Madring baru pertama kali menggelar Grand Prix Formula 1, tetapi debutnya langsung menghasilkan cerita yang cukup nyeleneh. Aslik, bikin ngakak. Lando Norris sudah pole, memimpin balapan, bahkan sempat meninggalkan Kimi Antonelli sekitar enam detik. Posisi aman, situasi nyaman. Sampai Virtual Safety Car muncul pada lap 14 dan Mercedes buru-buru memanggil Antonelli ke pit. Semua mobil sedang dibatasi kecepatannya, jadi Antonelli bisa mengganti ban dengan kehilangan waktu yang jauh lebih kecil daripada biasanya. Norris tidak bisa melakukan hal yang sama karena sudah melewati pit entry ketika VSC diberlakukan. Ia baru masuk pit setelahnya, saat keuntungan VSC sudah lenyap.

Sederhananya, Norris sedang memimpin dengan enam detik di kantong, tetapi Antonelli mendapat potongan harga pit stop pada saat yang paling tepat. Enam detik itu ternyata cuma berlaku sebelum VSC. Dari situlah lahir lima momen yang membuat kemenangan pertama Antonelli di Madring terasa lebih menarik daripada sekadar urutan tiga besar di hasil akhir.

1. VSC Datang, Pit Stop Mendadak Diskon
Ketika Virtual Safety Car muncul, Mercedes langsung memanggil Kimi Antonelli ke pit. Pembalap Italia itu sedang memakai Medium dan menggantinya dengan Hard, sementara seluruh mobil di lintasan harus mengurangi kecepatan. Artinya, waktu yang biasanya hilang saat masuk pit menjadi jauh lebih kecil. Antonelli keluar lagi tanpa kehilangan banyak waktu dan Mercedes mendapatkan keuntungan yang tidak datang setiap lap. Lando Norris sebenarnya juga bisa melakukan hal serupa, tetapi posisinya sudah melewati pit entry ketika VSC diberlakukan. Jadi Antonelli masuk pit saat situasinya menguntungkan, sementara Norris cuma bisa terus melaju sambil melihat kesempatan itu lewat. Strategi Mercedes memang tepat, tetapi timing-nya yang membuat cerita ini terasa seperti sedang belanja lalu menemukan barang yang kebetulan sedang diskon besar.

2. Norris Sudah Memimpin, Promo Keburu Tutup
Sebelum VSC muncul, Norris sebenarnya sedang berada dalam posisi yang sangat enak. Start dari pole, memimpin sejak awal, dan sempat membuat jarak sekitar enam detik dari Antonelli. Tidak ada tanda-tanda bahwa posisi itu akan segera lepas, apalagi hanya beberapa lap sebelumnya Norris masih bisa mengatur ritme balapan dari depan. Masalahnya, ketika VSC muncul, Norris sudah melewati pintu masuk pit sehingga tidak bisa ikut mengambil keuntungan seperti Antonelli. Mercedes pun langsung memanfaatkan celah tersebut, sedangkan Norris harus menunggu sampai bisa melakukan pit stop dalam kondisi normal. Setelah semua pembalap menyelesaikan strategi masing-masing, keunggulan enam detik yang tadi terasa begitu nyaman sudah tidak banyak artinya. Norris boleh saja punya enam detik di depan, tetapi Antonelli punya timing yang lebih mahal nilainya.

3. Antonelli Menang, Tapi Tidak Sok Hero
Yang menarik, Antonelli sendiri tidak berusaha membuat kemenangan ini terdengar lebih hebat daripada kenyataannya. Setelah finis, ia mengakui bahwa Norris sebenarnya mengendalikan balapan dan Mercedes mendapatkan keuntungan besar dari timing VSC. Ia bahkan menilai kemenangan tersebut mungkin tidak akan terjadi tanpa momen itu. Jarang-jarang seorang pemenang datang ke parc fermé dengan trofi di tangan lalu ikut menjelaskan bahwa sebagian cerita suksesnya dibantu keberuntungan. Tetapi memang begitu balapan kali ini. Mercedes membaca situasi dengan cepat, Antonelli masuk pit pada waktu yang tepat, lalu sisanya tinggal menjaga Hard sampai finis. Jadi kalau ada yang bertanya apakah ini kemenangan karena strategi atau keberuntungan, jawabannya tidak perlu dibuat rumit: Mercedes harus pintar dulu, tetapi VSC juga harus datang pada saat yang benar.

4. Ban Hard Ternyata Paling Betah
Strategi ban di Madring juga punya cerita sendiri. Antonelli mengganti Medium dengan Hard saat VSC dan setelah itu tidak perlu kembali ke pit sampai finis. Ban tersebut mampu bertahan sepanjang sisa balapan, sehingga Antonelli bisa terus melaju tanpa harus membayar pit stop kedua. George Russell justru mengalami perjalanan yang lebih repot. Ia memulai dengan Hard, kemudian mencoba Medium, tetapi akhirnya kembali menggunakan Hard untuk menyelesaikan balapan. Dari sini kelihatan bahwa Hard bukan cuma pilihan untuk mencari umur ban panjang; di Madring, kompon itu memang punya pekerjaan rumah paling sederhana: dipasang, dijaga, lalu dibawa sampai garis finis. Antonelli berhasil melakukan semuanya dalam satu kali pit stop, sementara Russell harus mencoba resep lain sebelum kembali ke resep awal. Kadang ban yang kelihatannya paling keras justru yang paling tidak banyak tingkah.

5. Russell Dapat VSC dari Sisi yang Salah
George Russell mengalami bagian cerita yang paling tidak menyenangkan dari VSC karena ia memulai balapan dengan Hard. Ketika periode Virtual Safety Car muncul, Mercedes bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk Antonelli yang memakai Medium dan langsung masuk pit, tetapi Russell tidak mendapatkan keuntungan yang sama dari strategi itu. Tim kemudian mencoba mengubah rencana dengan ban Medium sebelum akhirnya kembali ke Hard, namun hasil akhirnya tidak banyak bergerak. Russell finis kelima, posisi yang sama dengan tempatnya ketika VSC muncul. Jadi satu kejadian yang membantu Antonelli mengubah seluruh balapan ternyata tidak banyak mengubah nasib Russell. Keduanya memakai Mercedes, mendapat briefing dari pit wall yang sama, dan berada di sirkuit yang sama. Bedanya cuma satu, sewaktu VSC datang, Antonelli sedang membawa Medium dan Russell sedang membawa Hard. Satu dapat kesempatan pit, satu dapat pekerjaan rumah.