Audi merayakan perjalanan 50 tahun mesin lima silinder yang menjadi salah satu teknologi paling berpengaruh dalam sejarah merek berlogo empat cincin melalui pameran khusus bertajuk “1-2-4-5-3: 50 years of Audi five-cylinder engines” di Audi museum mobile, Audi Forum Ingolstadt, Jerman.

Pameran yang berlangsung mulai 1 Agustus 2026 hingga 28 Februari 2027 ini menghadirkan rangkaian tujuh display mesin dan 14 kendaraan yang menggambarkan evolusi mesin lima silinder Audi, mulai dari kendaraan produksi hingga mobil performa tinggi yang memiliki sejarah panjang di dunia motorsport.

Perjalanan mesin lima silinder Audi dimulai pada Agustus 1976 saat generasi kedua Audi 100 diperkenalkan. Ketika itu Audi tengah berupaya meningkatkan posisi Audi 100 agar mampu bersaing di segmen yang lebih premium.

Pilihan mesin enam silinder sempat dipertimbangkan, namun faktor keterbatasan ruang mesin dan distribusi bobot membuat Audi memilih konsep mesin segaris lima silinder yang saat itu masih jarang digunakan dalam produksi massal. Berbasis dari mesin empat silinder EA 827 yang sebelumnya digunakan pada Audi 80 tahun 1972, para insinyur Audi mengembangkan mesin baru EA 828 dengan konfigurasi lima silinder yang menawarkan peningkatan performa sekaligus mempertahankan efisiensi ruang.

Mesin lima silinder pertama Audi menggunakan kapasitas 2.144 cc dan menghasilkan tenaga 100 kW atau 136 PS pada Audi 100 5E. Dengan mesin tersebut, Audi 100 mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 9,5 detik dengan kecepatan maksimum 190 km/jam. Salah satu karakter paling dikenal dari mesin ini berasal dari urutan pembakaran unik 1-2-4-5-3, yang menghasilkan suara khas akibat kombinasi jumlah silinder ganjil dan interval pembakaran 144 derajat putaran poros engkol. Karakter tersebut kemudian menjadi salah satu ciri mekanis yang melekat pada berbagai model Audi berperforma tinggi selama beberapa dekade.

Pengembangan mesin lima silinder terus berlanjut dengan hadirnya versi diesel pertama pada 1978 menggunakan kapasitas dua liter dan menghasilkan tenaga 51 kW atau 70 PS. Setahun kemudian Audi memperkenalkan mesin lima silinder turbo bensin pertama melalui Audi 200 5T dengan tenaga 125 kW atau 170 PS. Teknologi turbo menjadi solusi Audi untuk meningkatkan performa tanpa harus memperbesar kapasitas mesin secara signifikan.

Namun titik penting dalam sejarah mesin lima silinder terjadi pada 1980 ketika Audi memperkenalkan quattro di Geneva Motor Show. Kombinasi mesin lima silinder turbo berdaya 200 PS, intercooler, dan sistem penggerak empat roda permanen quattro membawa Audi memasuki era baru dalam motorsport dan memperkuat citra teknologi Audi di dunia otomotif.

Di ajang reli, mesin lima silinder Audi menjadi salah satu ikon era Group B dengan pengembangan teknologi empat katup yang menghasilkan tenaga lebih dari 500 PS. Tidak hanya sukses di reli, mesin ini juga digunakan pada Audi IMSA GTO yang berkompetisi di Amerika Serikat pada 1989 dengan output mencapai 530 kW atau sekitar 720 PS.

Pengalaman dari dunia balap tersebut kemudian memberikan pengaruh besar terhadap pengembangan model produksi Audi, termasuk Audi Avant RS2 yang diperkenalkan pada 1994. Menggunakan mesin lima silinder turbo berkapasitas 2,2 liter dengan tenaga 232 kW atau 315 PS, RS2 menjadi station wagon produksi paling bertenaga di dunia pada masanya sekaligus menjadi model yang membuka tradisi kendaraan performa tinggi RS Audi.

Meski sempat menghilang dari jajaran Audi pada akhir 1990-an ketika mesin V6 mulai mengambil alih, karakter lima silinder kembali hadir pada 2009 melalui Audi TT RS. Menggunakan mesin 2.5 liter TFSI yang dikembangkan dari keluarga mesin EA 855, unit tersebut menghasilkan tenaga 250 kW atau 340 PS dengan berbagai penguatan pada konstruksi mesin.

Dalam perkembangannya, mesin lima silinder modern ini digunakan pada sejumlah model Audi Sport seperti TT RS, RS 3, dan RS Q3, serta berhasil meraih penghargaan International Engine of the Year sebanyak sembilan kali berturut-turut.

Dalam pameran terbaru Audi Tradition, pengunjung dapat melihat berbagai kendaraan yang mewakili perjalanan panjang mesin lima silinder, mulai dari Audi 100 5E, Audi 100 5D, Audi 200 5T, Audi 90 quattro, Audi 100 TDI, Audi S2 Coupé, Avant RS2, Audi S6, Audi TT RS, Audi TT Motorsport, Audi RS Q3 Concept, Audi RS 3 hingga Audi GT50 Concept.

Selain koleksi kendaraan, Audi juga menyediakan informasi tambahan melalui aplikasi Audi Tradition yang menghadirkan panduan digital, konten audio, hingga tampilan panorama 360 derajat untuk membantu pengunjung memahami perkembangan teknologi mesin lima silinder dari masa ke masa.

Selama lima dekade, mesin lima silinder Audi menjadi salah satu contoh bagaimana keputusan teknis yang berbeda dapat berkembang menjadi identitas sebuah merek. Dari Audi 100 generasi kedua, kejayaan quattro di dunia reli, hingga model RS modern, konfigurasi ini menunjukkan perjalanan panjang Audi dalam menggabungkan inovasi teknik, performa, dan karakter berkendara yang khas.