, bukan hanya sebagai tujuan penjualan kendaraan.

Teknologi tersebut hadir melalui JAECOO J7 SHS-P SIVP, SUV plug-in hybrid yang dibekali sistem intelligent driving berbasis kombinasi sensor, kamera, radar, dan LiDAR. JAECOO menyebut kendaraan ini menggunakan total 27 sensor yang bekerja bersama radar gelombang milimeter dan LiDAR 128-channel untuk memetakan kondisi di sekitar mobil secara real-time.

Seluruh informasi tersebut diproses oleh pengendali khusus sehingga kendaraan mampu mengenali ruang parkir, memperhitungkan posisi kendaraan lain, hingga melakukan manuver secara otomatis tanpa campur tangan pengemudi.

Meski terdengar futuristis, JAECOO mengklaim teknologi ini tidak berhenti sebagai demonstrasi di arena pameran. Implementasi tahap pertama dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026 di sekitar 40 lokasi di Indonesia. Hingga akhir tahun, cakupannya ditargetkan bertambah menjadi lebih dari 60 lokasi yang meliputi pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan berbagai area publik.

Perluasan area yang mendukung SIVP nantinya akan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak secara over-the-air (OTA). Dengan begitu, pelanggan tidak perlu datang ke dealer untuk memperoleh pembaruan kompatibilitas lokasi parkir yang dapat digunakan oleh sistem.

Hadirnya SIVP menjadi salah satu gambaran arah perkembangan industri otomotif yang mulai bergeser dari sekadar menghadirkan fitur bantuan berkendara menuju kendaraan yang mampu menjalankan tugas-tugas tertentu secara mandiri. Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, teknologi seperti ini bukan tidak mungkin akan menjadi fitur yang semakin umum ditemui pada mobil-mobil generasi berikutnya.